Cara Mematikan Sistem Maintenance di Windows, Aman dan Mudah

How to tekno
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara mematikan sistem maintenance di Windows penting dipahami. Fitur maintenance di Windows sendiri berfungsi menjalankan tugas pemeliharaan di latar belakang pada waktu yang dijadwalkan.
Fitur ini juga melibatkan pembaruan aplikasi Windows dan berbagai aplikasi. Di samping itu, sistem maintenance berperan memindai dan mendiagnosis sistem.
Berdasarkan fungsi di atas, bisa diketahui bahwa sistem maintenance berperan penting bagi keamanan sistem. Karenanya, menonaktifkan sistem ini sebenarnya tidak disarankan. Namun, bila kamu yang ingin mematikan sistem maintenance di Windows, simak pemaparan berikut ini.
Cara Mematikan Sistem Maintenance
Menurut Make Tech Easier, menonaktifkan sistem maintenance bisa menimbulkan masalah, salah satunya aktivitas prosesor dan diska PC berlebih sehingga menimbulkan panas.
Setelah maintenance dilakukan kondisi sistem akan menjadi sangat lambat dan tidak responsif. Dirangkum dari laman Appuals, berikut cara mematikan sistem maintenance di Windows yang dapat kamu ikuti.
Melalui Task Scheduler
Kamu dapat menonaktifkan sistem maintenance melalui Task Scheduler. Menurut Computer Hope, Task Scheduler adalah alat bawaan Windows yang berfungsi menjalankan tindakan secara otomatis setiap kali serangkaian kondisi tertentu terpenuhi.
Untuk menonaktifkan sistem maintenance melalui Task Scheduler, berikut langkah yang bisa dilakukan.
Tekan Windows + R untuk membuka jendela Run.
Masukkan taskschd.msc pada kolom yang tersedia lalu tekan Enter atau klik ‘OK’.
Saat jendela Task Scheduler terbuka, klik dua kali ‘Task Scheduler Library’ di panel sebelah kiri.
Klik dua kali ‘Microsoft’ di panel kiri. Lakukan hal yang sama di bagian ‘Windows’.
Kklik dua kali ‘Task Scheduler’. Temukan ‘Idle Maintenance’ lalu klik kanan dan pilih ‘Disable’.
Lakukan hal yang sama pada ‘Manual Maintenance’ dan ‘Regular Maintenance’.
Terakhir, tutup task Scheduler.
Selesai.
Mengganti kunci registri MaintenanceDisabled
Untuk mematikan sistem maintenance otomatis di Windows, kamu harus mengubah kunci MaintenanceDisabled dari Registry Editor. Berikut langkah-langkahnya.
Tekan Windows + R untuk membuka jendela Run.
Masukkan regedit dan tekan Enter atau klik ‘OK’.
Saat jendela Registry Editor terbuka, arahkan ke alamat HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Schedule\Maintenance.
Berikutnya, pilih ‘Maintenance’ di panel sebelah kiri.
Cari entri bernama MaintenanceDisabled dari panel kanan. Jika entri tersebut tidak ada, klik kanan pada ruang kosong, pilih ‘New’ lalu klik ‘DWORD (32-bit) Value’. Beri nama entri itu dengan MaintenanceDisabled dan klik Enter.
Klik kanan entri MaintenanceDisabled dan masukkan 1 di ‘Value data’ lalu klik ‘OK’.
Tutup Registry Editor.
Selesai.
Itulah cara mematikan sistem maintenance di Windows yang bisa kamu ikuti. Meski sebenarnya tak disarankan untuk dilakukan, kamu bisa menerapkannya bila memang diperlukan. Kamu juga dapat mengaktifkannya kembali kapan pun bila dibutuhkan. Semoga informasi di atas membantu.
(ANM)
Frequently Asked Question Section
Apa fungsi sistem maintenance di Windows?

Apa fungsi sistem maintenance di Windows?
Salah satunya menjalankan tugas pemeliharaan di latar belakang pada waktu yang dijadwalkan.
Apakah boleh mematikan sistem maintenance di Windows?

Apakah boleh mematikan sistem maintenance di Windows?
Sistem maintenance berperan penting bagi keamanan sistem. Karenanya, menonaktifkan sistem maintenance sebenarnya tidak disarankan.
Apa akibat mematikan sistem maintenance?

Apa akibat mematikan sistem maintenance?
Aktivitas prosesor dan diska PC berlebih sehingga menimbulkan panas. Kondisi sistem juga menjadi sangat lambat dan tak responsif.
