Konten dari Pengguna

Cara Membuat DFD dan Contoh Komponennya

How To Tekno

How To Tekno

How to tekno

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi membuat DFD. Foto: Christina Morillo/Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membuat DFD. Foto: Christina Morillo/Pexels

Cara membuat DFD penting diketahui untuk para peneliti. Dengan adanya DFD ini, maka proses penelitian bisa berlangsung lebih runtut.

Sebenarnya, terdapat banyak alat bantu untuk pembuatan model yang bisa kamu pilih. Namun, banyak peneliti yang lebih memilih untuk menggunakan alat bantu pembuatan model dengan DFD atau Data Flow Diagram.

DFD dipilih karena mereka yakin jika proses-proses yang digambarkan ke dalam sebuah diagram alir mampu dibaca dan dipahami lebih mudah.

How To Tekno akan membagikan bagaimana cara membuat DFD di artikel ini.

Cara Membuat DFD yang Benar

Ilustrasi membuat DFD. Foto: RODNAE Productions/Pexels

Dikutip dari artikel penelitian berjudul Perancangan Data Flow Diagram untuk Sistem Informasi Sekolah (Studi Kasus Pada SMP Plus Terpadu) terbitan Institut Teknologi dan Bisnis Sumatera Utara, berikut ini tutorial contoh cara membuat DFD, menurut Jogiyanto (2005):

Cara Membuat DFD dan Contoh Komponennya

Cara membuat DFD adalah melakukan identifikasi terhadap external entity. Lalu, mengidentifikasi input dan output yang terlibat. Berikut adalah penjelasannya.

  1. 1. Lakukan Identifikasi Terhadap External Entity

    Melakukan identifikasi terhadap external entity, yaitu sebuah kesatuan di lingkungan luar sistem yang nantinya akan memberikan input dan menerima output dari sistem tersebut.

  2. 2. Mulai Identifikasi Input dan Output

    Setelah melakukan identifikasi terhadap external entity, proses membuat DFD yang selanjutnya adalah mengidentifikasi input dan output yang terlibat. Kemudian, kamu mulai menggambar diagramnya, meliputi diagram konteks, diagram berjenjang atau disebut juga dengan hierarchy chart, dan menggambar sketsa DFD.

Komponen-komponen DFD

Ilustrasi membuat DFD. Foto: Anna Shvets/Pexels

Saat kamu merancang DFD, perlu memahami komponen-komponen di dalamnya. Berikut ini beberapa komponen DFD yang wajib dipahami, dikutip dari modul DATA FLOW DIAGRAM : sebagai alat bantu desain sistem terbitan Badan Pelayanan Kemudahan Ekspor dan Pengolahan Data Keuangan, Departemen Keuangan.

1. Aliran Data atau Data Flow

Aliran data pada DFD diberi simbol berlogo panah. Ini menunjukkan aliran data yang bisa berupa masukkan untuk proses atau simpanan data dan keluaran.

2. Proses

Setelah aliran data, komponen selanjutnya adalah proses. Sebuah proses dalam DFD menggunakan simbol lingkaran atau dengan persegi panjang yang sudut-sudutnya tumpul.

3. Simpanan Data

Kemudian ada simpanan data yaitu sebuah tempat untuk menyimpan data yang ditunjukkan dengan simbol sepasang garis horizontal paralel atau dengan dua garis sejajar yang ujungnya tertutup.

4. External Entity

Terakhir ada external entity atau disebut juga dengan kesatuan luar, bagian ini yang akan menunjukkan input dan output dari sistem tersebut.

Tipe-tipe DFD

Ilustrasi membuat DFD. Foto: RF._.studio/Pexels

DFD sendiri dibagi menjadi dua tipe yang berbeda, yaitu:

1. Physical Data Flow Diagram

Tipe yang pertama adalah physical data flow diagaram yaitu sebuah grafik yang mempresentasikan sebuah sistem dengan menunjukkan kesatuan luar dan dalam sistem tersebut.

2. Logical Data Flow Diagram

Berbeda dengan tipe sebelumnya, logical data flow diagram akan mempresentasikan grafik dari sebuah sistem dengan menunjukkan proses-prosesnya.

Sekarang kamu sudah paham bagaimana cara menggambar DFD secara singkat. Semoga membantu!

(NSF)