Cara Membuat Pseudocode Sederhana, Ini Aspek yang Harus Diperhatikan

How to tekno
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara membuat pseudocode umum dicari oleh orang yang baru terjun di bidang algoritma pemrograman. Biasanya, pseudocode lazim ditemukan saat proses coding berlangsung.
Selain pseudocode, algoritma pemrograman bisa berbentuk deskriptif dan flowchart. Akan tetapi, pembahasan kali ini lebih merujuk pada pseudocode dan cara menuliskannya dengan benar.
Apa yang Dimaksud dengan Pseudocode?
Secara garis besar, pseudocode menyajikan algoritma menggunakan kode yang hampir mirip dengan pemrograman. Dikutip dari Built In, pseudocode dalam ilmu data atau pengembangan web adalah teknik untuk menggambarkan langkah-langkah berbeda dari suatu algoritma dengan cara yang mudah dipahami dan bersifat umum.
Bisa dibilang, pseudocode mudah dipahami bagi seseorang dengan pengetahuan pemrograman dasar. Selain itu, kode dalam pseudocode lebih rinci dibandingkan kode lainnya.
Manfaat Pseudocode
Ada beberapa manfaat pseudocode yang patut dipahami. Pertama, pseudocode merupakan implementasi dari algoritma dalam bentuk anotasi dan teks informatif yang ditulis dalam bahasa Inggris biasa. Hal itu menjadikannya tak memiliki sintaks layaknya bahasa pemrograman sehingga tak dapat dikompilasi oleh komputer.
Kedua, pseudocode berfungsi sebagai penghubung antara program dan algoritma atau flowchart. Selain itu, kode pseudo juga berperan sebagai dokumentasi kasar yang membantu pengembang memahami program dengan mudah.
Adapun manfaat ketiga dan yang paling utama, yakni pseudocode bisa menjelaskan apa yang harus dilakukan programmer di setiap baris program. Dengan begitu, ia lebih mudah membuat tahapan konstruksi kode.
Cara Membuat Pseudocode
Masih menyadur sumber yang sama, berikut cara membuat pseudocode yang bisa kamu coba.
Atur urutan tugas dan tulis pseudocode yang sesuai.
Awali dengan membuat pernyataan pseudocode yang menetapkan tujuan utama atau tujuan akhir.
Gunakan huruf besar pada kata awal. Biasanya salah satu dari enam konstruksi utama. Pastikan hanya membuat satu pernyataan setiap garis.
Jangan lupa lakukan indentasi atau menulis paragraf agak menjorok ke dalam guna menampilkan hierarki, meningkatkan keterbacaan, dan menampilkan konstruksi yang dibuat.
Selalu akhiri bagian multi-baris menggunakan salah satu kata kunci END, seperti ENDIF, ENDWHILE, dan sebagainya. Pada tahap ini, pastikan pernyataan yang dibuat tetap independen.
Gunakan domain penamaan masalah, bukan implementasi. Misalnya, "Tambahkan nama belakang ke nama depan" bukan "nama = depan + belakang.". Intinya, buat struktur yang sederhana, konsisten, dan mudah dibaca.
Sebagai contoh, kamu diminta untuk menuliskan algoritma pemrograman tipe pseudocode untuk mencari luas lingkaran. Maka kamu bisa menuliskan struktur sebagai berikut.
begin
numeric nRad, nArea
display "ENTER THE RADIUS OF CIRCLE : "
accept nRad
nArea = nRad*nRad*22/7
display "AREA OF CIRCLE : " nArea
end
Kamu bisa menyesuaikan penulisan algoritma pemrograman pseudocode dengan bahasa pemrograman yang dipakai. Misalnya, dengan bahasa C atau yang lainnya.
Itulah cara membuat pseudocode dan informasi seputarnya. Semoga informasi di atas bermanfaat!
(ANM)
Frequently Asked Question Section
Apa itu pseudocode?

Apa itu pseudocode?
Pseudocode dalam ilmu data atau pengembangan web adalah teknik untuk menggambarkan langkah-langkah dari suatu algoritma dengan cara yang mudah dipahami dan bersifat umum.
Algoritma pemrograman bisa disajikan dalam bentuk apa saja?

Algoritma pemrograman bisa disajikan dalam bentuk apa saja?
Selain pseudocode, algoritma pemrograman bisa berbentuk deskriptif dan flowchart.
Apa manfaat dibuatnya pseudocode?

Apa manfaat dibuatnya pseudocode?
Pseudocode bisa menjelaskan apa yang harus dilakukan programmer pada setiap baris program. Dengan begitu, ia akan lebih mudah membuat tahapan konstruksi kode.
