Cara Membuat Use Case Diagram, Lengkap dengan Penjelasannya

How to tekno
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara membuat use case diagram dilakukan untuk menggambarkan bagaimana pengguna akan memanfaatkan sistem demi mencapai tujuan tertentu.
Umumnya, dalam use case diagram terdapat sistem, use case, dan aktor terkait yang menghubungkannya satu sama lain.
Agar lebih jelas memahami tentang use case diagram dan cara membuatnya, kamu bisa menyimak artikel How to Tekno ini lebih lanjut.
Apa Itu Use Case Diagram?
Menurut laman lucidchart, use case diagram berguna untuk meringkas pengguna sistem yang disebut aktor dan interaksinya dengan sistem yang dirancang. Dalam menggunakannya, ada serangkaian simbol dan konektor khusus.
Umumnya, use case diagram dipakai sebagai skenario sebuah sistem atau aplikasi yang berinteraksi dengan orang, organisasi, dan lainnya. Selain itu, deskripsi ini juga bisa dipakai untuk melihat sasaran sistem untuk membantu mencapai entitas tertentu.
Komponen dan Simbol dalam Use Case Diagaram
Sebelum membuat use case diagram, kamu bisa menyimak komponen dan simbol yang digunakan dalam use case diagram. Dilihat dari laman lucidchart, berikut ini daftarnya:
Use case: ditulis di dalam bangun oval untuk mewakili pengunaan antar-pengguna yang kemungkinan berbeda.
Aktor: digambar menggunakan logo manusia stik atau stick man yang mewakili pengguna sistem.
Asosiasi: merupakan garis antara aktor dan use case.
Kotak batas sistem: digunakan untuk menetapkan cakupan sistem dalam use case diagram.
Cara Membuat Use Case Diagram
Ada beberapa tahapan yang harus kamu perhatikan saat pembuatan use case diagram. How To Tekno akan menjelaskan secara rinci di bawah ini.
Cara Membuat Use Case Diagram
Berikut cara membuat use case diagram yang dikutip dari Visual Paradigm Online:
1. Identifikasi Aktor
Sebelum membuat use case diagram, identifikasi aktor atau pengguna sistem yang akan dikembangkan.
2. Identifikasi Peran Aktor
Setelah itu, setiap kategori pengguna wajib diidentifikasi peran yang dilakukan. Peran yang ditulis di sini hanya yang relevan dengan sistem.
3. Identifikasi Kebutuhan Aktor
Kemudian, identifikasi kebutuhan pengguna dari sistem yang dirancang agar pembuatan sistem sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
4. Buat Kasus
Setelah menyusun tujuan pembuatan sistem, buat kasus penggunaannya.
5. Susun Semua Kasus
Lalu, susun semua kasus penggunaan yang sudah dirinci sebelumnya.
6. Prioritaskan, Tinjau, Perkirakan, dan Validasi
Terakhir, ketahui prioritas dari sistem yang dibuat kemudian lakukan peninjauan. Selain itu, lakukan beberapa perkiraan yang mungkin terjadi pada sistem dan lakukan validasi pengguna.
Demikian penjelasan tentang apa itu use case diagram. Selain itu, kamu juga sudah tahu cara membuatnya dengan benar. Semoga artikel ini bermanfaat!
(NSF)
