Konten dari Pengguna

Cara Mengatasi Error 403 dengan Cepat dan Mudah

How To Tekno

How To Tekno

How to tekno

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Error 403. Foto: Google Help
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Error 403. Foto: Google Help

Error 403 sering kali terjadi saat user membuka situs internet. Error 403 terjadi apabila server menolak user untuk masuk ke dalam web.

Bagaimana cara mengatasinya? Berikut penjelasan lengkap mengenai cara mengatasi Error 403 di situs website.

Apa Itu Error 403?

Ilustrasi Error 403. Foto: Hostinger

Menurut keterangan dari laman Mozilla, status kode HTTP 403 Forbidden berarti server memahami permintaan user, tetapi menolak untuk masuk ke web. Kode ini mirip dengan kode Error 401.

Bedanya, otentikasi ulang di Error 403 tidak akan membuat perbedaan. Umumnya, kesalahan akses ini terjadi karena beberapa sebab, di antaranya:

  • Halaman indeks tidak ada (index.html atau index.php)

  • Error pada plugin WordPress, baik tidak terkonfigurasi maupun tidak konpatibel

  • Kesalahan pada alamat IP

  • Serangan malware

  • Link halaman web sudah diperbaharui

Baca juga: Syntax Error: Pengertian, Penyebab, dan Contoh Kodenya

Cara Mengatasi Error 403

1. Hapus History atau Cache Web

Data browsing yang tidak valid bisa jadi penyebab munculnya tulisan Error 403 dalam halaman yang kamu tuju. Data browsing ini disimpan dalam cache browser. Maka dari itu, kamu perlu menghapusnya untuk mengatasi error yang terjadi.

Cara menghapusnya cukup mudah. Buka pengaturan browser, lalu cari opsi untuk menghapusnya. Dikutip dari Hostinger, langkah menghapus cache di Google Chrome adalah sebagai berikut:

  • Klik ikon menu tiga titik di pojok kanan atas

  • Buka Settings > Privacy and security

  • Lalu, clear browsing data

2. Identifikasi Malware di Perangkat

Penyebab Error 403 juga dapat berasal dari keberadaan malware. Jika situs web WordPress telah terinfeksi malware, kemungkinan besar kode berbahaya akan terus dimasukkan ke dalam file .htaccess.

3. Mengecek File .htaccess

Langkah lainnya adalah dengan mengecek file .htaccess. Dikutip dari Exabytes, cara mengeceknya adalah sebagai berikut:

  • Login cPanel lalu buka File Manager

  • Buka file .htaccess di bagian public_html

  • Kalau kamu tidak menemukan file .htaccess, klik menu Setting (yang terletak pada bagian pojok kanan atas) kemudian centang Show Hidden File

  • Setelah menemukan file .htaccess, kamu dapat mengunguh terlebih dahulu file tersebut dengan cara klik kanandownload

  • Apabila proses undah sudah tuntas, hapus file .htaccess yang ada pada cPanel

  • Coba akses kembali website

4. Reset Permission File dan Direktori

Permission yang buruk pada file atau folder bisa menjadi salah satu penyebab error ini.

Kamu bisa melakukannya dengan bantuan aplikasi FTP atau File Manager, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  • Gunakan Filezilla untuk mengakses website

  • Login cPanel

  • Klik kanan pada folder public_html kemudian pilih File Permissions

  • Masukkan kode “755” pada kolom Numeric Value

  • Pilih Apply to directories only, lalu OK

  • Coba buka kembali website

5. Nonaktifkan Plugin WordPress

Setelah mengecek file .htaccess dan mengatur ulang permission file mungkin peramban masih belum berhasil menghilangkan Error 403. Ini bisa saja terjadi apabila permasalahan bersumber dari plugin.

Oleh karena itu, kamu perlu mematikan plugin agar website dapat kembali normal. Untuk melakukannya, ikuti langkah berikut:

  • Buka akun hosting melalui FTP Klien

  • Buka folder public_html lalu wp-content

  • Nonaktifkan plugins dengan mengganti nama folder plugins menjadi disabled-plugins

  • Buka kembali website

(SLT)