Cara Mengatasi Error 503 Service Unavailable

How to tekno
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara mengatasi Error 503 Service Unavailable kerap dibutuhkan saat mendapati situs web mengalami gangguan. Kondisi itu merupakan hal yang lumrah terjadi. Akan tetapi, tak sedikit pemilik web yang belum mengetahui solusi yang harus dilakukan.
Secara umum, Error 503 Service Unavailable mengindikasikan bahwa server pada situs web sedang tak bisa diakses untuk beberapa waktu. Jika situs web kamu sedang mengalami masalah ini, simak penjelasan selengkapnya berikut.
Apa Itu Error 503 Service Unavailable?
Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa Error 503 Service Unavailable merupakan gangguan pada server sehingga tak bisa diakses untuk sementara waktu.
Dijelaskan dalam buku Web Hosting Do It Yourself! oleh Zafrial Afril, Error 503 Service Unavailable merupakan pesan kesalahan yang mengisyaratkan bahwa server web tak dapat menangani permintaan HTTP dari peramban.
Hal itu karena kapasitas pemrosesan di server telah melebihi batas yang ditentukan atau sedang mengalami kelebihan beban. Umumnya, pesan berisi Error 503 Service Unavailable ditandai dengan tampilan layar berwarna putih dan berbagai pesan peringatan gangguan. Misalnya, tulisan HTTP 503, HTTP Error 503, 503 Error, HTTP Server Error 503, dan pesan peringatan serupa lainnya.
Selain memuat permintaan akses berlebih, munculnya Error 503 Service Unavailable dapat dipicu oleh beberapa hal berikut:
Server web tak mendapatkan respons dari skrip PHP.
Server web tak dapat terhubung dengan skrip PHP. Salah satu hal yang menyebabkan masalah tersebut, yakni penggunaan sumber daya terlalu tinggi.
Resource hosting melebihi batas wajar penggunaan dan melewati kapasitas yang telah ditentukan.
Apabila Error 503 Service Unavailable tak segera diatasi, hal itu berpotensi memengaruhi performa situs web di kemudian hari.
Cara Mengatasi Error 503 Service Unavailable
Terdapat beberapa cara mengatasi Error 503 Service Unavailable agar situs web kembali normal. Tentunya, berbagai metode tersebut dapat disesuaikan berdasarkan masalah yang sedang dialami. Adapun beberapa alternatifnya adalah sebagai berikut:
1. Melakukan reboot server
Opsi pertama yang dapat dilakukan, yakni melakukan reboot pada server. Melalui metode ini, hardware akan di-refresh sehingga traffic akan kembali normal.
2. Melakukan pemeliharaan berkala
Agar performa uploader pada situs web tetap terjaga, pemeliharaan secara berkala penting untuk dilakukan. Dengan begitu, situs web tetap dapat dijalankan dengan optimal.
3. Menggunakan tema default
Penggunaan tema situs web yang terlalu berat menjadi salah satu di antara berbagai pemicu erornya situs web. Bila kamu menggunakan WordPress, pengaturan tema default dapat dilakukan melalui phpMyAdmin. Kemudian, lakukan pengaturan tema default dengan memilih opsi yang disediakan.
4. Menonaktifkan plugin
Selain penggunaan tema yang berat, munculnya eror pada situs web juga disebabkan oleh terlalu banyak plugin yang diterapkan. Untuk itu, kamu bisa menonaktifkan plugin dengan beberapa langkah berikut:
Lakukan login pada panel pengelolaan hosting.
Akses file manager.
Kamu juga dapat menggunakan koneksi FTP untuk melakukan akses masuk.
5. Memeriksa log aplikasi
Alternatif terakhir yang dapat dilakukan untuk mengatasi Error 503 Service Unavailable, yaitu memeriksa log aplikasi. Secara umum, log aplikasi merupakan kumpulan riwayat dari catatan aplikasi. Setiap aplikasi di situs web akan menyimpan beberapa log di sisi server.
Untuk itu, log aplikasi penting untuk diperiksa sehingga Error 503 Service Unavailable dapat segera diatasi.
Itulah uraian mengenai penyebab dan cara mengatasi Error 503 Service Unavailable. Semoga bermanfaat!
(ANM)
