Cara Mengatasi Error Code 0xc000000f Windows 10

How to tekno
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara mengatasi error code 0xc000000f Windows 10 biasanya dicari pengguna yang baru saja menginstal suatu program, driver baru, atau memutakhirkan sistem operasi.
Kesalahan dengan kode 0xc000000f umumnya diikuti pesan lain yang menyebabkan eror muncul, seperti "Windows dailed to start with error code 0xc000000f", "Your computer requires to be corrected 0xc000000f Windows 10", dan lainnya.
Lewat artikel ini, How To Tekno akan membagikan cara mengatasi error code 0xc000000f Windows 10, lengkap dengan penyebabnya. Kamu bisa mengikuti petunjuknya dengan runtut agar kesalahan tersebut tak lagi muncul di laptopmu.
Penyebab Error Code 0xc000000f Muncul di Windows 10
Sebelum mengetahui cara mengatasi error code 0xc000000f Windows 10, kamu dapat menyimak apa saja penyebab eror tersebut muncul.
Menurut laman easeus, galat ini bisa muncul karena masalah pembacaan konfigurasi boot dan manajer boot tak bisa menemukan file database-nya. Selain itu, eror ini bisa terjadi karena file rusak, malware menyerang sistem operasi, dan kesalahan pada diska.
Cara Mengatasi Error Code 0xc000000f Windows 10
Merangkum dari laman StellarInfo, di bawah ini adalah cara mengatasi error code 0xc000000f Windows 10 yang bisa kamu lakukan sendiri di rumah tanpa harus membawa laptop ke pusat servis:
1. Memperbaiki di Startup Repair
Metode pertama untuk mengatasi munculnya kode kesalahan 0xc000000f adalah masuk ke Startup Repair melalui Windows Recovery Environment (RE) dengan langkah di bawah ini:
Mulai sistem dengan USB instalasi media.
Ketika ikon Windows sudah muncul, kamu bisa reboot perangkat Windows-mu lagi.
Ulangi langkah di atas sebanyak tiga kali hingga kamu berhasil masuk ke layar Windows Setup.
Kemudian, klik pada 'Repair your computer'.
Setelah masuk ke Automatic Repair, klik 'Advanced' dan pilih 'Teoubleshoot'.
Jika sudah, klik 'Startup Repair' pada opsi yang tersedia.
Untuk masuk ke menu Startup Repair, input nama akun dan kata sandi yang terpasang.
Klik 'Continue'.
Ikuti arahan yang muncul di layarmu hingga prosesnya selesai.
Mulai ulang sistem dan eror 0xc000000f pun teratasi.
2. Gunakan Bootrec.exe di Windows RE
Kamu bisa menggunakan Bootrec.exe yang bisa mengatasi rusaknya MBR, Boot Sector, dan BCD (Boot Configuration Data) yang mengalami kesalahan. Begini caranya:
Mulai ulang laptopmu dengan media instalasi dan tekan tombol keyboard yang direkomendasikan di layar.
Setelah masuk ke halaman Windows RE, klik 'Advanced' dan pilih 'Troubleshoot'.
Pilih 'Advanced' lagi, lalu tekan opsi 'Command Prompt'.
Ketik bootrec.exe di CMD dan tekan 'Enter'.
Tutup CMD, lalu mulai ulang komputermu.
Selesai.
3. Jalankan Perintah CHKSDSK
Metode terakhir yang dibagikan di artikel ini adalah menjalankan perintah CHKSDSK lewat Command Prompt. Begini caranya:
Mulai ulang perangkatmu dengan media instalasi, kemudian buka 'Command Prompt' dengan langkah yang sama seperti metode sebelumnya.
Ketik perintah chkdsk f: /f di Command Prompt dan tekan 'Enter'.
Tunggu hingga prosesnya selesai.
Setelah itu, mulai ulang perangkatmu.
Selesai.
Sekian cara mengatasi error code 0xcoooooof Windows 10. Selamat mencoba!
(NSF)
Frequently Asked Question Section
Kapan umumnya eror code 0xcoooooof muncul di Windows 10?

Kapan umumnya eror code 0xcoooooof muncul di Windows 10?
Error code 0xc000000f Windows 10 muncul di perangkat yang baru saja menginstal suatu program, driver baru, atau memutakhirkan sistem operasi.
Bagaimana pesan eror 0xcoooooof muncul di Windows 10?

Bagaimana pesan eror 0xcoooooof muncul di Windows 10?
Kesalahan dengan kode 0xc000000f umumnya diikuti pesan lain yang menyebabkan eror muncul, seperti "Windows dailed to start with error code 0xc000000f", "Your computer requires to be corrected 0xc000000f Windows 10", dan lainnya.
Apa penyebab pesan eror 0xcoooooof muncul di Windows 10?

Apa penyebab pesan eror 0xcoooooof muncul di Windows 10?
Kesalahan pembacaan konfigurasi boot, manajer boot tak bisa menemukan file database-nya, file rusak, malware menyerang sistem operasi, dan kesalahan pada diska.
