Cara Mengatasi Flashdisk Minta Format Tanpa Kehilangan Data

How to tekno
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

“You need to format the disk in drive E: before you can use it. Do you want to format it?“
Apakah kamu pernah mendapat notifkasi tersebut saat mencolokkan flashdisk ke laptop atau komputer? Jika pernah, apa yang kamu lakukan?
Perlu diketahui, notifikasi tersebut merupakan pemberitahuan untuk memformat isi flashdisk. Biasanya hal itu terjadi jika flashdisk yang dicolokkan mengalami masalah pada berkas di sistem, sehingga data di dalamnya harus diformat.
Adapun pilihan yang diberikan saat notifikasi itu muncul, yakni opsi Format Disk dan opsi Cancel. Biasanya orang lebih memilih Cancel daripada melakukan Format Disk. Sebab, jika menekan opsi Format Disk, seluruh data di dalam flashdisk akan hilang.
Lantas bagaimana cara menanganinya? Untuk mengetahui cara mengatasi flashdisk minta format tanpa kehilangan data, simak langkah-langkahnya berikut ini.
Cara Mengatasi Flashdisk Minta Format Tanpa Kehilangan Data
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, penyebab flashdisk minta diformat, yaitu karena sistem Windows mendeteksi eror pada berkas sistem di flashdisk. Jika tak ingin mengatur ulang flashdisk, kamu harus memperbaiki berkas sistem yang eror tersebut.
Cara Mengatasi Flashdisk Minta Format Tanpa Kehilangan Data
Berikut cara mengatasi flashdisk minta format tanpa kehilangan data:
1. Jalankan Command Prompt
Langkah pertama, yaitu jalankan program Command Prompt dengan izin akses administrator. Caranya, klik tombol atau logo Windows. Pada kolom yang tersedia, lalu ketik cmd. Program Command Prompt pun akan muncul. Selanjutnya, klik Run administrator di bagian kanan.
2. Jalankan perintah check disk
Selanjutnya, masukkan perintah chkdsk E: /f dan akhiri dengan menekan enter. Huruf E pada perintah tersebut harus diganti dengan drive letter flashdisk yang kamu colokkan. Drive letter merupakan huruf yang dipakai untuk menamai drive penyimpanan. Contohnya drive C dan drive D.
3. Tunggu perbaikan flashdisk
Setelah menekan enter, maka pemindaian akan berlangsung. Jika telah selesai, kamu bisa melihat keterangan pada Command Prompt tersebut. Lihat apakah perbaikan berkas atau sistem pada flashdisk tersebut sudah berhasil atau belum.
4. Buka flashdisk untuk memastikannya normal kembali
Untuk memastikan bahwa perbaikan berjalan lancar dan berhasil, selanjutnya kamu bisa mengeceknya. Caranya, buka file explorer dan masuk ke flashdisk. Lalu cek apakah data-data dalam flashdisk tersebut bisa dibuka atau tidak.
5. Salin data yang ada di flashdisk ke laptop
Untuk mengamankan data di dalam flashdisk yang eror, kamu harus menyalin seluruh isi flashdisk tersebut. Salin ke penyimpanan lain, bisa di laptop, flashdisk lain, atau hardisk.
6. Format ulang flashdisk
Setelah menyalin semua data yang ada di flashdisk, kini kamu sudah bisa memformat flashdisk tersebut untuk memastikan bahwa tidak ada lagi sistem yang eror. Format flashdisk dengan cara melakukan klik kanan lalu tekan Format. Centang opsi Quick Format dan beri nama flashdisk tersebut. Selanjutnya tekan Start.
7. Masukkan lagi data ke dalam flashdisk
Setelah flashdisk diformat dan isinya kosong, selanjutnya kamu bisa memasukkan lagi data yang sudah disalin tadi.
(ZHR)
