Cara Mengatasi Phising Jika Telanjur Menjadi Korban

How to tekno
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada berbagai cara mengatasi phising yang bisa dilakukan korban. Seperti diketahui, phising merugikan karena data-data pemilik akan bocor dan biasanya digunakan untuk hal-hal yang tak diinginkan.
Pada artikel ini, How To Tekno akan membagikan cara mengatasi phising bagi pengguna yang baru saja terkena tindak kriminal tersebut. Namun, sebelumnya simak juga apa itu phising terlebih dahulu.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Apa itu Phising?
Apabila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, phising artinya pengelabuan. Tindakan ini marak dilakukan usai media sosial ramai digunakan masyarakat di seluruh dunia.
Dikutip dari artikel berjudul Ancaman Phising terhadap Pengguna Sosial Media dalam Dunia Cyber Crime yang diterbitkan Jurnal Online STKIP PGRI Tulungagung, phising adalah bentuk kegiatan yang sifatnya menjebak atau mengancam seseorang dengan memancing korbannya.
Pada mulanya, korban akan ditipu secara tak langsung agar memberikan semua informasi yang dibutuhkan. Phising sudah masuk ke dalam kejahatan siber dan terjadi di seluruh dunia.
Salah satu contoh kasus phising yang disadur dari White Paper Phising terbitan Universitas Sriwijaya adalah dengan mengelabuhi situs web salah satu bank. Korban yang memasukkan data-data pada web tersebut pada akhirnya kehilangan uang di tabungannya.
Cara Mengatasi Phising
Phising dapat dicegah dengan mengecek lagi situs web dan tak memberikan data pribadi pada orang-orang yang tak bekepentingan. Di bawah ini dibagikan cara mengatasi phising yang dirangkum dari lepide.com.
Cara Mengatasi Phising
Ada beberapa cara mengatasi phising yang bisa diikuti masyarakat, berikut langkah-langkahnya:
1. Nonaktifkan Perangkat dari Internet
Ada jenis phising yang membutuhkan jaringan Internet. Dengan begitu, salah satu cara mengatasinya adalah memutuskan koneksi pada perangkat yang dicurigai terkena phising.
2. Ubah Kata Sandi
Beberapa phising akan mengambil kata sandi akun yang disadap, misalnya, kata sandi aplikasi mobile banking. Segera ganti kata sandi dari akun yang terkena phising agar data di dalamnya tak bisa diakses orang lain.
3. Kumpulkan Bukti-bukti
Setelah menonaktifkan perangkat dari Internet dan mengubah kata sandi, kumpulkan bukti-bukti yang ada. Phising bisa dilakukan via situs web, telepon, SMS, atau surel. Karena itu korban dapat menyimpan bukti serangan pishing.
4. Laporkan Tindakan Phising
Laporkan tindakan phising pada pihak terkait, seperti kepolisian atau bank. Karena ini termasuk salah satu tindakan kriminal. Segera lapor ke kepolisian agar ditindak lebih lanjut dan tak ada korban lainnya.
5. Tambahkan Perlindungan pada Perangkat
Ada berbagai keamanan perangkat yang bisa digunakan untuk mencegah pishing. Pengguna dapat menginstalnya sehingga ketika terjadi aktivitas yang mencurigakan bisa segera dihentikan.
(NSF)
