Cara Mengatasi Request Failed with Status Code 500

How to tekno
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat mengakses situs web, tidak jarang pengguna menemukan berbagai galat atau error, salah satunya "Request failed with status code 500". Error ini tentu dapat mengganggu pengalaman pengguna karena akses ke situs menjadi terhambat.
Kode error "Request failed with status code 500" menunjukkan bahwa server hosting sedang mengalami masalah internal. Umumnya, hal tersebut disebabkan oleh adanya kesalahan pada sisi server, seperti bug pada kode program, konfigurasi server yang tidak tepat, atau konflik pada sistem aplikasi.
Lantas, bagaimana cara mengatasi Request failed with status code 500. Simak petunjuknya berikut ini!
Cara Mengatasi Request Failed with Status Code 500
Mengutip situs Rocket, berikut cara mengatasi Request failed with status code 500:
1. Refresh Halaman Website
Apabila menjumpai kode galat "Request failed with status code 500", langkah pertama yang dapat dilakukan adalah me-refresh halaman situs web.
Dalam beberapa kasus, error ini hanya bersifat sementara akibat gangguan pada server sehingga dapat teratasi dengan memuat ulang halaman.
Adapun beberapa cara yang dapat dilakukan untuk me-refresh halaman situs web, yaitu:
Klik ikon panah melingkar di sebelah kiri kolom URL.
Tekan tombol F5 di keyboard.
Tekan tombol 'CTRL+R' di keyboard.
2. Hapus Cache dan Cookies
Jika cara pertama belum berhasil, Anda bisa mencoba untuk menghapus cache dan cookies peramban. Ikuti langkah-langkah berikut bagi pengguna Chrome:
Klik ikon tiga titik vertikal di sudut kanan atas peramban untuk membuka menu 'Tools'.
Setelah itu, pilih 'History'.
Di sebelah kiri, pilih 'Clear Browsing Data'.
Pada jendela yang muncul, pastikan rentang waktu (Time Range) diatur ke 'All Time'.
Centang opsi 'Cookies and other site data' dan 'Cached images and files'. Ini memastikan agar semua data cache dan cookies terhapus.
Setelah itu, klik tombol 'Clear Data' untuk menghapus cache dan cookies dari peramban Chrome.
3. Periksa File .htaccess
Administrator situs web bisa memeriksa file .htaccess. Berkas ini bisa dijumpai di direktori utama situs web.
File .htaccess yang salah konfigurasi dapat memicu terjadinya 500 Internal Server Error. Berikut cara memperbaikinya:
Buka file .htaccess.
Ubah nama .htaccess menjadi .htaccess_backup.
Muat ulang halaman situs web.
4. Tinjau Server Log dan Error Log
Administrator juga bisa memeriksa server log dan error log untuk menemukan informasi lebih rinci mengenai penyebab munculnya "Request failed with status code 500".
Dengan memeriksa bagian ini, administrator akan mengetahui penyebab error-nya.
5. Debug File atau Script PHP
File atau script PHP yang bermasalah dapat menyebabkan server gagal memproses permintaan. Sehingga, kode error "Request failed with status code 500" pun muncul.
Karena itu, penting untuk melakukan proses debugging untuk menemukan sumber masalahnya. Begini caranya:
Aktifkan fitur display_errors pada file php.ini untuk menampilkan pesan error PHP secara langsung saat script dijalankan.
Gunakan fungsi error_log() untuk mencatat detail error ke dalam file log sehingga lebih mudah dianalisis.
Baca Juga: Cara Mengatasi Error Bookmark Not Defined di Word
(NSF)
