Konten dari Pengguna

Cara Mengatasi Windows was Unable to Complete the Format

How To Tekno

How To Tekno

How to tekno

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Windows was unable to complete the format. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Windows was unable to complete the format. Foto: Unsplash.

Windows was unable to complete the format adalah salah satu pesan galat yang sering muncul saat proses format drive gagal dilakukan. Pesan ini biasanya muncul pada flashdisk, kartu SD, atau hard disk eksternal yang terhubung ke komputer.

Kegagalan format ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor teknis, mulai dari proteksi tulis hingga kerusakan pada sektor penyimpanan. Simak penyebab dan cara mengatasinya berikut ini!

Penyebab Windows was Unable to Complete the Format

Ilustrasi Windows was unable to complete the format. Foto: Unsplash.

Dikutip dari laman DiskGenius, kegagalan format pada drive bisa dipicu oleh beberapa faktor teknis berikut ini:

  • Write protection yang aktif pada perangkat penyimpanan sehingga perubahan data, termasuk proses format, tidak bisa dilakukan.

  • Bad sector atau kerusakan pada sektor penyimpanan yang membuat sistem tidak bisa membaca maupun menulis data pada area tersebut.

  • Virus dan malware yang menginfeksi drive akibat terhubung ke komputer tanpa perlindungan antivirus.

  • Kurangnya akses administrator pada komputer yang digunakan untuk melakukan format.

  • Kerusakan fisik pada drive sehingga proses format tidak bisa diselesaikan.

Cara Mengatasi Windows was Unable to Complete the Format

Ilustrasi Windows was unable to complete the format. Foto: Unsplash.

Dirangkum dari laman Microsoft, Reclaime, dan sumber lainnya, ada beberapa metode yang dapat dicoba untuk mengatasi error ini sesuai penyebabnya, yaitu:

1. Format Melalui Disk Management

Disk Management adalah salah satu cara mudah untuk memformat ulang perangkat yang bermasalah.

Caranya, buka Disk Management melalui menu Start, klik kanan drive yang ingin diformat, pilih Format, tentukan file system seperti FAT32 atau NTFS, lalu klik OK.

2. Menggunakan Command Prompt

Command Prompt dengan akses administrator dapat digunakan untuk memindai dan memperbaiki drive. Salah satu perintah yang bisa digunakan adalah chkdsk E: /f /r /x.

Alternatifnya, gunakan DiskPart dengan perintah list disk, select disk, dan format fs=FAT32 quick. Sesuaikan huruf atau nomor drive dengan perangkat yang ingin diperbaiki.

3. Menghapus Write Protection

Jika error disebabkan oleh write protection, atribut tersebut harus dihapus sebelum memformat ulang.

Buka Command Prompt sebagai administrator, lalu jalankan diskpart, list disk, select disk [nomor disk], dan attributes disk clear readonly. Jika berhasil, akan muncul keterangan Disk attributes cleared successfully.

4. Membersihkan Virus

Jalankan pemindaian antivirus pada perangkat yang bermasalah untuk mendeteksi dan mengatasi error akibat malware. Jika belum menggunakan antivirus pihak ketiga, manfaatkan Windows Defender yang sudah tersedia secara bawaan di Windows.

5. Memeriksa dan Memperbaiki Bad Sector

Jika error disebabkan oleh bad sector, periksa drive melalui Properties > Tools > Check. Fitur ini dapat memindai dan memperbaiki error pada drive.

Namun, proses perbaikan berisiko menyebabkan kehilangan data sehingga sebaiknya lakukan pencadangan terlebih dahulu.

6. Format di Safe Mode

Jika cara-cara sebelumnya belum membuahkan hasil, format dapat dicoba di mode aman atau Safe Mode.

Safe Mode membatasi program yang berjalan di latar belakang sehingga proses format memiliki peluang lebih besar untuk berhasil. Safe Mode dapat diaktifkan melalui perintah msconfig di kolom pencarian Windows.

(FHK)

Baca juga: 25 Perintah Dasar Linux, Wajib Diketahui Pemula