Cara Menghitung Subnet Mask pada Alamat IP, Ini Metodenya

How to tekno
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara menghitung subnet mask bisa menggunakan formula host. Subnetting sendiri adalah pembagian dari IP jaringan menjadi dua atau lebih. Komputer yang masuk ke dalam subnet akan dialamatkan dengan bit grup umum, identik, dan signifikan dalam alamat IP.
Lantas, bagaimana cara menghitung subnet mask? Simak informasi selengkapnya di artikel ini. Namun sebelum itu, ketahui terlebih dahulu apa itu subnet mask.
Apa Itu Subnet Mask?
Disadur dari it.telkomuniversity.ac.id, subnet mask adalah istilah informasi yang mengacu pada angka biner 32 bit untuk membedakan ID jaringan dengan ID host. Selain itu, fungsinya untuk menunjukkan letak sebuah host, apakah ada di jaringan lokal atau luar.
Penggunaan subnet sendiri dipakai untuk mengontrol trafik jaringan agar lebih baik. Lalu, bisa memungkinkan aliran lalu lintas jaringan antar host terpisahkan berdasarkan konfigurasi jaringan dan mengatur lalu lintas IP.
Subnet juga bisa dipakai untuk meningkatkan keamanan jaringan dan mengatur host pada sebuah kelompok.
Baca Juga: Cara Menghitung Diskon di Excel, Mudah Banget!
Cara Menghitung Subnet Mask
Setelah memahami apa itu subnet mask, simak juga cara menghitung subnet mask di bawah ini, lengkap dengan contoh kasusnya.
Cara Menghitung Subnet Mask
Di bawah ini cara menghitung subnet mask yang dirangkum dari shorttutorials.com:
1. Tentukan Kelas dari Alamat IP
Untuk menentukan kelas dari alamat IP, ketahui klasifikasi alamat IP di bawah terlebih dahulu:
Alamat IP yang diawali angka 1 hingga 126, masuk ke kelas A.
Alamat IP yang diawali angka 128 hingga 191, masuk ke kelas B.
Alamat IP yang diawali angka 192 hingga 223, masuk ke kelas C.
Seperti contoh, untuk alamat IP 92.35.128.93, masuk ke kelas C.
2. Hitung Jumlah Bit untuk Menentukan Subnet
Rumus yang dipakai untuk menghitung jumlah bit adalah Log2 (jumlah subnet + 2).
Seperti contoh diberikan 6 subnet, sehingga dengan rumus di atas akan mendapatkan jumlah bit sebanyak: Log2 (6+2) = 3 bit.
3. Susun Subnet Mask dalam Biner
Gunakan hasil perhitungan jumlah bit di atas untuk menyusun subnet mask dalam bentuk biner dengan klasifikasi biner default. Di mana klasifikasi tersebut adalah:
Kelas A: 11111111.00000000.00000000.00000000 (8 bit)
Kelas B: 11111111.11111111.00000000.00000000 (16 bit)
Kelas C: 11111111.11111111.11111111.00000000 (24 bit).
Untuk contoh alamat IP pada kasus ini adalah 92.35.128.93 yang masuk ke klasifikasi kelas C, di mana binernya adalah 11111111.11111111.11111111.00000000.
4. Ganti Bit Subnet dalam Klasifikasi Biner
Langkah selanjutnya adalah mengganti bit subnet dalam klasifikasi biner, akan mendapatkan 11111111.11111111.11111111.11100000.
5. Konversi Nilai Biner ke Desimal
Lalu, konversikan nilai iner di atas dengan desimal. Untuk oktet 1111111 ditulis 255 dan oktet 00000000 ditulis 0.
Sementara untuk oktet campuran 1 dan 0, bisa pakai rumus (128 x n) + (64 x n) + (32 x n) + (16 x n) + (8 x n) + (4 x n) + (2 x n) + (1 x n). Nilai n bisa diganti angka 1 atau 0, sesuai urutan binernya.
Untuk contoh biner yang sebelumnya diperoleh, maka perhitungannya adalah:
11111111 = 255
11111111 = 255
11111111 = 255
11100000 - (128 x 1) + (64 x 1) + (32 x 1) + (16 x 1) + (8 x n) + (4 x 0) + (2 x 0) + (1 x 0) = 224
6. IP Subnet Mask Diketahui
Dari perhitungan di atas, dapat diketahui IP subnet mask adalah 255.255.255.224.
(NSF)
Frequently Asked Question Section
Apa itu subnet mask?

Apa itu subnet mask?
Istilah informasi yang mengacu pada angka biner 32 bit untuk membedakan ID jaringan dengan ID host.
Apa fungsi subnet mask?

Apa fungsi subnet mask?
Untuk menunjukkan letak sebuah host, apakah ada di jaringan lokal atau luar. Subnet juga bisa dipakai untuk meningkatkan keamanan jaringan dan mengatur host pada sebuah kelompok.
Alamat IP yang diawali angka 1 hingga 126 masuk ke kelas apa?

Alamat IP yang diawali angka 1 hingga 126 masuk ke kelas apa?
Alamat IP yang diawali angka 1 hingga 126, masuk ke kelas A.
