Cara Menjual Foto di Internet, Ini Tipsnya

How to tekno
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fotografi kini bukan hanya sekadar hobi, tapi juga bisa menjadi ladang bisnis yang menjanjikan. Salah satunya adalah dengan menjual foto di internet.
Menjual foto di internet bukan hanya tentang mendapatkan uang, tapi juga tentang bagaimana Anda bisa membagikan karya seni Anda kepada dunia. Dengan menjual foto, Anda tidak hanya bisa mendapatkan penghasilan tambahan, namun tentunya Anda juga bisa membangun portofolio dan reputasi sebagai fotografer handal.
Cara Menjual Foto di Internet
Laman Graph Paper Press menjelaskan, biasanya fotografer memiliki caranya sendiri-sendiri untuk menjual foto di internet, mulai dari menjual foto berlisensi ke situs foto stok, menjual cetakan atau buku foto, hingga menjual jasa fotografi itu sendiri.
Setiap metode tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Apa yang menjadikannya berhasil tergantung pada jenis fotografi diselami dan target pasar.
Sebelum Anda mulai menjual foto, penting untuk memahami aspek hukum dari menjual foto di internet. Misalnya, Anda perlu mengetahui tentang hak cipta dan lisensi dan bagaimana hal-hal ini mempengaruhi cara Anda menjual foto. Untuk menjual foto berlisensi ke situs stok, ini cara yang bisa Anda lakukan.
1. Pelajari Dasar-Dasar Fotografi dengan Baik
Apabila Anda seorang fotografer pemula, menjual foto di internet mungkin terdengar keren dan menjanjikan cara mudah untuk menghasilkan uang. Tapi, untuk menjadi fotografer foto stok yang sukses, Anda harus menjadi fotografer yang handal terlebih dahulu.
2. Potret dengan Komposisi yang Baik
Mengutip dari laman Photutorial, inti dari fotografi adalah memposisikan objek dalam komposisi sebaik mungkin. Foto dengan komposisi yang tepat akan banyak terjual 10 kali lipat ketimbang foto yang asal-asalan.
Oleh karena itu, banyak fotografer profesional yang menggunakan sejumlah teknik untuk membantu memposisikan bidikan mereka. Salah satu komposisi foto yang sering diandalkan adalah rule of thirds.
3. Coba Ikuti Tren
Di berbagai situs foto stok, persaingannya sangat ketat. Lalu, Bagaimana cara Anda agar dilirik oleh pembeli? Caranya adalah dengan mengikuti tren.
Anda dapat menemukan topik-topik terkini di sekitar untuk foto Anda. Usahakan mencari topik aktual yang belum banyak keberadaanya di situs stok foto. Contoh, saat pandemi dimulai pada tahun 2020, Anda dapat berinisiatif untuk mengambil gambar situasi lockdown atau orang-orang yang menggunakan masker.
Baca juga: 3 Cara Ganti Background Foto Online tanpa Aplikasi Tambahan
4. Tingkatkan Editing Foto
Langkah pertama ini merupakan langkah yang krusial. Banyak orang yang memiliki foto dengan momen yang pas namun malah merusaknya dengan teknik editing yang buruk, seperti oversaturation atau HDR yang berlebihan.
Salah satu cara terbaik untuk menghasilkan foto dengan editing yang ciamik adalah dengan menggunakan software editing foto yang memfasilitasi penyuntingan profesional. Aplikasi editing foto yang banyak disarankan adalah Lightroom.
5. Tentukan Situs Terbaik untuk Menjual Foto
Anda perlu mempelajari dahulu peraturan, kelebihan, hingga penghasilan yang ditawarkan tiap platform atau situs foto stok. Beberapa situs seperti Shutterstock dan Getty Images sering menjadi situs pilihan untuk menjual foto.
Shutterstock hanya menerima gambar dalam format JPEG dan TIFF. Semua gambar juga harus berukuran minimal 4MP atau lebih besar dan diatur pada pengaturan kualitas tertinggi. Website ini memiliki sejumlah batasan mengenai foto apa yang dapat mereka terima, terutama untuk lisensi komersial.
Sedangkan pada Getty Images, foto yang diunggah tidak boleh lebih dari 3GB dan harus dengan format JPEG. Mereka juga menentukan persyaratan khusus untuk video, yakni dalam format file MOV dan tidak lebih dari 3GB.
(DSY)
