Cara Monetisasi YouTube 2022, Lengkap dengan Syarat dan Prosedurnya

How to tekno
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah kamu berniat memiliki penghasilan tambahan hanya melalui unggahan video? Jika demikian, kamu wajib menyimak cara monetisasi YouTube 2022 yang akan dibahas lebih lanjut pada artikel How To Tekno berikut ini.
Di era digital, berbagai kegiatan dapat dilakukan secara daring dan tak menutup kemungkinan bisa mendatangkan keuntungan bagi para penggunanya. Kondisi itu didukung dengan munculnya fitur monetisasi yang kini banyak ditemukan di berbagai media sosial, terkhusus YouTube.
Secara umum, monetisasi dapat dipahami sebagai upaya mengubah atau mengelola blog, baik berupa tulisan maupun video menjadi media yang menghasilkan uang. Itulah sebabnya, seiring dengan perkembangan teknologi, tujuan bermedia sosial pun bergeser.
Mulanya media sosial dijadikan media berekspresi, seiring waktu platform tersebut menjadi wadah yang berpotensi untuk mendulang rezeki. Lantas, bagaimana cara monetisasi YouTube? Simak uraian selengkapnya di bawah ini.
Syarat dan Prosedur Monetisasi YouTube
Sebelum membahas lebih lanjut cara monetisasi YouTube, ada baiknya kamu memahami syarat dan prosedur yang berlaku. Dengan demikian, proses monetisasi pun dapat dilakukan tanpa kendala.
Melansir laman bantuan Google, berikut beberapa syarat yang harus dipenuhi saat akan melakukan monetisasi YouTube:
Patuhi segala kebijakan monetisasi YouTube.
Bertempat tinggal di wilayah atau negara yang menyediakan program partner YouTube.
Memiliki lebih dari 4.000 jam waktu tonton publik yang valid dalam kurun waktu 12 bulan terakhir.
Memiliki lebih dari 1.000 pelanggan (subscribers).
Memiliki akun Adsense yang ditautkan.
Sementara itu, prosedur yang harus ditaati oleh pengguna, di antaranya:
Kanal YouTube mendapatkan 1.000 pelanggan (subscribers).
Kanal YouTube memiliki 4.000 jam tayang.
Mengajukan program monetisasi.
Menyetujui segala persyaratan yang berlaku.
Membuat akun Adsense dan menautkannya pada kanal YouTube.
Menunggu peninjauan monetisasi.
Pantangan Ketika Melakukan Monetisasi
Menurut Buku Pintar Monetisasi YouTube oleh Su Rahman, terdapat hal-hal yang pantang dilakukan ketika melakukan monetisasi di platform Youtube, di antaranya:
Mengeklik iklan sendiri. Sebab, tindakan itu termasuk ke dalam invalid click dan berpotensi menyebabkan platform ter-suspend sementara. Akibatnya, akun Adsense juga ikut ter-suspend.
Menampilkan iklan sendiri. Apabila masih tetap dilakukan, monetisasi akan dicabut.
Sementara itu, dalam jurnal Konten Kreatif YouTube sebagai Sumber Penghasilan Ditinjau dari Etika Bisnis Islam oleh Husnun Azizah, ada kriteria konten yang dilarang YouTube untuk dimonetisasi, antara lain:
Konten bermuatan seksual atau pornografi.
Konten yang merugikan atau berbahaya bagi diri sendiri maupun orang lain.
Konten kekerasan atau vulgar.
Konten yang melanggar hak cipta.
Konten yang mengandung kebencian, sepeti ujaran kebencian, mempromosikan kekerasan terhadap individu atau kelompok berdasarkan ras atau etnis, disabilitas, jenis kelamin, usia, kebangsaan, status veteran, orientasi seksual, ataupun identitas gender.
Konten yang mengandung spam atau hoaks.
Cara Monetisasi YouTube 2022
Setelah memahami syarat dan prosedur yang diberlakukan YouTube, berikut cara monetisasi YouTube seperti yang dilansir dari laman bantuan Google:
Buka YouTube melalui peramban dan lakukan login menggunakan akun YouTube.
Buka YouTube Studio.
Tekan ikon garis tiga yang terletak di sebelah kiri atas untuk memunculkan menu selanjutnya. Lalu pilih ‘Konten’.
Pilih menu ‘Video’ untuk memunculkan pengaturan video yang sudah diunggah sebelumnya.
Pilih menu ‘Monetisasi’ yang ada di sebelah kiri halaman.
Terakhir pilih jenis iklan yang akan ditayangkan saat video diputar dan klik ‘Simpan’.
Itulah uraian tentang cara monetisasi YouTube beserta syarat dan prosedur yang harus dijalankan. Semoga bermanfaat!
(ANM)
