Konten dari Pengguna

Cara Setting Alarm Token Listrik, Bisa Pakai Kode Ini

How To Tekno

How To Tekno

How to tekno

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Warga memasukan pulsa token listrik di tempat tinggalnya, di Jakarta, Selasa (1/4/2020). Foto: Antara/Nova Wahyudi
zoom-in-whitePerbesar
Warga memasukan pulsa token listrik di tempat tinggalnya, di Jakarta, Selasa (1/4/2020). Foto: Antara/Nova Wahyudi

Cara setting alarm token listrik di kWh meter atau meteran penting untuk diketahui bila kamu tak ingin terganggu dengan bunyi yang dihasilkan. Umumnya, alarm listrik akan menghasilkan suara sebagai tanda bahwa pulsa listrik yang digunakan akan habis.

Untuk mengetahui langkah-langkah untuk mengatur alarm token listrik, simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Cara Setting Alarm Token Listrik

Ilustrasi cara setting alarm token listrik. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Seperti yang diketahui, token listrik merupakan salah satu komponen penting bagi pengguna layanan listrik prabayar. Hampir sama seperti mengisi pulsa, setiap pengguna listrik prabayar harus memasukkan token agar saldo listrik terisi sesuai jumlah yang dibutuhkan.

Nantinya, saldo dari pengisian token tersebut dikonversikan menjadi kWh yang diubah menjadi daya listrik agar bisa memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari.

Agar ketersediaan listrik tetap terjaga, kWh meter dilengkapi alarm yang berbunyi saat saldo listrik menipis. Alarm tersebut memiliki bunyi yang berulang sehingga pengguna harus segera mengisi token untuk menghentikan suara alarm tersebut.

Kamu juga bisa mengatur alarm token listrik di meteran untuk mengantisipasi bunyi alarm token listrik yang tak terduga dengan mengubah batas minimal sisa dayanya.

Melalui langkah tersebut, pengguna bisa menunda alarm berbunyi saat sisa token mendekati habis. Sebagai tambahan informasi, batas standar minimum yang ditetapkan PLN adalah 20 kwh.

Apabila sisa listrik sudah mencapai angka tersebut, otomatis alarm akan berbunyi. Kendati demikian, kuota 20 kWh dinilai masih cukup untuk dipakai selama dua sampai tiga hari.

Cara Setting Alarm Token Listrik di Meteran

Mengatur alarm token listrik bisa kamu lakukan dengan mudah tanpa perlu memanggil petugas PLN. Pasalnya, kamu hanya perlu memasukkan kode tertentu diikuti digit angka batas minimal kWh. Agar lebih jelas, ikuti langkah-langkahnya berikut ini:

  1. 1. Tekan kode 456

    Buka tombol meteran dan masukkan kode 456.

  2. 2. Tambahkan angka batas minimal kWh

    Tambahkan angka yang merujuk pada batas batas minimal kWh sesuai keinginan. Sebagai contoh, kamu ingin mengatur alarm token listrik berbunyi bila sisa saldo tinggal 30 kWh. Tambahkan angka 30 setelah kode 456. Jadi, kode yang dimasukkan ialah 45630. Kamu bisa menyesuaikan batas minimal sesuai rata-rata pemakaian token per harinya.

  3. 3. Tekan tombol Enter

    Bila kode sudah dimasukkan dengan benar, tekan tombol Enter di pojok bawah.

  4. 4. Selesai

    Alarm token listrik berhasil diatur. Kini alarm tersebut akan berbunyi sesuai sisa saldo listrik yang telah kamu atur batas minimalnya.

Cara Mematikan Alarm Token Listrik

Petugas PLN mengecek meteran listrik. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Kamu juga dapat mematikan alarm token listrik bila diperlukan. Cara ini dapat mematikan alarm dengan durasi berbeda untuk tiap merek meteran listrik yang digunakan. Di sisi lain, ada yang hanya bertahan dalam durasi lima sampai 10 menit, bahkan satu jam.

Berikut cara mematikan alarm token listrik yang bisa kamu ikuti.

  1. Cek meteran listrik yang alarmnya berbunyi.

  2. Masukkan kode 812 pada meteran listrik.

  3. Tekan tombol Enter.

  4. Selesai, alarm token listrik berhasil dimatikan.

Itulah cara setting alarm token listrik beserta cara mematikannya. Semoga informasi di atas membantu dan selamat mencoba!

(ANM)