Konten dari Pengguna

Cara Setting Autofill Password di berbagai Perangkat

25 September 2023 12:44 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi cara setting autofill password. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara setting autofill password. Foto: Unsplash
ADVERTISEMENT
Cara setting autofill password bisa mempermudah pengguna untuk mengisi kata sandi sebelum masuk ke sebuah platform. Fitur ini dapat mempersingkat waktu, terutama jika kata sandi pengguna panjang.
ADVERTISEMENT
Namun, apakah autofill password aman digunakan? Artikel ini akan menjelaskan mengenai fitur ini lengkap dengan cara setting autofill password.

Cara Setting Autofill Password di Android

Ilustrasi cara setting autofill password. Foto: Unsplash/Sergey Zolkin
Autofill password bisa diartikan menyimpan kata sandi secara otomatis. Pengguna bisa menggunakan fitur ini untuk menyimpan kata sandi di aplikasi atau situs web yang dibuka lewat peramban ponsel.
Berikut cara setting autofill password untuk berbagai perangkat yang bisa diikuti pengguna:

1. Android

Pengguna Android bisa mengikuti petunjuk di bawah untuk mengelola pengaturan menyimpan kata sandi secara otomatis. Dikutip dari support.google.com, berikut penjabaran selengkapnya:
ADVERTISEMENT

2. iPhone

iPhone juga menghadirkan fitur untuk menyimpan kata sandi sehingga pengguna tak perlu mengisi secara manual. Dikutip dari support.apple.com, begini caranya:

3. Komputer

Pengguna Chrome via komputer atau laptop juga bisa mengikuti petunjuk di bawah ini untuk menyimpan kata sandi ke situs tertentu. Dikutip dari support.google.com, berikut penjelasannya:
ADVERTISEMENT

Apakah Autofill Password Aman?

Ilustrasi cara setting autofill password. Foto: Towfiqu barbhuiya/Unsplash
Fitur isi otomatis kata sandi atau autofill password memang mempersingkat waktu pengguna saat masuk ke situs atau platform tertentu. Namun ternyata, fitur ini memiliki kelemahan.
Berdasarkan laman kaspersky.com, data yang disimpan dalam fitur isi otomatis kata sandi, terutama di peramban, rentan menjadi sasaran peretasan. Pemicu hal ini sangat beragam, mulai dari malware atau pencurian data langsung oleh peretas.
Isi otomatis kata sandi bekerja dengan menyimpan lewat proses enkripsi. Setelahnya, perangkat yang memakai data-data tersebut bisa mengaksesnya.
Peramban yang menyimpan kata sandi akan menganggap data enkripsi telah aman, sehingga aplikasi apa pun di perangkat tersebut dapat mengaksesnya. Hak ases juga dimiliki malware yang sudah masuk ke perangkat pengguna.
ADVERTISEMENT
Alhasil, malware dapat melihat hingga menggunakan data yang tersimpan di fitur isi otomatis kata sandi. Menurut catatan Kaspersky pada 2019, setidaknya ada 940 ribu data yang berhasil dicuri lewat fitur isi otomatis kata sandi.
(NSF)