Konten dari Pengguna
Cara Setting Suhu AC Agar Hemat Listrik, Ikuti Petunjuknya!
15 Oktober 2025 15:31 WIB
·
waktu baca 3 menit
Kiriman Pengguna
Cara Setting Suhu AC Agar Hemat Listrik, Ikuti Petunjuknya!
Cara setting suhu AC agar lebih hemat listrik sebenarnya cukup mudah, pengguna hanya perlu mengikuti petunjuk lengkapnya melalui artikel berikut.How To Tekno
Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Air Conditioner (AC) kini menjadi salah satu perangkat elektronik yang paling banyak digunakan di rumah, terutama di wilayah perkotaan. Hal ini tidak mengherankan, karena AC mampu memberikan kesejukan dan kenyamanan yang lebih maksimal dibandingkan dengan kipas angin biasa.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, penggunaan AC kerap dianggap sebagai penyebab utama melonjaknya tagihan listrik di rumah. Untungnya, ada beberapa setting atau pengaturan sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi konsumsi daya. Lantas, bagaimana cara setting suhu AC agar hemat listrik?
Cara Setting Suhu AC Agar Hemat Listrik
Masalah utama borosnya tagihan listrik bukan hanya disebabkan oleh frekuensi penggunaan AC yang tinggi, tetapi juga karena pengaturan suhu yang terlalu rendah. Dikutip dari laman Voltas, cara setting suhu AC agar hemat listrik adalah dengan mengatur suhu di kisaran 24°C hingga 26°C.
Rentang suhu tersebut dianggap paling efisien dalam penggunaan energi. Sebab, menyalakan AC pada suhu yang terlalu rendah justru memaksa kompresor bekerja lebih keras, sehingga konsumsi listrik meningkat dan usia mesin bisa menjadi lebih pendek.
ADVERTISEMENT
Suhu 24°C dianggap paling ideal karena seimbang antara kenyamanan dan efisiensi. Kombinasi pengaturan suhu ini dengan penggunaan AC berkapasitas 1,5 PK bisa menghasilkan penghematan maksimal bahkan saat cuaca sedang sangat panas.
Selain pengaturan suhu, pilihan mode pada AC juga berperan penting dalam hemat listrik. Berikut penjelasannya:
1. Mode Cool
Saat cuaca terasa sangat panas dan lembap, Mode Cool menjadi pilihan yang paling efektif untuk digunakan. Mode ini memang dirancang khusus untuk menurunkan suhu ruangan sesuai preferensi pengguna, sehingga terasa lebih sejuk dalam waktu singkat.
Namun, penggunaan mode ini membuat kompresor bekerja lebih berat. Karena itu, disarankan untuk tetap mengatur suhu di kisaran ideal, seperti 24–26°C. Menyetel suhu terlalu rendah, seperti 18°C, bisa menyebabkan konsumsi listrik menjadi membengkak.
ADVERTISEMENT
2. Mode Dry
Saat musim hujan tiba, suhu udara di Indonesia umumnya menurun beberapa derajat. Di wilayah pesisir, suhu bisa berada di sekitar 28°C, sementara di daerah pegunungan bisa turun hingga 23°C. Rata-rata suhu selama musim hujan biasanya berada di kisaran 26°C.
Namun, permasalahan utama saat hujan bukan lagi suhu, melainkan tingkat kelembapan yang tinggi di dalam rumah. Dalam kondisi ini, Mode Dry bisa dimanfaatkan untuk mengurangi kelembapan secara efisien tanpa membebani konsumsi listrik berlebihan.
3. Mode Eco atau Energy Saver
Mode Eco atau Energy Saver merupakan opsi yang efektif saat ruangan tidak ditempati dalam jangka waktu tertentu. Mode ini bekerja dengan menyesuaikan penggunaan energi berdasarkan kinerja kipas dan kompresor.
Ketika suhu ruangan sudah mencapai tingkat yang telah ditentukan, kompresor akan langsung berhenti otomatis. Sementara itu, kipas akan tetap menyala secara berkala untuk menjaga sirkulasi udara agar tetap lancar.
ADVERTISEMENT
Meski efisiensinya belum sebaik Mode Dry, penggunaan mode ini tetap mampu menghemat konsumsi listrik sekitar 20–30%. Pengaturan suhu yang ideal berada di kisaran 24–26°C, dan sebaiknya tidak disetel lebih rendah dari 22°C.
4. Mode Sleep
Mode AC hemat listrik yang paling cocok digunakan saat tidur biasanya dikenal dengan sebutan mode ‘Sleep’ atau ‘Night. Mode ini bekerja dengan menaikkan suhu ruangan sekitar 1–2 derajat Celsius setelah beberapa jam pemakaian, mengikuti pola alami turunnya suhu tubuh saat tidur.
Penyesuaian ini bertujuan untuk menjaga kenyamanan tidur sekaligus mengurangi konsumsi listrik. Dengan menerapkan mode ‘Sleep’ atau ‘Night’, pengguna dapat menikmati udara sejuk, sambil menghemat penggunaan energi listrik hingga sekitar 10 hingga 30 persen.
ADVERTISEMENT
(RK)

