Channel Metro TV Digital, Berikut Daftar Frekuensinya

How to tekno
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Frekuensi channel Metro TV digital berubah lantaran adanya peralihan siaran TV analog ke TV digital. Pada mulanya siaran televisi ini menggunakan satelit Palapa tetapi kini telah berpindah ke satelit Telkom.
Artikel ini akan membagikan daftar frekuensi terbaru untuk channel Metro TV digital untuk semua wilayah. Jadi, simak informasi selengkapnya di bawah ini.
Daftar Frekuensi Channel Metro TV Digital
Metro TV adalah televisi berita pertama di Indonesia yang sudah mengudara sejak 25 November 2005. Dikutip dari metrotvnews.com, siaran Metro TV bertujuan untuk menyebarkan berita dan informasi ke seluruh Indonesia.
Ada beragam acara yang disiarkan saluran TV ini, mulai dari kesehatan, pengetahuan, seni dan budaya, serta lainnya.
Karena adanya perubahan siaran TV analog ke digital, hal tersebut membuat saluran Metro TV dilaporkan hilang. Migrasi ini dilakukan pemerintah sejak 2 November 2022 agar kualitas siaran yang diterima masyarakat lebih jernih dan tajam.
Baca Juga: Frekuensi RCTI TV Digital Set Top Box 2023, Ini Daftarnya
Untuk bisa menikmatinya, masyarakat harus memindai ulang TV masing-masing. Di bawah ini daftar frekuensi channel Metro TV digital terbaru untuk semua wilayah di Indonesia.
Garut: 490 MHz, 23 UHF.
Cianjur Selatan, Surabaya, Lamongan, Gresik, Mojokerto, Pasuruan, Bangkalan: 506 MHz, 25 UHF.
Yogyakarta, Wonosari, Solo, Sleman, Wates: 522 MHz, 27 UHF.
Balikpapan: 538 MHz, 29 UHF.
Rantau Prapat, Tabalong: 546 MHz, 30 UHF.
DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Cimahi, Padalarang, Cianjur, Cirebon, Majalengka, Sumedang, Serang: 562 MHz, 32 UHF.
Tasikmalaya, Ciamis, Sukabumi, Malingping, Lebak, Banten: 570 Mhz, 33 UHF.
Purwokerto, Banyumas, Purbalingga, Kebumen, Cilacap, Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Banyuwangi, Makassar, Maros, Sungguminasa, Pangkajene: 578 MHz, 34 UHF.
Mataram: 586 MHz, 35 UHF.
Kota Denpasar, Singaraja, Karangasem, Semarang, Ungaran, Kendal, Demak, Jepara, Kudus, Pati, Rembang, Medan: 594 MHz, 36 UHF.
Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Situbondo, Bondowoso, Manado, Berau, Tanjung Redeb: 610 MHz, 38 UHF.
Pacitan, Pamekasan, Sumenep, Pangkal Pinang, Kendari, Konawe, Sabang, Sinabang: 618 MHz, 39 UHF.
Samarinda, Bontang, Tanah Grogot, Bireuen, Sigli: 626 MHz, 40 UHF.
Kupang, Bandar Lampung, Kota Metro, Kalianda, Kotabumi, Pringsewu, Banda Aceh, Lhokseumawe, Kutacane, Padangsidempuan, Gunungsitoli, Kandangan, Rantau, Amuntai, Barabai: 634 MHz, 41 UHF.
Bukittinggi, Padang Panjang, Padang, Pariaman, Nunukan, Sangatta, Takengon, Sidikalang, Sibolga, Kotabaru: 642 MHz, 42 UHF.
Pematangsiantar, Kisaran: 658 MHz, 44 UHF.
Banjarmasin, Martapura, Marabahan, Tanjung Selor, Tarakan, Sendawar: 666 MHz, 45 UHF.
Batam, Jember: 674 MHz, 46 UHF.
Kediri, Pare, Kertosono, Jombang, Blitar, Tulungagung, Tuban, Bojonegoro, Malang: 682 MHz, 47 UHF.
Panyabungan, Balige: 690 MHz, 48 UHF.
(NSF)
