Konten dari Pengguna

CSS Framework, Ini Rekomendasi Terbaik untuk Para Pengembang

How To Tekno

How To Tekno

How to tekno

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi CSS framework. Foto: Pixabay.com/200 Degrees
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi CSS framework. Foto: Pixabay.com/200 Degrees

CSS framework merupakan kerangka yang mempermudah para pengembang untuk membuat desain aplikasi atau situs web. CSS atau Cascading Style Sheets framework ini umumnya digunakan untuk pengembang bagian front-end.

Dalam artikel ini, How To Tekno akan membagikan rekomendasi CSS framework sumber terbuka (open source) terbaik yang bisa kamu gunakan secara gratis. Jadi, simak pembahasan di bawah hingga selesai untuk mengetahui informasi lebih lengkapnya!

Rekomendasi CSS Framework Sumber Terbuka

Ilustrasi pengguna CSS framework. Foto: Lagos Techie/Unsplash

Dikutip dari laman Colorlib, berikut daftar rekomendasi CSS framework sumber terbuka yang bisa kamu gunakan untuk merancang desain aplikasi atau situs web.

1. Bootstrap 5

Rekomendasi pertama adalah Bootstrap 5. Ini adalah framework yang banyak dipakai para front end developer untuk membuat prototipe situs web dengan cepat dan mudah.

Daya tarik dari Bootstrap 5 adalah bisa digunakan untuk pengujian langsung untuk desain modern. Lewat Bootstrap, kamu bisa melihat aspek-aspek CSS, seperti formulir, grid, tombol, dan lainnya.

2. TailwindCSS

Kemudian ada TailwindCSS yang tak kalah populer dari Bootstrap sebab menghadirkan fitur dokumentasi yang baik dengan ribuan templat dan elemen siap pakai. TailwindCSS adalah salah satu CSS framework yang ringan saat digunakan.

3. Semantic UI

Ada banyak elemen yang tersedia di Semantic UI, mulai dari tombol, loaders, dan dividers. Selain itu, fitur-fitur yang ditawarkan Semantic UI diklaim bisa membantu para desainer situs web berbagai tingkat untuk merancang desain web mereka.

4. Bulma

Bulma hadir dengan antarmuka yang ringan dan responsif. Selain itu, framework ini tak memerlukan JavaScript dalam bentuk apa pun sehingga penggunaannya mudah, bahkan pengembang pemula bisa menggunakannya.

Ada banyak templat, integrasi, dan contoh kerangka kerja di Bulma yang bisa membantumu merancang kerangka kerja untuk situs milikmu sendiri.

5. Materialize

Selain bisa dipakai untuk membuat kerangka kerja CSS, Materialize bisa dipakai untuk kerangka kerja JavaScript, aplikasi di HP, dan lainnya.

Setiap kerangka kerja memiliki banyak contoh yang bisa dijadikan referensi sebelum membuat kerangka kerja milikmu sendiri.

6. Foundation

Foundation menghadirkan kerangka yang responsif dengan solusi desain super cepat bagi para pengembang situs web. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan templat yang dihadirkan di Foundation untuk mempermudah pembuatan kerangka kerja.

Foundation cocok untuk pengembang pemula karena mudah dipelajari. Framework ini pun hadir dengan tutorial yang langsung bisa diakses di dalamnya.

7. Pure

Kemudian ada Pure yang merupakan framework tanpa JavaScript. Kamu bisa membuat desain dengan mudah karena Pure responsif.

Umumnya pengembang memilih pure sebagai CSS framework mereka karena menghadirkan kesederhanaan tetapi masih menyimpan komponen-komponen penting yang dibutuhkan dalam pembuatan kerangka kerja.

Itulah tujuh rekomendasi CSS framework yang bisa kamu gunakan untuk membuat kerangka kerja desain web atau aplikasi. Semoga bermanfaat!

(NSF)

Frequently Asked Question Section

Apa itu CSS framework?
chevron-down

CSS framework merupakan kerangka yang mempermudah para pengembang untuk membuat desain aplikasi atau situs web.

Apa kepanjangan dari CSS?
chevron-down

CSS adalah singkatan dari Cascading Style Sheets.

Apa keunggulan Bootstrap?
chevron-down

Bisa digunakan untuk pengujian langsung untuk desain modern. Lewat Bootstrap, kamu bisa melihat aspek-aspek CSS, seperti formulir, grid, tombol, dan lainnya.