Konten dari Pengguna

DDL Adalah Apa? Simak Definisinya dan Perintah yang Digunakan

How To Tekno

How To Tekno

How to tekno

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi DDL adalah. Foto: Sora Shimazaki/Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi DDL adalah. Foto: Sora Shimazaki/Pexels

DDL adalah salah satu perintah yang sering dugunakan untuk mengelola basis data dengan bahasa SQL. Bagi kamu yang mendalami materi ini, mungkin sudah tidak asing dengan DDL.

Lebih lanjut, How To Tekno akan memberikan penjelasan singkat mengenai DDL adalah apa beserta contoh-contoh perintah yang sering digunakan saat membuat database.

DDL Adalah Apa?

Sebelum mengetahui definisi DDL, kamu wajib mengenal apa itu SQL. Dikutip dari laman SMKN 1 Pangandaran, SQL atau Structured Query Language adalah bahasa yang dipakai untuk mengakses data pada basis data.

Untuk mengelola basis data yang menggunakan bahasa SQL tersebut, ada beberapa perintah yang digunakan sesuai fungsinya, yaitu Data Manipulation Language (DML), Data Definition Language (DDL), Transaction Control Language (TCL), dan Data Control Language (DCL).

Ilustrasi DDL adalah. Foto: James Osborne/Pixabay.

Karena How To Tekno akan menjelaskan tentang DDL, maka pada di artikel ini hanya akan dibahas tentang definisi dan informasi lainnya tentang DDL.

Sesuai kepanjangannya, pengertian DDL adalah sekumpulan perintah yang memiliki tujuan agar dapat menjelaskan atau mendefinisikan atribut basis data, seperti tabel, kolom, dan menjelaskan batasan pada atribut tersebut.

Fungsi DDL

Ketika DML digunakan untuk mengubah data di dalam database, maka DDL digunakan untuk membuat, mengubah, dan menghapus struktur objeknya, tetapi buka data di dalamnya.

Selain dipakai untuk mendeskripsikan, DDL juga bisa dipakai untuk membuat tabel, indeks, dan lainnya. DDL juga dapat digunakan untuk menentukan atribut objek pada basis data, seperti panjang, nama tabel, hingga tipe data.

Perintah DDL

Ilustrasi DDL adalah. Foto: Alexandru Acea/Unsplash

Sebagai salah satu perintah untuk basis data SQL, DDL memiliki tujuan mendefinisikan. Merangkum dari Modul Praktikum Basis Data My SQL yang diterbitkan Universitas Mercu Buana, berikut ini daftar perintah DDL:

Membuat Database

Untuk membuat basis data di MySQL kamu harus menggunakan perintah DDL berikut:

create database nama_databse;

Melihat Database

Basis data digunakan untuk menyimpan seluruh data perusahaan. Karena itu salah satu perintah yang digunakan adalah untuk melihat data yang tersimpan di dalamnya. Kamu dapat menginput perintah DDL berikut untuk melihat database MySQL yang sudah dibuat:

show database;

Mengakses Database

Lebih lanjut, perintah untuk mengakses basis data dipakai ketika kamu akan menggunakan database tersebut. Kamu bisa memasukkan query di bawah:

use nama_database;

Menghapus Database

Terkadang, database yang sudah dibuat tidak sesuai dengan data saat ini. Maka dari itu, ada pula yang memutuskan untuk menghapus database tersebut. Berikut adalah perintah DDL yang digunakan:

drop database nama_database

Itulah penjelasan singkat tentang DDL, mulai dari definisi DDL adalah apa, fungsi DDL dalam basis data MySQL, dan perintah DDL. Semoga bermanfaat!

(NSF)

Frequently Asked Question Section

Apa kepanjangan DDL?
chevron-down

Kepanjangan DDL, yaitu Data Definition Language.

Apa saja perintah pada SQL?
chevron-down

Perintah SQL yang digunakan sesuai dengan fungsinya, yaitu DML, DDL, TCL , dan DCL.

Apa itu SQL?
chevron-down

SQL yang memiliki kepanjangan Structured Query Language adalah bahasa yang dipakai untuk mengakses data pada basis data.