Konten dari Pengguna

Enkripsi adalah: Teknologi untuk Menjaga Sistem Keamanan

How To Tekno

How To Tekno

How to tekno

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi enkripsi. Foto: rawpixel.com/Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi enkripsi. Foto: rawpixel.com/Freepik

Enkripsi adalah teknologi yang digunakan untuk menjaga keamanan data para pengguna media sosial.

Tentunya, kamu sudah tidak asing lagi dengan kata enkripsi. Kamu bisa menemukan istilah enkripsi di WhatsApp dengan tulisan "Pesan dan panggilan terenkripsi secara end-to-end".

Namun, tahukah kamu maksud dari enkripsi tersebut? Simak penjelasannya di bawah ini:

Pengertian Enkripsi Adalah

Ilustrasi enkripsi. Foto: mohamed Hassan via Pixabay

Mengutip laman TechTarget, teknologi enkripsi adalah sebuah metode yang mengubah informasi menjadi kode rahasia. Lalu, menyembunyikan arti yang sebenarnya dari informasi tersebut.

Ilmu enkripsi untuk mengubah informasi menjadi kode rahasia tersebut disebut dengan kriptografi.

Data yang sudah dienkripsi disebut dengan ciphertext. Sedangkan pada data yang tidak berhasil terenkripsi disebut dengan plaintext.

Pada zaman dahulu, orang-orang menggunakan enkripsi untuk melindungi berbagai data penting yang sangat sensitif, seperti data-data di lembaga pemerintahan.

Namun, kini enkripsi sudah banyak digunakan secara luas untuk melindungi data pribadi yang disimpan di ponsel, komputer, atau Cloud.

Penggunaan Kode Enkripsi Adalah

Ilustrasi enkripsi. Foto: Dan Nelson via Pixabay

Panjang kunci keamanan yang digunakan enkripsi memengaruhi keamanan enkripsi. Semakin panjang kunci keamanan, maka semakin kuat enkripsinya.

Dikutip dari Investopedia, beberapa pengembang website menggunakan enkripsi 40 bit atau enkripsi 56 bit pada akhir abad ke-20.

Namun, sekarang mereka sudah menggunakan enkripsi 128 bit. Hal itu dikarenakan para peretas dapat merusak kunci dengan enkripsi 40 atau 56 bit.

Enkripsi 128 bit merupakan standar enkripsi yang kini digunakan untuk melindungi data informasi. Bahkan, beberapa lembaga pemerintahan dan militer sudah menggunakan enkripsi 256 bit.

Enkripsi 128 bit dikembangkan oleh National Institute of Standards and Technology Amerika Serikat pada 2001. Protokol yang mereka gunakan adalah Advanced Encryption Standard (AES).

Jenis-jenis Enkripsi

Ilustrasi enkripsi. Foto: stories/Freepik

Enkripsi memiliki terdiri dari berbagai jenis, tergantung dari penggunaannya. Dikutip dari TechTarget, contoh enkripsi adalah:

  1. Bring your own encryption (BYOE): enkripsi yang terdapat pada Cloud yang memungkinkan pengguna untuk mengelola kunci enkripsi mereka sendiri.

  2. Cloud storage encryption: enkripsi yang ditawarkan oleh penyedia Cloud, di mana data atau teks diubah menggunakan algoritma enkripsi.

  3. Column-level encryption: sebuah enkripsi basis data.

  4. Deniable encryption: tipe kriptografi yang memungkinkan data yang terenkripsi didekripsikan melalui dua cara atau lebih.

  5. Encryption as a Service (EaaS): salah satu dari layanan yang ditawarkan kepada pengguna cloud.

  6. End-to-end encryption (E2EE): enkripsi untuk melindungi data yang saling dikirim antara dua pihak. Enkripsi ini bisa ditemukan di Facebook dan WhatsApp.

  7. Field-level encryption: enkripsi yang bisa ditemukan pada halaman website.

  8. FDE: enkripsi yang digunakan pada perangkat keras.

  9. Homomorphic encryption: salah satu jenis enkripsi yang bisa kembali ke bentuk aslinya.

  10. HTTPS: enkripsi pada situs web yang menjalankan HTTP.

Kelebihan dan Kekurangan Enkripsi

Ilustrasi enkripsi. Foto: Pete Linforth via Pixabay

Enkripsi memiliki kelebihan yang bisa digunakan untuk melindungi keamanan data digital yang pernah dikirim dengan internet. Bahkan, beberapa organisasi penting merekomendasikan untuk mewajibkan penggunaan enkripsi.

Misalnya, Payment Card Industry Data Security Standard (PCI DSS) yang mengenkripsi data kartu pembayaran pelanggan mereka untuk mencegah adanya peretasan dari pihak ketiga yang tidak berwenang.

Namun, kekurangan enkripsi adalah membuat pemilik dari data tersebut tidak bisa mengakses data mereka. Hal ini dikarenakan enkripsi memiliki lapisan kerumitan yang harus dipecahkan untuk membuka kunci enkripsi.

Tentunya, hal ini membutuhkan waktu yang lama untuk memulihkan data yang terenkripsi.

Itulah penjelasan mengenai enkripsi. Enkripsi adalah manajemen keamanan digital di masa sekarang untuk melindungi data dari para hacker.

(NSF)