Frekuensi Kompas TV Terbaru 2023 untuk Semua Wilayah

How to tekno
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Frekuensi Kompas TV terbaru 2023 dicari masyarakat usai adanya migrasi siaran TV analog ke TV digital per 2 November 2022. Migrasi ini dilakukan pemerintah untuk memberikan kualitas tontonan yang lebih jernih dan tajam.
Perubahan frekuensi ini juga membuat sejumlah saluran televisi hilang, salah satunya Kompas TV. Masyarakat yang kehilangan saluran Kompas TV bisa menyimak daftar frekuensi Kompas TV terbaru 2023 yang dibagikan artikel ini dan memindai ulang untuk dapat menikmati saluran tersebut lagi.
Tentang Siaran TV Digital
Merangkum siarandigital.kominfo.go.id, siaran TV analog di Indonesia yang sudah mengudara selama hampir 60 tahun digantikan siaran TV digital per 2 November 2022. Siaran TV digital menggunakan modulasi sinyal digital dan sistem kompresi dengan kualitas gambar yang lebih jernih dan suara lebih tajam.
Selain itu, perubahan ini terjadi karena TV digital menggunakan spektrum frekuensi yang lebih efisien. Disebutkan bahwa satu kanal frekuensi bisa menayangkan delapan atau lebih program siaran lewat infrastruktur penyiaran multipleksing TV digital.
Keunggulan lainnya dari siaran TV digital adalah untuk menghemat penggunaan pita 800 MHz. Di Indonesia, hasil dari penghematan ini dipakai untuk peringatan dini kebencanaan, kesehatan jarak jauh, dan layanan pendidikan.
Baca Juga: Frekuensi Trans TV Telkom 4 2023 Terbaru, Ini Daftarnya
Frekuensi Kompas TV Terbaru 2023
Berdasarkan laman resmi kompas.tv, Kompas TV adalah saluran televisi berita di Indonesia. Kompas TV merupakan salah satu saluran TV di Indonesia yang sudah beralih ke frekuensi digital.
Dengan siaran TV digital ini, kualitas gambar dan suara KompasTV akan lebih stabil dan beresolusi tinggi, meskipun saat sinyal sedang lemah.
Adapun daftar frekuensi Kompas TV terbaru 2023 untuk semua wilayah di Indonesia yang dirangkum dari berbagai sumber adalah sebagai berikut:
DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo: 498 MHz, 24 UHF.
Yogyakarta, Bantul, Wonosari, Sleman, Wates, Solo: 506 MHz, 25 UHF.
Jember, Bondowoso: 522 MHz, 27 UHF.
Merauke, Sorong, Makassar, Maros, Sungguminasa, Pangkajene: 530 MHz, 28 UHF.
Surabaya, Lamongan, Gresik, Mojokerto, Pasuruan, Bangkalan, Malang, Kota Batu, Probolinggo, Kupang, Manado: 538 MHz, 29 UHF.
Kota Denpasar, Singaraja: 530 MHz, 30 UHF.
Bengkulu: 554 MHz, 31 UHF.
Palembang, Kayu Agung, Ogan Komering Ilir, Semarang, Ungaran, Kendal, Demak, Jepara, Kudus: 562 MHz, 32 UHF.
Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Ambon, Banjarmasin, Martapura, Marabahan, Purworejo, Kebumen: 570 MHz, 33 UHF.
Medan, Gorontalo: 634 MHz, 34 UHF.
Balikpapan, Banda Aceh: 586 MHz, 35 UHF.
Pangkal Pinang, Kendari: 594 MHz, 36 UHF.
Tenggarong, Samarinda: 602 MHz, 37 UHF.
Palu, Donggala: 610 MHz, 38 UHF.
Pekanbaru, Bandung, Cimahi, Padalarang, Cianjur: 618 MHz, 39 UHF.
Bandar Lampung, Kota Metro: 642 MHz, 42 UHF.
Jambi: 658 MHz, 44 UHF.
Pontianak: 682 MHz, 47 UHF.
(NSF)
