Konten dari Pengguna

Jenis AI Apa yang Dimiliki Siri atau Google Assistant? Ini Penjelasannya

How To Tekno

How To Tekno

How to tekno

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Artificial Intelligence (AI). Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Artificial Intelligence (AI). Foto: Shutterstock

Artificial Intelligence (AI) kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari dan digunakan dalam berbagai teknologi modern. Salah satu penerapannya dapat ditemukan pada asisten virtual di smartphone yang mampu memahami perintah pengguna serta membantu menjalankan berbagai aktivitas.

Dua contoh asisten virtual berbasis AI yang banyak dikenal adalah Siri dan Google Assistant. Keduanya memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk berinteraksi dengan pengguna melalui perintah suara. Lantas, jenis AI apa yang dimiliki Siri atau Google Assistant? Untuk tahu jawabannya, simak penjelasan berikut.

Jenis AI Apa yang Dimiliki Siri atau Google Assistant?

Ilustrasi jenis AI apa yang dimiliki Siri atau Google Assistant? Foto: Unsplash

Dikutip dari laman iri.com, Siri dan Google Assistant termasuk dalam kategori Narrow AI (Artificial Narrow Intelligence) atau AI lemah (Weak AI).

Keduanya tergolong asisten virtual cerdas yang dirancang untuk membantu pengguna melalui fitur seperti pengenalan suara, pemahaman perintah, dan pemberian respons sesuai kebutuhan.

Narrow AI sendiri merupakan jenis AI yang paling umum digunakan saat ini. AI jenis ini dibuat untuk menjalankan tugas-tugas tertentu sesuai dengan kemampuan yang sudah ditentukan.

Meski mampu bekerja secara optimal pada bidang tertentu, Narrow AI belum dapat memahami atau menyelesaikan tugas di luar cakupan fungsinya.

Dalam penerapannya, Narrow AI memiliki beberapa karakteristik utama, di antaranya:

1. Mampu menjalankan tugas spesifik

Narrow AI dapat bekerja secara optimal untuk tugas tertentu, seperti pengenalan gambar, pengenalan suara, pemrosesan bahasa alami (NLP), dan sistem rekomendasi.

2. Menggunakan teknologi NLP

Beberapa sistem Narrow AI memanfaatkan NLP untuk memahami dan merespons bahasa manusia. Contohnya, asisten virtual seperti Siri, Alexa, dan chatbot.

3. Mengandalkan data untuk meningkatkan akurasi

Narrow AI dilatih menggunakan data dalam jumlah besar agar mampu memberikan hasil yang lebih tepat dan sesuai kebutuhan pengguna.

4. Mendukung personalisasi

Teknologi ini dapat menganalisis data pengguna untuk memberikan pengalaman yang lebih sesuai, seperti rekomendasi konten pada platform digital.

Jenis-Jenis AI Lainnya

Ilustrasi jenis-jenis AI. Foto: Unsplash

Selain Artificial Narrow Intelligence (ANI), terdapat jenis kecerdasan buatan lain yang memiliki kemampuan lebih luas, antara lain:

1. Artificial General Intelligence (AGI)

Berbeda dengan ANI yang hanya berfokus pada tugas tertentu, Artificial General Intelligence (AGI) merupakan konsep AI yang diharapkan memiliki kemampuan belajar, berpikir, dan beradaptasi seperti manusia.

Saat ini, AGI masih dalam tahap penelitian, tetapi beberapa teknologi mulai menunjukkan perkembangan menuju kemampuan AI yang lebih luas, seperti:

  • Large Language Models (LLMs): Model seperti GPT-4 mampu menghasilkan teks menyerupai manusia dan menjalankan berbagai tugas berbasis bahasa, meskipun belum memiliki kecerdasan umum seperti manusia.

  • Mobil tanpa pengemudi (self-driving cars): Teknologi kendaraan otonom menggunakan AI untuk mengenali lingkungan, mengambil keputusan, dan menyesuaikan diri dengan kondisi sekitar.

  • Robotika: Robot berbasis AI terus dikembangkan agar mampu menjalankan tugas yang membutuhkan kemampuan pemecahan masalah dan koordinasi gerakan.

2. Artificial Superintelligence (ASI)

Artificial Superintelligence (ASI) merupakan konsep AI yang secara teori memiliki kecerdasan melampaui manusia dalam berbagai aspek, termasuk kreativitas, pemecahan masalah, dan pemahaman emosi. Hingga saat ini, ASI masih bersifat teoritis dan belum terwujud dalam teknologi nyata.

Beberapa bidang yang mendukung pengembangan konsep ini meliputi:

  • Advanced Machine Learning: Pengembangan algoritma yang memungkinkan AI belajar dan beradaptasi secara lebih mandiri.

  • Model Terinspirasi Neurosains: Penelitian yang memanfaatkan pemahaman tentang otak manusia untuk mengembangkan sistem AI dengan kemampuan kognitif lebih kompleks.

  • Kolaborasi Lintas Disiplin: Penggabungan ilmu komputer, filsafat, dan etika untuk memahami tantangan dalam pengembangan ASI.

Baca juga: Penerapan AI Generatif dalam Kehidupan Sehari-hari, Manfaat, dan Tantangannya

(RK)