Jenis Jenis Struktur Algoritma, Ketahui Contohnya di Sini

How to tekno
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jenis jenis struktur algoritma kamu bisa ketahui dengan mempelajari apa itu algoritma dalam dunia pemrograman. Algoritma pemrograman adalah serangkaian instruksi yang ditulis secara berurutan untuk menyelesaikan masalah pemrograman komputer.
Dikutip dari Machine Learning & Reasoning Fuzzy Logic Algoritma, Manual, Matlab, & Rapid Miner oleh Budy Santoso dkk., algoritma pemrograman adalah prosedur komputasi yang mengambil suatu atau beberapa nilai sebagai input.
Saat input tersebut diproses akan menghasilkan suatu atau beberapa nilai sebagai output dengan menggunakan notasi bahasa pemrograman.
Mengutip Diktat Pembelajaran Mata Kuliah Logika dan Algoritma Pemrograman STEKOM, penyajian algoritma dengan pseudocode menggunakan kode yang mirip dengan pemrograman.
Kode ini lebih rinci dibandingkan kode yang menggunakan struktur Inggris atau Indonesia. Contoh algoritma pseudocode dalam permasalahan menghitung rata-rata tiga buah data adalah sebagai berikut:
Input (a, b, c)
Jumlah = a+b+c
Rerata = Jml/3
Output (Rerata)
Contoh lainnya adalah ada sebuah permasalahan untuk mencari luas persegi panjang. Jika panjang dan lebarnya sudah diketahui, maka algoritma dan pseudocode dapat ditulis dengan:
Input (P, L)
Ls := P * L
Output LS
Dapat disimpulkan, bahwa algoritma pemrograman adalah serangkaian prosedur yang saling berinteraksi untuk melakukan penghitungan, pemrosesan data, pencarian, penalaran, optimasi, dan lainnya yang ditulis dengan bahasa pemrograman.
Pada pembahasan ini, kamu bisa mengenal lebih jauh jenis-jenis algoritma pemrograman di bawah ini.
Jenis jenis Struktur Algoritma dan Contohnya
Simple recursive algorithms.
Backtracking algorithms.
Divide and conquer algorithms.
Dynamic programming algorithms.
Greedy algorithms.
Branch and bound algorithms.
Brute force algorithms.
Randomized algorithms.
Syarat-Syarat Algoritma
Terdapat syarat-syarat algoritma menurut buku Logika dan Algoritma Pemrograman oleh Iindra Ava Dianta. Berikut ini adalah syarat-syaratnya:
Tingkat kepercayaannya tinggi (realibility). Oleh karena itu, hasil yang diperoleh dari proses harus berakurasi tinggi dan benar.
Pemrosesan yang efisien (cost rendah).
Proses harus diselesaikan secepat mungkin dengan frekuensi kalkulasi yang sependek mungkin.
Bukan sesuatu yang hanya untuk menyelesaikan satu kasus saja, tapi juga untuk kasus lain yang lebih kompleks.
Bisa dikembangkan (expandable)
Haruslah sesuatu yang dapat dikembangkan lebih jauh berdasarkan perubahan requirement yang ada.
Siapa pun yang melihat, dia akan bisa memahami algoritma tersebut. Kesulitan memahami suatu program akan membuat kesukaran maintenance (pengelolaan).
Portabilitas yang tinggi (portability).
Bisa dengan mudah diimplementasikan di berbagai platform komputer.
Jalannya algoritma harus ada kriteria berhenti.
Output yang dihasilkan tepat.
Ciri-ciri Algoritma Pemrograman Komputer
Algoritma dapat dituliskan dengan banyak cara, mulai dari menggunakan bahasa alami yang digunakan sehari-hari, simbol grafik bagan alir, sampai bahasa pemrograman, seperti bahasa C atau C++. Ada beberapa kriteria algoritma, di antaranya:
Input, algoritma dapat memiliki nol atau lebih input dari luar.
Output, algoritma harus memiliki minimal satu buah output keluaran.
Definiteness (pasti), algoritma memiliki instruksi-instruksi yang jelas dan tidak ambigu.
Finiteness (ada batas), algoritma harus memiliki titik berhenti.
Effectiveness (tepat dan efisien), algoritma sebisa mungkin harus dapat dilaksanakan dan efektif.
Dalam pemrograman, algoritma merupakan langkah pertama yang harus ditulis sebelum menuliskan program.
Pemrograman sendiri merujuk pada kumpulan instruksi yang biasanya disebut source code yang dibuat oleh pembuat program. Jika pemrograman adalah kumpulan instruksi komputer, algoritma adalah metode dan tahapan sistematis dalam pemrograman.Dalam pemrograman, algoritma merupakan langkah pertama yang harus ditulis sebelum menuliskan program.
Pemrograman sendiri merujuk pada kumpulan instruksi yang biasanya disebut source code yang dibuat oleh pembuat program. Jika pemrograman adalah kumpulan instruksi komputer, algoritma adalah metode dan tahapan sistematis dalam pemrograman.
Mengutip Konsep Dasar Algoritma dan Pemrograman Dengan Bahasa Java oleh Evi Lestari Pratiwi, algoritma pemrograman dapat diartikan sebagai serangkaian langkah sistematis untuk menyelesaikan berbagai masalah pemrograman.
Masalah yang dapat diselesaikan dengan algoritma pemrograman adalah masalah-masalah yang berhubungan dengan perhitungan matematika. Tanpa algoritma yang dirancang dengan baik, proses pemrograman akan menjadi salah, rusak, atau lambat dan tidak efisien. Struktur dasar dari algoritma terdiri dari empat macam, yaitu:
1. Algoritma Sekuensial
Struktur sekuensial terdiri dari sebuah instruksi atau blok yang berisi langkah urut saja, serta langkah diikuti oleh langkah lainnya. Sebuah instruksi dikerjakan setelah pengerjaan instruksi sebelumnya.
2. Algoritma Percabangan
Struktur seleksi menyatakan pemilihan langkah yang didasarkan oleh suatu kondisi atau pengambilan suatu keputusan. Jadi, instruksi ini dikerjakan jika memenuhi kriteria tertentu.
3. Algoritma Perulangan
Struktur ini memberikan suatu perintah atau tindakan yang dilakukan beberapa kali. Misalnya, jika teman mau menuliskan kata "Belajar Algoritma dan Pemrograman" sebanyak sepuluh kali, akan lebih efisien jika menggunakan struktur ini daripada sekadar menuliskannya berturut-turut sebanyak sepuluh kali.
4. Algoritma Paralel
Beberapa instruksi dikerjakan secara bersamaan.
Fungsi Algoritma Pemrograman
Dikutip dari Algoritma dan Struktur Data untuk Perguruan Tinggi oleh Rintho Rante Rerung, berikut adalah fungsi algoritma pemrograman:
Dapat menyelesaikan berbagai permasalahan bahkan yang rumit sekalipun dalam program yang kemungkinan dapat melibatkan perhitungan dengan tingkat tinggi.
Dengan penerapan algoritma yang tepat dalam pemrograman akan dapat meminimalisasi penulisan sintaks.
Dapat mempermudah dalam pembuatan suatu pemrograman karena penggunaan sintaks dapat menjadi lebih sistematis jika menggunakan algoritma yang benar dan tepat.
Mempermudah dalam pengembangan suatu program, seperti penambahan modul atau fitur yang baru. Hal ini karena penulisan sintaks yang dibuat secara runut dan sistematis.
Dapat terhindar dari penulisan sintaks yang berulang-ulang. Karena dalam pemrograman, terkadang membutuhkan suatu fungsi yang dipergunakan berulang kali.
Mudah menemukan error atau bug jika terjadi kesalahan dalam suatu proses pembuatan program. Karena penerapan algoritma yang benar, sintaks akan lebih sederhana dan sistematis.
Demikian penjelasan terkait jenis jenis struktur algoritma dan penjelasan lebih lanjut dalam artikel ini.
(DEEM)
