Konten dari Pengguna

Kabel Coaxial: Pengertian, Cara Kerja, dan Jenis-jenisnya

How To Tekno

How To Tekno

How to tekno

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kabel Coaxial. Foto: Pixabay.com/Fandemos
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kabel Coaxial. Foto: Pixabay.com/Fandemos

Kabel coaxial mungkin sudah tidak asing bagi sebagian orang. Kabel ini biasa digunakan untuk beberapa hal yang berhubungan dengan media transmisi, seperti WiFi, komputer, dan lainnya.

Kabel coaxial ini digunakan perusahaan TV kabel untuk menghubungkan antena satelit ke rumah pelanggan dan bisnis. Selain itu, kabel ini juga digunakan di beberapa rumah dan kantor.

Apa itu Kabel Coaxial?

Ilustrasi Kabel Coaxial. Foto: Pixabay.com/Lucent_Designs_dinoson20

Dikutip dari laman Techtarget, kabel coaxial ditemukan oleh insinyur dan matematikawan Inggris Oliver Heaviside pada 1880. Kabel dengan tembaga khusus ini dibuat dengan pelindung logam dan komponen lain.

Dikutip dari laman Geeksforgeeks, kabel coaxial terdiri dari beberapa bagian dasar, yakni:

  1. Konduktor tembaga: konduktor pusat yang terdiri dari tembaga. Ini merupakan titik saat data bertransmisi.

  2. Insulator: merupakan isolasi plastik dielektrik di sekitar konduktor tembaga yang digunakan untuk menjaga jarak antara pusat konduktor dan perisai.

  3. Jaring berkepang: jaring tembaga yang dikepang untuk membantu melindungi dari interferensi elektromagnetik. Ini bisa memberikan penghalang bagi EMI yang masuk dan keluar dari kabel coaxial.

  4. Lapisan plastik pelindung: ini merupakan lapisan polimer eksternal yang mempunyai lapisan plastik dan berguna untuk melindungi lapisan dalam dari kerusakan.

Cara Kerja Kabel Coaxial

Ilustrasi kabel coaxial. Foto: Pixabay.com/Jarmoluk

Kabel coaxial bekerja membawa data di konduktor tengah, sedangkan lapisan pelindung di sekitarnya akan menghentikan kehilangan sinyal atau kehilangan redaman dan membantu mengurangi EMI.

Kecepatan transmisi kabel coaxial ini 10 Mbps (megabita per detik) dengan menawarkan kapasitas 880 kali lebih banyak dibandingkan kabel twisted pair. Kabel ini banyak digunakan di rumah untuk keperluan audio dan visual.

Jenis Kabel Coaxial

Ilustrasi Kabel Coaxial. Foto: Freepik.com/Fabrikasimf

Kabel coaxial ini dirancang untuk memblokir interferensi sinyal. Selain dikenal sebagai coax, kabel ini memiliki bentuk bulat tebal yang berbeda lantaran lapisan insulasi interiornya. Ukurannya berbeda dengan jenis kabel twisted pair atau kabel Ethernet.

Kabel coaxial terdiri dari banyak jenis, di antaranya sebagai berikut:

  1. Hard line coaxial: kabel ini mengandalkan pipa tembaga dan kombinasi logam sebagai pelindung, seperti aluminium atau tembaga yang digunakan untuk menghubungkan pemancar ke antena.

  2. Triaxial: kabel jenis ini memiliki lapisan pelindung ketiga untuk melindungi sinyal yang dikirim melalui kabel.

  3. Rigid line coaxial: terdiri dari tabung tembaga kembar yang berfungsi sebagai pipa yang tak dapat ditekuk. Jenis ini dirancang untuk penggunaan di dalam ruangan antara pemancar frekuensi radio (RF) berdaya tinggi.

  4. Radiating: kabel ini banyak meniru komponen kabel hard line dengan slot yang disetel pada pelindung dan disesuaikan dengan panjang gelombang RF tempat kabel beroperasi.

Itulah penjelasan tentang kabel coaxial yang bisa disimak. Semoga informasi ini bermanfaat.

(ECI)

Frequently Asked Question Section

Apa itu kabel coaxial?

chevron-down

Kabel coaxial merupakan kabel tembaga yang khusus dibuat dengan pelindung logam dan komponen lain.

Bagaimana cara kerja kabel coaxial?

chevron-down

Kabel coaxial bekerja membawa data di konduktor tengah, sedangkan lapisan pelindung di sekitarnya akan menghentikan kehilangan sinyal atau kehilangan redaman dan membantu mengurangi EMI.

Apa saja jenis kabel coaxial?

chevron-down

Hard line coaxial, Triaxial, Rigid line coaxial, dan Radiating.