Konten dari Pengguna

Kepanjangan SQL: Pengertian, Bagian, dan Fungsinya

How To Tekno

How To Tekno

How to tekno

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi coding. Foto: Alexandru Acea/Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi coding. Foto: Alexandru Acea/Unsplash

Apakah kamu bertanya apa kepanjangan SQL? Ketika belajar basis data, pembahasan SQL tidak akan pernah terlewatkan.

Basis data atau akrab disebut dengan database merupakan kumpulan dari data-data yang terorganisir, biasanya disimpan dan diolah menggunakan sebuah sistem komputer secara elektronik.

Saat mengakses dan mengolah basis data, kamu membutuhkan bahasa pemrograman. Ada banyak bahasa pemrograman dalam dunia database. Salah satunya adalah SQL.

Artikel ini akan membahas mengenai SQL dan menjawab pertanyaanmu tentang kepanjangan dari SQL adalah apa. Jadi, simak hingga habis, ya!

Pengertian dan Apa Kepanjangan SQL

Ilustrasi coding. Foto: Oskar Yildiz/Unsplash

Kepanjangan dari SQL merupakan Structured Query Language, dikutip dari Modul Pembelajaran Aplikasi Basis Data Structured Query Languagae (SQL) Edisi ke-1, terbitan Universitas Bina Nusantara Indonesia.

Sementara itu, pengertian SQL adalah sebuah komponen bahasa relational database system yang merupakan sebuah bahasa baku, bukan prosedural, serta berorientasi pada himpunan atau disebut juga dengan set-oriented language.

SQL bisa dipakai untuk interaktif atau embedded atau ditempelkan pada sebuah aplikasi. Selain itu, SQL bisa digunakan untuk mengartikan sebuah struktur data, mengubah data pada database, dan membuat batasan keamanan serta mengatur kinerja database.

Bagian-bagian SQL

Ilustrasi coding. Foto: James Osborne/Pixabay.

Selanjutnya, kita akan membahas mengenai bagian-bagian penting dalam bahasa SQL, yaitu:

1. Data Definition Language (DDL)

DDL pada SQL dipakai untuk perintah SQL tersebut yang fungsinya agar dapat melakukan pendefinisian awal suatu basis data serta tabel yang menggunakan konsep RDBMS.

Sederhananya, penulisan SQL dengan perintah DDL bisa dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu Create, Alter, dan Drop.

2. Data Manipulation Language (DML)

Perintah SQL yang selanjutnya adalah DML, untuk melakukan sebuah pengolahan record. DML juga bisa dipakai untuk memanipulasi data pada sebuah tabel dalam database.

Penulisan SQL dengan perintah DML dikelompokkan menjadi Insert, Select, Update, dan Delete.

3. Data Control Language (DCL)

Perintah ketiga ada DCL atau Data Control Language, yang dipakai untuk melakukan pengaturan hak akses pada sebuah objek data untuk penggunaan database. Penulisan SQL dengan perintah DCL terdiri dari Grant dan Revoke.

Fungsi SQL

Ilustrasi coding. Foto: Sora Shimazaki/Pexels

Setelah belajar mengenai pengertian dan bagian-bagian dari SQL, apakah kamu tidak penasaran mengenai fungsi SQL?

Dikutip dari SQL Tutorial terbitan Himalaya College of Engineering, berikut ini adalah fungsi dari SQL:

  • Memungkinkan pengguna untuk mengakses data dalam sistem manajemen basis data relasional.

  • Memungkinkan pengguna untuk mendeskripsikan data.

  • Memungkinkan pengguna untuk mendefinisikan data dalam database dan memanipulasi data tersebut.

  • Memungkinkan untuk menyematkan dalam bahasa lain menggunakan modul SQL, perpustakaan & pra-kompiler.

  • Memungkinkan pengguna untuk membuat dan menjatuhkan database dan tabel.

  • Memungkinkan pengguna untuk membuat tampilan, prosedur tersimpan, fungsi dalam database.

  • Memungkinkan pengguna untuk mengatur izin pada tabel, prosedur, dan tampilan.

Sekarang kamu sudah paham mengenai SQL dan tahu kepanjangan SQL. Dengan memahami tentang SQL, maka kamu dapat melakukan beberapa perintah dalam database.

(NSF)