Konfigurasi DHCP Server Debian 9, Begini Langkah-langkahnya

How to tekno
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dynamic Host Configuration (DHCP) adalah protokol dalam jaringan yang dapat membuat sistem otomatis mendapat pengaturan jaringan untuk berkomunikasi dengan perangkat lainnya.
Agar penggunaan DHCP server sesuai kebutuhan, pengguna bisa melakukan konfigurasi terlebih dahulu. Lewat artikel ini, How To Tekno akan membagikan langkah-langkah konfigurasi DHCP server Debian 9.
Petunjuk Konfigurasi DHCP Server Debian 9
Merangkum situs Microsoft, Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) adalah protokol standar yang membuat server dapat mendistribusikan alamat IP dan informasi konfigurasi secara dinamis pada klien.
File konfigurasi server DHCP adalah dhcpd.conf. Berkas tersebut berada di direktori /etc/dhcp/. Di dalam file konfigurasi tersebut, terdapat banyak komentar dengan lambang tanda pagar.
Sementara itu, Debian 9 adalah sistem operasi di Linux yang sudah mendapatkan penyempurnaan dari versi Debian sebelumnya. Bagi pengguna Debian 9, di bawah ini petunjuk konfigurasi DHCP server Debian 9 yang dikutip dari laman howtoforge.
1. Cadangkan File DHCP
Sebelum melakukan konfigurasi, cadangkan file DHCP asli dengan memasukkan beberapa perintah di bawah ini:
cp /etc/dhcp/dhcpd.conf{,.backup}
cat /dev/null > /etc/dhcp/dhcpd.conf
2. Edit File DHCP
Pada berkas DHCP yang ingin dikonfigurasi, ubah namanya menjadi nano /etc/dhcp/dhcpd.conf. Lalu, ubah isi file DHCP dengan skrip seperti di bawah ini:
ddns-update-style none;
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
#ping true;
option domain-name-servers 172.27.15.2, 10.72.81.2;
option domain-name "example.com";
authorative;
log-facility local7;
subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.1.50 192.168.1.115;
option subnet-mask 255.255.255.0;
option domain-name-servers 192.168.1.254, 10.128.254.254;
option domain-name “example.com”;
option routers 192.168.1.1;
option netbios-name-servers 192.168.1.3;
option netbios-node-type 8;
get-lease-hostnames true;
use-host-decl-names true;
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
}
3. Ganti Parameter Antarmuka Jaringan yang Akan Dikonfigurasi
Kemudian, buka berkas dengan nama file /etc/default/isc-dhcp-server dan ganti bagian parameter ‘INTERFACESv4’ dengan nama antarmuka jaringan yang ingin dikonfigurasi.
Saat penggantian parameter tersebut, gunakan perintah ip atau ifconfig untuk mencantumkan antarmuka jaringan.
4. Mulai Ulang Server DHCP
Setelah semua perubahan dan konfigurasi telah dilakukan, mulai ulang server DHCP untuk mencoba konfigurasi baru tersebut. Pastikan pula memeriksa status layanan telah sesuai dengan memasukkan perintah berikut:
systemctl restart isc-dhcp-server
systemctl status isc-dhcp-server
5. Klien Berhasil Menerima IP dari Server DHCP
Apabila berhasil, klien akan menerima IP dari server DHCP tersebut. Agar dapat mencantumkan alamat yang diberikan ke klien secara real time, periksa konten di file log dengan mengeluarkan perintah seperti di bawah:
tail -f /var/log/syslog
6. Selesai
Proses konfigurasi file DHCP di Debian 9 sudah berhasil dilakukan. Kini jaringan pun bisa digunakan sesuai kebutuhan pengguna.
Demikian petunjuk konfigurasi file DHCP Debian 9. Semoga artikel ini bermanfaat dan selamat mengikuti petunjuk di atas.
(NSF)
Frequently Asked Question Section
Apa itu DHCP?

Apa itu DHCP?
Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) adalah protokol standar yang membuat server dapat mendistribusikan alamat IP dan informasi konfigurasi secara dinamis pada klien.
Apa nama file konfigurasi DHCP?

Apa nama file konfigurasi DHCP?
File konfigurasi server DHCP adalah dhcpd.conf. Berkas tersebut berada di direktori /etc/dhcp/.
Apa isi file konfigurasi DHCP?

Apa isi file konfigurasi DHCP?
Di dalam file konfigurasi terdapat banyak komentar dengan lambang tanda pagar.
