Konten dari Pengguna

Lebih Awet SSD atau HDD, Ini Bedanya

How To Tekno

How To Tekno

How to tekno

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi SSD. Foto: unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi SSD. Foto: unsplash

Solid State Drive (SSD) dan Hard Disk Drive (HDD) memang memiliki fungsi yang sama untuk menyimpan data, namun keduanya mempunyai fisik yang sangat berbeda. Kedua drive ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Mengutip dari Tech Radar, SSD adalah perangkat penyimpanan yang menggunakan memori berbasis flash, bersifat elektronik, dan tidak memiliki bagian yang bergerak. Sedangkan, HDD mengandalkan bagian mekanisme seperti spinning platter dan actuator arm yang saling mendukung satu sama lain.

Platter pada HDD merupakan disk magnetik melingkar yang berisi trek dan sektor yang menyimpan data. Lalu, actuator arm memiliki tugas melintasi platter untuk membaca dan menulis data.

Lebih Awet SSD atau HDD?

Ilustrasi bagian mekanisme HDD. Foto: pixabay

Apabila Anda bertanya, lebih awet mana antara SSD atau HDD, jawabannya adalah SSD. Laman Tech Quintal menuliskan, SSD memiliki keunggulan signifikan dibandingkan HDD. Misalnya, laptop yang menggunakan SSD tak sengaja jatuh atau terguncang keras. SSD cenderung tidak akan mengalami kerusakan karena perangkat ini tak memiliki bagian yang bergerak.

Hal tersebut membuat SSD sangat ideal untuk laptop atau perangkat mobile lainnya. Perangkat yang dilengkapi dengan HDD biasanya lebih rentan terhadap kehilangan data karena kegagalan mekanisme saat terkena guncangan. Sebenarnya masih banyak hal yang perlu dipertimbangkan saat membandingkan antara SSD dan HDD. Berikut kelebihan dan kekurangan SSD maupun HDD.

Kelebihan SSD vs HDD

Ilustrasi komponen SSD. Foto: pixabay

1. Kecepatan Membaca dan Menulis Data

Keuntungan utama dari penggunaan SSD adalah kecepatannya. SSD dinilai 25 sampai 100 kali lebih cepat daripada HDD. Sebab, HDD membutuhkan waktu ekstra untuk bagian mekanismenya bekerja. Spinning platter dan actuator arm pada HDD juga perlu untuk memecah susunan data terlebih dahulu.

SSD lebih cepat karena tidak memiliki komponen mekanisme seperti HDD dan tidak rentan terhadap fragmentasi data. SSD memungkinkan untuk membaca dan menulis data yang lebih efisien, transfer file yang lebih cepat, dan bandwidth yang lebih baik.

2. Hemat Energi

SDD juga mengonsumsi daya yang lebih sedikit ketimbang HDD. SDD memiliki konsumsi idle power antara 0,1W hingga 1,5W. Sedangkan saat aktif, SSD hanya memakanan 2W sampai 5W saja.

Saat idle load, HDD perlu 1W hingga 2W dan 5W sampai 10W selama perangkat beroperasi. Konsumsi daya HDD yang lebih tinggi ini digunakan untuk input daya yang dibutuhkan saat melakukan pekerjaan mekanismenya.

3. Lebih Praktis

Faktor bentuk yang lebih kecil juga merupakan kelebihan dari SSD. Berbeda dengan HDD yang memiliki bagian mekanisme dengan spinning platter dan actuator arm, SDD hanya terdiri dari sirkuit-sirkuit kecil yang terintegrasi.

Oleh karena itu, SSD 256GB hingga 1TB memiliki fisik 90 persen lebih tipis daripada HDD dengan kapasitas penyimpanan yang sama. SSD yang ringkas sangat cocok untuk laptop ultraportable maupun tablet dengan spesifikasi tinggi.

Baca juga: Dua Jenis SSD Yang Wajib Kamu Ketahui

Kelebihan HDD vs SSD

Ilustrasi HDD. Foto: unsplash

1. Lebih Terjangkau

Salah satu kelemahan utama dari SSD adalah harga. SSD tertentu bisa dua kali lebih mahal daripada HDD dengan kapasitas penyimpanan yang sama. Harga SSD kelas atas seperti SSD NVMe bahkan bisa tiga kali lipat dari harga HDD SAS.

Tentu hal tersebut berpengaruh pada harga perangkat yang dilengkapi dengan SSD. Harga yang lebih tinggi ini berasal dari proses manufaktur yang lebih rumit.

2. Kapasitas Penyimpanan yang Lebih Besar

Produsen seperti SanDisk dan Samsung kini banyak memberi dorongan untuk menstandarisasi kapasitas HDD yang lebih tinggi dari 1TB.

Kapasitas penyimpanan dasar SSD untuk kelas desktop biasanya antara 128GB hingga 256GB. Hal ini adalah kelemahan terbesar dari SSD. Kapasitas penyimpanan dasar yang lebih kecil ini adalah alasan mengapa banyak perangkat entry-level yang dilengkapi dengan ruang penyimpanan SSD yang lebih kecil.

3. Siklus Baca-Tulis Data

Tidak seperti HDD, SSD tidak dapat menyimpan satu bit data pun pada blok tanpa membersihkan dan menulis ulang seluruh blok tersebut. Memori berbasis flash ternyata memiliki jumlah penulisan yang terbatas.

SSD kelas menengah biasanya memiliki 3000 hingga 5000 siklus baca-tulis data. Sedangkan, untuk varian SSD kelas atas atau yang lebih mahal biasanya mempunyai 100.000 baca-tulis data. Semakin banyak data yang ditulis ke SSD, semakin cepat pula SSD tersebut mengalami kegagalan atau mati.

(DSY)