Pengertian Prototype: Metode Pembuatan dan Kelebihannya

How to tekno
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa sih sebenarnya pengertian prototype? Sebagian besar mahasiswa pasti sudah tidak asing dengan kalimat prototype bukan? Nah, kamu bisa menemukan jawabannya di artikel ini, jadi simak hingga habis ya!
Hampir semua mahasiswa pasti tidak lepas dari kegiatan penelitian. Sebelum melakukan penelitian, pastinya kamu merancang prototype. Hal ini bertujuan agar kamu mendapatkan gambaran bagaimana hasil yang akan diperoleh.
How To Tekno akan membagikan informasi mengenai pengertian prototype yang cukup penting dalam kegiatan penelitian. Langsung saja, simak pengertian prototype produk barang dan jasa.
Pengertian Prototype Produk
Dikutip dari karya tulis yang diterbitkan oleh Universitas Bina Nusantara, menurut Satzinger, Jackson, dan Burd (2010), prototype merupakan sebuah model kerja awal dari sistem yang lebih besar.
Lalu, menurut Cegielski, Prince, dan Rainer (2013), pengertian prototype adalah sebuah model kerja berskala kecil dari keseluruhan sistem atau model yang hanya berisi komponen-komponen dari sistem baru.
Sehingga, dari kedua pengertian prototype di atas, bisa disimpulkan jika sederhananya prototype adalah sebuah versi dari sistem yang tersedia untuk pengembang dan calon pengguna agar memperoleh gambaran dari sistem yang akan dibuat.
Proses pembuatan prototype disebut dengan prototyping, yang membutuhkan beberapa metode hingga sebuah prototype berhasil dibuat dan selanjutnya akan dikembangkan ke sistem yang sesungguhnya.
Metode Pembuatan Prototype
Setelah kamu paham mengenai pengertian prototype, sekarang How To Tekno akan berbagi bagaimana prototype berjalan, atau bagaimana pembuatan prototype berlangsung secara umum.
Setelah mengetahui pengertian metode prototype yang dikutip dari Universitas Islam Indonesia:
1. Mendengarkan Permintaan Pelanggan
Pertama, jika kamu akan merancang prototype adalah mendengarkan kebutuhan pelanggan atau user sehingga prototype yang akan kamu buat bisa sesuai.
2. Membangun dan Memperbaiki Prototype
Setelah kamu mendapatkan data-data dari apa saja yang diinginkan user, maka kamu sudah bisa merancang prototype. Ada beberapa tahapan ketika merancang prototype, yaitu:
Merancang proses-proses yang akan terjadi, mulai dari proses input hingga output.
Merancang UML atau Unified Modelling Language yang harus sesuai dengan spesifikasi sistem yang diperlukan dan bagaimana sistem tersebut akan berjalan.
Merancang interface atau antarmuka.
3. Menguji Prototype
Metode terakhir adalah menguji protoype. Dengan adanya tahapan pengujian ini, maka kamu bisa mengevaluasi protoytpe tersebut dan mengetahui apa yang kurang dari prototype sehingga dapat merancang sistem yang sempurna.
Kelebihan dan Kelemahan Adanya Prototyping
Perancangan prototype memiliki kelemahan dan kelebihan, How To Tekno akan menjabarkannya di bawah ini.
Berikut adalah keuntungan yang bisa kamu peroleh jika melibatkan prototyping ketika meneliti atau membangun sebuah sistem:
Mendapatkan komunikasi yang lebih baik antara pengembang dan pelanggan, sehingga bisa mendapatkan tujuan yang sama.
Pengembang atau peneliti bisa bekerja sesuai dengan kebutuhan user.
User dapat berperan dalam proses pengembangan.
Saat merancang sistem bisa lebih hemat waktu.
Hasil perancang bisa sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Kemudian, untuk kelemahan adanya prototyping adalah sebagai berikut:
Permintaan user terkadang sulit untuk direalisasikan sehingga saat berdiskusi awal cukup membutuhkan waktu yang sangat lama.
Proses perancangan prototype biasanya berlangsung cukup lama akibat adanya beberapa koreksi dari user.
Itulah beberapa informasi mengenai prototype dan kegiatan prototyping yang bisa menambah pengetahuanmu.
(NSF)
