Konten dari Pengguna

Perbedaan AC Inverter dan Non Inverter dari Segi Daya Listrik hingga Daya Tahan

How To Tekno

How To Tekno

How to tekno

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi perbedaan AC inverter dan non inverter. Foto: Max Vakhtbovycn/Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perbedaan AC inverter dan non inverter. Foto: Max Vakhtbovycn/Pexels

Saat ini terdapat dua jenis Air Conditioner (AC) yang umum dijumpai di pasaran, yaitu AC inverter dan AC non inverter. Keduanya menawarkan karakteristik berbeda yang memengaruhi kenyamanan, konsumsi energi, dan efisiensi penggunaan.

Dengan memahami perbedaan AC inverter dan non inverter akan membantu pengguna memilih perangkat yang paling sesuai dengan kebutuhan dan anggaran. Jika kamu ingin mengetahui jenis AC mana yang lebih tepat untuk digunakan di rumah, simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Perbedaan AC Inverter dan Non Inverter

Ilustrasi perbedaan AC inverter dan non inverter. Foto: Pixabay/Tumisu

Perbedaan AC inverter dan non inverter yang paling utama terletak pada cara kerja kompresornya. AC inverter menggunakan kompresor berkecepatan variabel, sedangkan AC non inverter memiliki kompresor dengan kecepatan tetap.

Selain itu, masih ada sejumlah perbedaan lain yang perlu dipahami sebelum menentukan pilihan. Berikut uraiannya, dikutip dari situs Aqua Elektronik:

1. Daya Listrik

Dari segi konsumsi daya, AC inverter terbukti lebih hemat sekitar 30 hingga 40 persen dibandingkan AC non inverter. Jenis AC ini membutuhkan daya normal sekitar 900 watt, dengan tarikan listrik awal hanya sekitar 75 watt. Setelah suhu ruangan mencapai titik stabil, kebutuhan dayanya turun dan berkisar di angka 300 watt.

Sementara itu, AC non inverter bekerja dengan metode on/off yang membuat konsumsi dayanya cenderung lebih tinggi. Kompresornya juga selalu beroperasi pada kecepatan penuh setiap kali menyala, sehingga penggunaan energinya kurang efisien dibandingkan AC inverter.

2. Cara Kerja

Cara kerja AC inverter dan non inverter tentu berbeda. AC inverter mengonversi listrik AC (arus bolak-balik) menjadi listrik DC (arus searah). Proses ini membuat kinerja kompresor lebih stabil dalam menyesuaikan perubahan suhu, sehingga konsumsi dayanya tetap efisien meskipun suhu ruangan fluktuatif.

Sebaliknya, AC non inverter bekerja dengan sistem on/off. Ketika suhu yang diinginkan tercapai, kompresor akan berhenti. Saat suhu dinaikkan atau diturunkan, kompresor kembali menyala. Siklus ini membutuhkan energi lebih besar, meskipun proses pendinginannya cenderung lebih cepat.

3. Kebisingan

AC non inverter cenderung menghasilkan suara lebih bising ketika kompresornya menyala. Sebaliknya, AC inverter bekerja dengan kompresor yang beroperasi secara konstan, sehingga suara yang ditimbulkan lebih halus dan senyap.

4. Daya Tahan

AC inverter umumnya diklaim lebih tahan lama dan mampu bekerja dengan tekanan yang stabil.

Sementara itu, AC non inverter bergantung pada sistem on/off, sehingga kompresornya lebih sering hidup dan mati dalam durasi singkat. Kondisi ini membuat kompresor bekerja lebih berat dan berpotensi lebih cepat rusak.

Baca Juga: 6 Rekomendasi AC Self Cleaning dari Berbagai Merek

(NSF)