Konten dari Pengguna

Perbedaan Open Source dan Closed Source Software Komputer

How To Tekno

How To Tekno

How to tekno

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi perbedaan open sources dan closed source. Foto: pexels.com.
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi perbedaan open sources dan closed source. Foto: pexels.com.

Dalam sistem komputer, software dibagi menjadi dua jenis, yakni open source dan closed source. Dari kedua jenis tersebut, terdapat perbedaan open source dan closed sources yang perlu dipahami pengembang atau mahasiswa yang sedang mempelajari sistem komputer.

Di artikel ini, How To Tekno akan menjabarkan perbedaan open source dan closed sources lengkap dengan kekurangan dan kelebihan dari tiap perangkat lunak tersebut. Simak artikel ini dengan saksama, agar bisa mendapatkan informasinya dengan jelas.

Perbedaan Open Source dan Closed Source

perbedaan open sources dan closed source. Foto: unsplash.com.

Salah satu perbedaan open sources dan closed source bisa disimak dari pengertian kedua jenis software tersebut. Menurut geeksforgeeks.org, open sources adalah perangkat lunak yang sumber kodenya bersifat terbuka dan dapat diakses secara publik.

Jenis perangkat lunak tersebut menggunakan kode yang tersedia secara bebas di internet. Kode program jenis software ini dapat dimodifikasi oleh pengguna dan organisasi lain.

Contoh perangkat lunak open source di antaranya Firefox, Linux, LibreOffice, OpenOffice, Gimp, Android, Thunderbird, MySQL, PHP, dan lain-lain.

Sementara Closed Source adalah perangkat lunak yang mengacu pada sumber kode yang tertutup dan kode tersebut tidak dibagikan ke publik.

Kode perangkat lunak jenis ini dilindungi dan tidak dapat diubah kecuali organisasi atau individu yang membuatnya. Biasanya harga dari kode program Closed Source cukup mahal dan pengembang harus memiliki lisensi yang valid.

Contoh perangkat lunak Closed Source di antaranya Skype, Google Earth, Java, Virtual Box, Adobe Reader, Microsoft Office, MacOS, dan lain-lain.

Setelah mengetahui perbedaan Open Sources dan Closed Source, pengembang perlu memahami kelebihan dan kekurangan kedua jenis perangkat lunak tersebut. Berikut ulasannya.

Baca Juga: Cara Membuat Database di XAMPP

Kelebihan kekurangan Open Source

kelebihan dan kekurangan open sources. Foto;pexels.com.

Setiap jenis kode perangkat lunak memiliki kelebihan dan kekurangan. Dirangkum dari laman kinsta.com, open sources menawarkan banyak keuntungan terlebih untuk pengembang yang ingin membangun program tanpa mengeluarkan banyak biaya.

Selain itu, ada kelebihan lain yang bisa didapatkan dari jenis perangkat lunak tersebut.

  • Memiliki dukungan komunitas yang bersedia membantu menjawab pertanyaan sesama pengembang.

  • Sebagai akses pendidikan, dengan dibuka secara publik memungkinkan pengembang pemula untuk belajar secara gratis.

  • Inovasi, komunitas open source menghasilkan beragam ide dan perspektif sehingga menghasilkan solusi dan karya terbaru untuk pengembangan teknologi.

Adapun kekurangan open source adalah dukungan yang tak bisa diandalkan. Saat menggunakan open source pengembang kerap kali harus bergantung pengguna lain untuk mendapatkan bantuan. Selain itu, adanya masalah keamanan karena dipublikasikan secara terbuka.

Kelebihan dan Kekurangan Closed Source

kelebihan dan kekurangan closed sources. Foto;pexels.com.

Masih dari sumber yang sama, perangkat lunak jenis Closed Source menawarkan antarmuka pengguna yang lebih baik. Selain itu, jenis software ini memiliki akses yang mudah mendapat dukungan profesional, jadi jika terjadi masalah dapat diselesaikan dengan cepat.

Selain itu, pada aspek keamanan cenderung lebih terjamin karena sumbernya tidak tersedia untuk umum. Lebih lanjut program yang dikembangkan lebih konsisten dari waktu ke waktu sehingga lebih sedikit terjadi eror.

Kekurangan dari Closed Source lebih mahal dibanding program Open Sources. Selain itu, jenis perangkat ini tak menawarkan banyak pilihan penyesuaian bagi pengguna karena semua fitur dikelola pengembang atau organisasi pembuat kode.

(IPT)