Konten dari Pengguna

Power Built Up: Pengertian, Tips, dan Rekomendasi Terbaiknya

How To Tekno

How To Tekno

How to tekno

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi power built up. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi power built up. Foto: Unsplash.com

Dalam sistem tata suara sound system ada alat power built up yang digunakan sebagai penguat sinyal audio. Alat ini bekerja didasarkan pada penguat tegangan dan arus dari sinyal audio itu sendiri.

Power built up dapat ditemukan pada rental sound system yang khusus dipakai untuk acara besar seperti organ tunggal, konser, dan acara-acara besar lainnya.

Menurut buku Proyek-proyek Elektronik yang Menantang oleh Kamal Ali Taufan, sound system yang menggunakan power built up memiliki rakitan kabel yang berbeda dari power rakitan biasa.

Meskipun seri dan bentuk rakitannya sama, power built up memiliki kualitas yang dinilai jauh lebih bagus. Rakitan kabelnya juga jauh lebih rapi dari power biasa. Audio yang dihasilkan pun jauh lebih jernih dan tidak ada noise.

Keuntungan lainnya, power built up lebih hemat listrik dan lebih tahan panas. Alat ini cocok dipakai untuk acara-acara besar yang diadakan di tempat terbuka seperti lapangan.

Sayangnya, tidak banyak orang yang memiliki power built up tersebut. Selain harganya yang mahal, power built up lebih jarang dipakai untuk kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, komponen dari power built up tersebut sulit dicari jika terjadi kerusakan dibanding dengan komponen power rakitan.

Tips Menggunakan Power Built Up

Ilustrasi Tips Menggunakan Power Built Up. Foto: Unsplash.com

Cara menggunakan power built up sama seperti menggunakan power rakitan pada umumnya. Kamu bisa mengikuti tips yang dirangkum dari laman Quality Power di bawah ini:

  • Atur trimpot pada sound system sampai mengalirkan arus sebesar 50-100 mA pada tiap transistor power untuk menghindarkan kekurangan treble pada siang hari.

  • Pada saat menginput audio, putar trimpot offset sehingga tegangan di speaker terbaca 0 Volt.

  • Untuk mengatasi suara yang lemah, gunakan rangkaian pre-Amp untuk menaikkan sinyal sebesar 2 kali.

  • Selalu gunakan komponen aktif yang berkualitas seperti IC dan transistor. Gunakan kabel yang besar dan sependek mungkin, terutama untuk kaki transistor.

  • Pakailah suplai trafo 50V CT 50V, atau minimal 42V CT 42V. Semakin besar tegangan suplay semakin besar watt yang tersalurkan sehingga audio yang dihasilkan akan semakin bagus.

Itulah cara menggunakan power built up pada sound system. Selanjutnya, kamu bisa menyimak rekomendasi power build up terbaik di bawah ini.

Rekomendasi Power Built Up Terbaik

Menurut penelusuran How To Tekno, berikut daftar rekomendasi merek power built up terbaik yang bisa menjadi referensi.

  • Power built up Crown XLS2500.

  • Power built up QSC GX5

  • Power built up Khartego Audio

  • Power built up Ultravalve Ava

  • Power built up Crown XLS 602.

  • Power built up QSC ISA 300 Ti

  • Power built up Behringer NU6000DSP Inuke.

Demikian penjelasan tentang tips menggunakan power built up dan rekomendasi terbaik mereknya di pasaran. Semoga bemanfaat.

(IPT)

Frequently Asked Question Section

Power build up untuk apa?

chevron-down

Power build up digunakan sebagai penguat sinyal audio. Alat ini berkerja didasarkan pada penguat tegangan dan arus dari sinyal audio itu sendiri.

Apa kelebihan menggunakan power build up?

chevron-down

Power build up memiliki kualitas yang jauh lebih bagus. Rakitan kabel jauh lebih rapi dari power rakitan biasa. Selain itu, suara yang dihasilkan pun jauh lebih jernih dan tidak ada noise.

Apa keuntungan menggunakan power build up?

chevron-down

Sound system yang menggunakan power build up sebagai penguat sinyal audio lebih hemat listrik dan lebih tahan panas.