Konten dari Pengguna

Prototype adalah: Jenis dan Tahapan Rancangannya

How To Tekno

How To Tekno

How to tekno

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi merancang protoype. Foto: Senne Hoekman/Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi merancang protoype. Foto: Senne Hoekman/Pexels

Prototype adalah suatu istilah yang sering muncul di kalangan mahasiswa. Jika kamu ingin memahami lebih dalam mengenai istilah ini, simak hingga habis, ya!

Tentunya, hampir setiap mahasiswa tidak lepas dari kegiatan penelitian. Namun, mereka wajib menyusun atau merancang prototype sebelum melakukan penelitiannya.

Tujuannya adalah agar mendapatkan gambaran bagaimana hasil yang akan diperoleh. Dengan begitu, mahasiswa tidak akan kesulitan dalam proses penelitian.

Berikut ini merupakan penjelasan mengenai model protoype adalah sebagai berikut.

Metode Prototype adalah

Dikutip dari karya tulis yang diterbitkan oleh Universitas Bina Nusantara, menurut Satzinger, Jackson, dan Burd (2010), prototype merupakan sebuah model kerja awal dari sistem yang lebih besar.

Lalu, menurut Cegielski, Prince, dan Rainer (2013), pengertian prototype adalah sebuah model kerja berskala kecil dari keseluruhan sistem atau model yang hanya berisi komponen-komponen dari sistem baru.

Sehingga, dari kedua pengertian prototype di atas, bisa disimpulkan jika sederhananya prototype adalah sebuah versi dari sistem yang tersedia untuk pengembang dan calon pengguna agar memperoleh gambaran dari sistem yang akan dibuat.

Proses pembuatan prototype disebut dengan prototyping, yang membutuhkan beberapa metode hingga sebuah prototype berhasil dibuat dan selanjutnya akan dikembangkan ke sistem yang sesungguhnya.

Jenis-jenis Prototype

Ilustrasi merancang prototype. Foto: ThisIsEngineering/Pexels

Prototipe sendiri punya beberapa jenis, berikut ini jenis-jenis prototipe yang dikutip dari karya ilmiah skripsi yang diterbitkan Universitas Negeri Yogyakarta:

1. Evalutionary Prototype

Evalutionary Prototype merupakan jenis prototype yang dikembangkan secara terus menerus sampai memenuhi fungsi serta prosedur yang dibutuhkan sebuah sistem.

2. Requirement Prototype

Requirement Prototype adalah jenis prototipe yang dipakai pengembang dengan memberikan definisi dari fungsi serta prosedur sebuah sistem yang akan dirancang oleh pengembang tersebut.

Keuntungan dan Kelebihan Penggunaan Prototype

Ilustrasi protoype adalah. Foto: Alvaro Reyes/Unsplash

Berikut adalah keuntungan yang bisa kamu peroleh jika melibatkan prototyping ketika meneliti atau membangun sebuah sistem:

  • Mendapatkan komunikasi yang lebih baik antara pengembang dan pelanggan, sehingga bisa mendapatkan tujuan yang sama.

  • Pengembang atau peneliti bisa bekerja sesuai dengan kebutuhan user.

  • User dapat berperan dalam proses pengembangan.

  • Saat merancang sistem bisa lebih hemat waktu.

  • Hasil perancang bisa sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Sedangkan untuk kelemahan adanya prototyping adalah sebagai berikut:

  • Permintaan user terkadang sulit untuk direalisasikan sehingga saat berdiskusi awal cukup membutuhkan waktu yang sangat lama.

  • Proses perancangan prototype biasanya berlangsung cukup lama akibat adanya beberapa koreksi dari user.

Tahapan Merancang Prototype

Setelah kamu mendapatkan data-data dari apa saja yang diinginkan user, maka kamu sudah bisa merancang prototype. Ada beberapa tahapan ketika merancang prototype, yaitu:

  • Merancang proses-proses yang akan terjadi, mulai dari proses input hingga output.

  • Merancang UML atau Unified Modelling Language yang harus sesuai dengan spesifikasi sistem yang diperlukan dan bagaimana sistem tersebut akan berjalan.

  • Merancang interface atau antarmuka.

Kesimpulannya, prototype adalah sebuah versi dari sistem yang tersedia untuk pengembang dan calon pengguna agar memperoleh gambaran dari sistem yang akan dibuat.

(SAN)