Konten dari Pengguna

Pseudocode: Pengertian, Ciri-ciri, dan Contohnya

How To Tekno

How To Tekno

How to tekno

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pemrograman. Foto: Christopher Kuszajewski/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pemrograman. Foto: Christopher Kuszajewski/Pixabay

Saat kamu sedang mempelajari coding, maka pseudocode adalah sebuah solusi yang tepat. Perlu kamu ketahui, istilah pseudocode yang diikuti dengan kata code bukanlah bahasa pemrograman, tetapi kode semu dalam pemrograman.

Pemrograman adalah suatu proses memberikan arahan pada komputer tentang bagaimana cara menjalankan perintah dari manusia.

Misalnya, kamu ingin melakukan pemrograman di komputer untuk menyimpan suatu data. Jadi, diperlukan algoritma saat pemrograman.

Kamu bisa menuliskan algoritma yang sederhana. Namun, bagaimana jika dibutuhkan prosedur yang lebih kompleks? Salah satunya adalah menggunakan pseudocode.

Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai definisi dari pseudocode adalah apa dalam pemrograman dan seperti apa contohnya.

Pengertian Pseudocode adalah

Mengutip salah satu e-book yang berjudul Pengantar Coding Berbasis C/C++ yang diterbitkan oleh UNP PRESS, istilah pseudocode merupakan gabungan kata pseudo yang artinya palsu; imitasi; menyerupai. Lalu, code adalah sebuah kode pemrograman.

Menurut pengertiannya, pseudocode adalah sebuah deskripsi tingkat tinggi dari algoritma pemrograman dengan konvensi struktural.

Alasan istilah ini tidak masuk dalam bahasa pemrograman adalah karena pemrograman terdapat aturan penulisan kode, sedangkan pseudocode tidak memilikinya.

Umumnya, pseudocode menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Penulisan kode ini biasa digunakan saat proses coding seperti Pascal, C++, Basic, dan lainnya.

Ciri-ciri dari Pseudocode adalah

Ilustrasi menuliskan algoritma pseudocode. Foto: Danial Igdery/unsplash

Supaya kamu lebih tahu bagaimana penulisan kode menggunakan pseudocode, maka perlu memahami apa saja ciri-ciri dari penulisan kode tersebut, seperti yang dijabarkan berikut ini:

  • Berisi langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah, namun bentuk masalahnya tidak sama dengan algoritma.

  • Berupa tanda/notasi/kode penjelasan terkait cara penyelesaian suatu masalah.

  • Tidak ada aturan baku dan spesifik dalam aturan penulisan kode. Sehingga, kamu bisa menyesuaikan sesuai kebutuhanmu.

Contoh Pseudocode Algoritma adalah

Setelah mengetahui penjelasan di atas, beberapa contoh pseudocode adalah sebagai berikut:

1. Menghitung Tiga Buah Data

Misalnya, diketahui algoritma dalam Bahasa Indonesia seperti ini:

  • Ada bilangan a, b, dan c.

  • Jumlah dari ketiga bilangan tersebut.

  • Bagi hasil penjumlahan dengan 6.

  • Tulis hasilnya.

Dalam algoritma pseudocode, akan ditulis kode seperti ini:

  • Input (a, b, c)

  • Jumlah = a+b+c

  • Rerata = Jml/6

  • Output (Rerata)

2. Menghitung Luas Persegi Panjang

Contoh bentuk penyajian algoritma pseudocode. Foto: Tangkapan layar via Diktat Pembelajaran Mata Kuliah Logika dan Algoritma Pemrograman STEKOM

Contoh lainnya, di mana ada sebuah permasalahan untuk mencari luas persegi panjang. Jika panjang dan lebarnya sudah diketahui, maka algoritma dan pseudocode dapat ditulis dengan:

  • Input (P, L)

  • Ls = P * L

  • Output LS

3. Menghitung Suhu

Jika kamu ingin melakukan konversi suhu dari derajat Celsius ke deraja Kelvin, maka maka algoritma dan pseudocode dapat ditulis dengan:

  • Input (Celcius)

  • Kelvin = Celcius + 273

  • Output Kelvin

Kesimpulannya, pseudocode adalah sebuah deskripsi penulisan algoritma dengan bahasa yang mudah dipahami dan bersifat umum. Kini, kamu bisa menggunakan penulisan kode tersebut saat pemrograman.

(SAN)