Konten dari Pengguna

Rumus Z Score, Lengkap dengan Cara Menghitungnya di Excel

How To Tekno

How To Tekno

How to tekno

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mengolah data menggunakan rumus Z Score. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengolah data menggunakan rumus Z Score. Foto: Unsplash.com

Daftar isi

Saat mengolah data kuantitatif, keberadaan Z Score menjadi salah satu formula yang umum ditemukan. Kendati demikian, tak sedikit yang masih belum mengetahui rumus Z Score. Padahal formula yang satu ini terbilang penting untuk mengolah data yang dimiliki.

Bagi kamu yang ingin mengetahui definisi, rumus, hingga cara menghitung Z Score di Excel, simak pemaparan selengkapnya berikut ini.

Apa yang Dimaksud dengan Z Score?

Secara singkat, Z Score adalah sebuah nilai standar yang memberi gambaran tentang seberapa jauh rata-rata titik data. Dengan kata lain, Z Score adalah sebuah penyimpangan data yang seluruh nilai rata-ratanya diukur dalam satuan standar deviasinya.

Dikutip dari Simply Psychology, Z Score bernilai positif jika nilainya berada di atas mean dan negatif jika berada di bawah mean.

Keberadaan Z Score dalam pengolahan data kuantitatif terbilang penting. Z Score berguna untuk menstandarisasi nilai (skor mentah) dari distribusi normal.

Ilustrasi data kuantitatif di excel. Foto: Unsplash.com

Adapun yang dimaksud dengan distribusi normal, yaitu distribusi yang memiliki nilai rata-rata nol (0) dengan standar deviasi satu (1).

Menyadur sumber yang sama, ada dua alasan umum mengapa Z Score penting untuk dipahami. Pertama, Z Score memungkinkan peneliti untuk menghitung probabilitas skor yang terjadi dalam distribusi normal standar.

Kedua, Z Score memungkinkan kita untuk membandingkan dua skor yang berasal dari sampel berbeda dan mungkin memiliki cara dan standar deviasi yang berbeda pula.

Inilah mengapa, Z Score penting untuk dipahami agar proses mengolah data bisa dilakukan dengan lebih mudah.

Rumus Z Score

Setelah mengetahui definisinya, hal yang tak kalah penting untuk diketahui, yakni rumus Z Score. Umumnya, mengetahui Z Score bisa dilakukan dengan mencari nilai rata-rata dan standar deviasi dari sebuah populasi terlebih dahulu. Selanjutnya, hasil perhitungan tersebut dibagi dengan standar deviasinya.

Ilustrasi menerapkan rumus Z Score di Excel. Foto: Unsplash.com

Berdasarkan pemaparan singkat di atas, maka rumus Z Score secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut:

Z = (x-μ) / σ

Keterangan

  • Z = Z Score (nilai standar atau nilai baku)

  • x = Nilai yang diamati (skor mentah)

  • μ = Rata-rata populasi

  • σ = Standar deviasi populasi

Sedangkan dalam Excel, rumus Z Score secara umum dapat dituliskan sebagai berikut:

=(DataPoint-AVERAGE(DataSet))/STDEV(DataSet)

Cara Menghitung Z Score di Excel

Meski dapat dihitung secara manual, mengetahui nilai Z Score melalui Excel menjadi alternatif yang banyak dilakukan. Selain cepat, menghitung Z Score di Excel terbilang praktis dan tak kalah akurat.

Menyadur laman Make Use of, untuk menghitung Z Score di Excel, kamu memerlukan satu set data yang dapat memberi mean dan standar deviasi untuk sebagian besar variabel pertama.

Untuk menghitung rata-rata rentang yang diberikan, sintaksnya adalah =AVERAGE(range). Sementara itu, untuk menghitung simpangan baku sintaks yang digunakan, yaitu =STDEVPA(range).

Lebih lanjut, simak langkah-langkahnya melalui contoh berikut ini.

1. Siapkan satu set data yang akan dihitung Z Score-nya. Dalam contoh ini, kamu akan menghitung penjualan buah-buahan. Seperti yang dilihat pada contoh, kolom A1:A7 memuat nama-nama buah. Sementara itu, kolom B1:B7 memuat jumlah penjualan. Adapun kolom C digunakan untuk hasil Z Score yang akan dihitung.

Tampilan satu set data yang akan dihitung Z Score-nya. Foto: Make Use Of

2. Seperti yang disebutkan, kamu perlu menghitung nilai mean dan standar deviasinya terlebih dahulu sebelum mengetahui nilai Z Score pada data tersebut. Untuk menghitung mean, maka formula yang dituliskan di sel, yaitu =AVERAGE(B2:B7).

Tampilan menghitung mean. Foto: Make Use Of

3. Kemudian, hitung standar deviasinya dengan memasukkan formula =STDEVPA(B2:B7).

Tampilan menghitung standar deviasi. Foto: Make Use Of

4. Setelah mean dan standar deviasi ditemukan, kamu bisa menghitung nilai Z Score. Cukup masukkan =(B2-B9)/B10 pada kolom C. Sebagai catatan, B2 adalah jumlah penjualan, B9 merupakan rata-rata kisaran, dan B10 menunjukkan standar deviasi. Lalu, tekan tombol Enter untuk mengetahui hasil Z Score-nya.

Kamu bisa menarik ikon kotak kecil di sudut kanan bawah sel tersebut untuk mengetahui hasil Z Score lainnya. Kamu juga bisa menerapkan cara yang sama dengan hanya mengganti huruf sel sesuai letaknya.

Tampilan menghitung Z Score. Foto: Make Use Of

Itulah uraian mengenai definisi, rumus, hingga contoh perhitungan Z Score di Excel. Semoga membantu.

(ANM)

Frequently Asked Question Section

Apa itu Z Score?

chevron-down

Z Score adalah sebuah nilai standar yang memberi gambaran tentang seberapa jauh rata-rata titik data. Dengan kata lain, Z Score adalah sebuah penyimpangan data yang seluruh nilai rata-ratanya diukur dalam satuan standar deviasinya.

Apa yang dimaksud dengan distribusi normal?

chevron-down

Distribusi normal yaitu distribusi yang memiliki nilai rata-rata nol (0) dengan standar deviasi satu (1).

Apakah bisa menghitung Z Score di Excel?

chevron-down

Meski dapat dihitung secara manual, mengetahui nilai Z Score melalui Microsoft Ecxel menjadi alternatif yang banyak dilakukan. Selain cepat, menghitung Z Score di Excel terbilang praktis dan tak kalah akurat.