Konten dari Pengguna

Sistem Penamaan Domain: Definisi, Fungsi, hingga Stukturnya

How To Tekno

How To Tekno

How to tekno

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi salah satu Sistem Penamaan Domain pada situs web. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi salah satu Sistem Penamaan Domain pada situs web. Foto: Unsplash.com

Sistem Penamaan Domain atau Domain Name System (DNS) merupakan sistem yang mengubah nama situs web menjadi alamat IP sehingga komputer dapat memahami kueri. Berdasarkan hal tersebut, tak heran bila Sistem Penamaan Domain menjadi komponen penting saat beraktivitas menggunakan Internet.

Tanpa sistem tersebut, kamu harus memasukkan IP Address secara lengkap saat ingin mengunjungi sebuah situs web. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Sistem Penamaan Domain, simak informasi selengkapnya berikut ini.

Apa yang Dimaksud dengan Sistem Penamaan Domain?

Menurut PCMag, Sistem Penamaan Domain atau DNS tak ubahnya buku telepon di Internet. Sebab, sistem tersebut mampu mengubah nama domain situs web (nama host) menjadi nilai numerik (alamat IP) sehingga dapat ditemukan dan dimuat ke peramban web.

Ilustrasi Sistem Penamaan Domain atau DNS

Sistem ini bekerja di latar belakang sehingga bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan oleh pengguna. Namun bukan berarti Sistem Penamaan Domain tak penting. Tanpa sistem tersebut, peramban akan kesulitan saat mengarahkan permintaan pengguna ke halaman situs web yang dimaksud.

Sebagai contoh, bila seseorang akan mengunjungi situs web tertentu, ia hanya perlu menuliskan (nama situs web).com pada peramban. Di waktu yang sama, server di belakang layar akan memetakan nama itu ke alamat IP yang sesuai dan akan menganggapnya sebagai angka.

Fungsi Sistem Penamaan Domain

Ilustrasi mengunjungi situs web. Foto: Unsplash.com

Setelah memahami definisinya, mengetahui fungsi dari Sistem Penamaan Domain juga tak kalah penting. Dihimpun dari Techtarget dan sumber lainnya, fungsi Sistem Penamaan Domain atau DNS adalah sebagai berikut.

  • Meminta dan menghimpun informasi IP Address dari situs web berdasarkan nama domain yang digunakan.

  • Meminta informasi URL atau Uniform Resource Locator dari situs web berdasarkan IP Address yang akan dimasukkan.

  • Mencari server yang tepat.

Struktur Sistem Penamaan Domain

Mengutip Cloud Infrastructure Services, struktur Sistem Penamaan Domain dapat dibagi menjadi lima tingkatan, yaitu:

Root Level Domain

Tingkatan ini merupakan paling tinggi di antara yang lainnya. Sebab, Root Level Domain merupakan langkah awal dalam menyelesaikan nama domain.

Umumnya, pada tingkatan ini sistem akan menangani permintaan catatan di zona root. Misalnya, .com, .net, .org, dan sebagainya untuk hierarki organisasi. Sementara .ca, .id, .uk, dan sebagainya untuk hierarki geografis.

Tak hanya itu, ia akan menjawab permintaan lain dengan menyediakan daftar nama server otoritatif untuk TLD atau Top Level Domain.

Top Level Domain

Tingkatan berikutnya dalam hierarki Sistem Penamaan Domain adalah Top-Level Domain atau TLD. Menurut sumber yang sama, ada lebih dari 1000 TLD yang mencakup .abb, .zw, dan masih banyak lagi.

TLD diklasifikasikan menjadi dua sub-kategori, yakni hierarki organisasi dan hierarki geografis.

Ilustrasi domain. Foto: Unsplash.com

Second Level Domain

Second Level Domain merupakan nama yang terkait dengan situs web atau bisnis. Umumnya, Second Level Domain terletak di sebelah kiri domain tingkat atas dan dipisahkan oleh titik. Contohnya, URL “myexample.com”, “myexample” adalah domain tingkat kedua dari TLD “.com”.

Subdomain

Tingkatan domain ini umumnya merujuk pada domain level ketiga yang berhubungan dengan domain root dan dilambangkan di sebelah kiri sebagai domain tingkat kedua. Pada URL “blog.myexample.com”, misalnya, alamat sub-domainnya adalah “blog.”.

Host

Bagian host dari fully-qualified domain name atau FQDN umumnya digunakan untuk mengidentifikasi perangkat individual. Pada FQDN "myserver.example.com" nama host akan menjadi “myserver.”.

Itulah informasi seputar Sistem Penamaan Domain yang perlu diketahui. Semoga informasi di atas bermanfaat!

(ANM)

Frequently Asked Question Section

Apa yang terjadi bila tak ada Sistem Penamaan Domain?
chevron-down

Tanpa sistem penamaan domain, peramban akan kesulitan saat mengarahkan permintaan pengguna ke halaman situs web yang dimaksud.

Apa fungsi Root Level Domain?
chevron-down

Pada tingkatan ini sistem akan menangani permintaan untuk catatan di zona root.

Apa fungsi Sistem Penamaan Domain?
chevron-down

Meminta dan menghimpun informasi IP Address dari situs web berdasarkan nama domain yang digunakan, meminta informasi URL atau Uniform Resource Locator dari situs web berdasarkan IP Address yang akan dimasukkan, dan mencari server yang tepat.