Konten dari Pengguna

Tipe Data Primitif dalam Pemrograman

How To Tekno

How To Tekno

How to tekno

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi koding. Foto: Lukas/Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi koding. Foto: Lukas/Pexels

Ketika kamu belajar bahasa pemrograman Java, maka akan menemui tipe data primitif. Kali ini, How To Tekno akan membagikan macam-macam tipe data primitif dalam bahasa pemrograman tersebut.

Pada Java, tipe data adalah jenis-jenis data yang nantinya akan disimpan pada wadah. Nilai yang tersimpan pada Java berbeda-beda, tergantung dengan tipe data yang digunakan.

Supaya lebih jelas mengenai tipe data yang dipakai dalam bahasa pemrograman Java ketika kamu belajar coding, maka bisa simak penjelasan mengenai tipe data primitif JavaScript di bawah ini.

Tipe Data Primitif pada Java

Ilustrasi Belajar Coding. Foto: Procerator UX Design/unsplash

Mengutip modul Pengenalan Program I terbitan Universitas Dian Nuswantoro, ada delapan contoh tipe data primitif yang dipakai pada pemrograman Java, yaitu Boolean, Char, Byte, Short, Int, Long, Double, dan Float. Berikut penjelasannya:

1. Tipe Data Boolean

Tipe data Boolean digunakan pada pengenalan logika, biasanya diwakili dengan pernyataan True dan False. Contohnya adalah:

boolean result = true;

Maksud dari rumus di atas adalah pendeklarasian variabel dengan nama result sebagai tipe datanya dan nilai yang dihasilkan adalah True atau benar.

2. Tipe Data Char

Selanjutnya adalah tipe data Char atau Character yang menunjukkan data berupa tekstual. Tipe data Character diwakili dengan karakter yang disebut Single Unicode.

Pada tipe data Char, harus menggunakan ciri dengan tanda kutip satu di awal dan akhirnya (' '), misalnya adalah:

‘a’ //Huruf a

‘\t’ //A tab

Meskipun String bukan termasuk ke dalam tipe data Primitif, tetapi bisa digunakan sebagai Class dan masuk ke dalam tipe data Char. Maka kamu harus menggunakan tanda kutip dua di awal dan akhir kalimat (" "), misalnya:

String message=“Hello world!”

Ilustrasi pemrograman. Foto: Danny Meneses/Pexels

3. Byte, Short, Int, Long

Kemudian ada tipe data yang masuk ke dalam kategori Integral, yaitu Byte, Short, Int, Long. Keempat tipe data ini menggunakan desimal, oktal, atau heksa desimal. Misalnya:

2 //nilai desimal 2

077 //angka 0 pada awal pernyataan mengindikasikan nilai oktal

0xBACC //karakter 0x mengindikasikan nilai heksadesimal

Perbedaan dari keempat tipe data di atas ada pada panjang integernya (bit) dan range.

  • Byte: memiliki 8 bits dengan range -2^7 hingga 2^7 -1

  • Short: memiliki 16 bits dengan range -2^15 hingga 2^15 -1

  • Int: memiliki 32 bits dengan range -2^31 hingga 2^31 -1

  • Long: memiliki 64 bits dengan range -2^63 hingga 2^63 -1

4. Floating dan Double

Terakhir, ada tipe data Floating dan Double yang termasuk ke dalam jenis Floating Point. Formula yang biasa digunakan untuk tipe data ini dalam pemrograman Java adalah:

E or e //(add exponential value)

F or f //(float)

D or d //(double)

Contoh penggunaan tipe data Floating dan Double ketika kamu melakukan coding di pemrograman Java adalah berikut ini:

3.14 //nilai floating-point sederhana (a double)

6.02E23 //A nilai floating-point yang besar

2.718F //A nilai float size sederhana

123.4E+306D //A nilai double yang besar dengan nilai redundant D

Dari contoh di atas, seharusnya sudah terlihat bagaimana perbedaan tipe data Floating dan Double. Untuk lebih jelasnya, berikut perbedaan keduanya:

  • Float: memiliki 32 bits dengan range -2^31 hingga 2^31 -1

  • Double: memiliki 64 bits dengan range -2^63 hingga 2^63 -1

Itu dia penjelasan mengenai jenis-jenis tipe data primitif, mulai dari tipe data Boolean hingga Floating Point. Selamat belajar!

(NSF)