Konten dari Pengguna

TLS adalah: Pengertian dan Kinerjanya

How To Tekno

How To Tekno

How to tekno

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pengguna internet. Foto: janeb13/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengguna internet. Foto: janeb13/Pixabay

TLS adalah sebuah kependekan dari Transport Layer Security yang dipakai sebagai protokol untuk perintah tertentu dalam internet.

Secara singkatnya, TLS akan membuat sebuah enkripsi data yang nantinya dikirim lewat internet. TLS akan memastikan jika hacker atau peretas tidak bisa melihat data atau dokumen yang akan kamu kirim ke pengguna lain.

Enkripsi TLS ini sangat berguna apabila kamu mengirim data penting, seperti nomor kartu kredit, kata sandi, dan dokumen-dokumen pribadi lainnya.

Lewat artikel ini, How To Tekno akan berbagi mengenai protokol TLS adalah apa dan informasi lainnya mengenai TLS. Jadi, simak artikel sampai habis ya!

Pengertian TLS adalah

Ilustrasi pengguna internet. Foto: StartupStockPhotos/Pixabay

Dikutip dari laman resmi Google, TLS Host adalah sebuah protokol internet yang cukup standar dipakai guna mengenkripsi email. Enkripsi tersebut akan melindungi data pribadi serta menjaga data-data yang dikirim tetap aman.

TLS berfungsi untuk mencegah akses email yang tidak sah ketika mengirim lewat internet. Sebelumnya, Google Workspace menggunakan enkripsi email LLS atau Secure Sockets Layer, namun sekarang sudah menggunakan TLS.

Protokol TLS pertama kali ditemukan pada thaun 1999 dalam RFC 2246 sebagai sebuah protokol yang independen dan tidak langsung bisa beroperasi dengan SSL 3.0.

Karena SSL 3.0 saat ini dianggap tidak lagi aman, maka pada tahun 2015, TLS 1.2 pun mulai digunakan. Selain itu, TLS 1.3 mulai digunakan pada tahun 2018.

Adanya enkripsi TLS biasa membantu melindungi aplikasi web dari serangan hacker dan bentuk pelanggaran lainnya. Kemudian, sebuah HTTPS yang dilindungi TLS akan membuat sebuah standar baru untuk web tersebut.

Seperti contohnya, munculnya ikon gembok pada HTTPS yang terlindungi TLS membuat para pengguna internet lebih waspada pada HTTPS tanpa gembok.

Mengutip laman Cloudflare, ada tiga hal pokok yang dicapai TLS, yaitu enkripsi, otentikasi, dan integritas.

  • Enkripsi: menyembunyikan data yang sedang ditransfer dari pihak ketiga.

  • Otentikasi: memastikan bahwa pihak yang bertukar informasi adalah yang mereka klaim.

  • Integritas: memverifikasi bahwa data tidak dipalsukan atau dirusak.

Bagaimana TLS Membuat Perubahan pada Kinerja Aplikasi Web?

Ilustrasi pengguna internet. Foto: Firmbee/Pixabay

Seperti banyak orang ketahui jika TLS versi paling baru cukup membuat perubahan pada sebuah kinerja di aplikasi web. Maka dari itu, klien serta server perlu beberapa kali melakukan pengecekan sebelum data ditransmisikan.

Dengan adanya teknologi masa kini, sehingga bisa membantu mengurangi potensi latensi karena TLS, misalnya TLS False yang membuat server dan klien mulai membuat transmisi data sebelum pengecekan selesai.

Ada pula teknologi TLS Session Resumtion yang bisa mempercepat kinerja TLS sehingga server dan klien bisa mengirim data lebih cepat tanpa perlu proses pengecekan lebih lama.

Itulah penjelasan mengenai TLS yang bisa How To Tekno bagikan. Semoga bermanfaat!

(NSF)