Konten dari Pengguna

VTuber: Definisi, Tugas, hingga Tips Memulainya

How To Tekno

How To Tekno

How to tekno

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menonton konten VTuber. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menonton konten VTuber. Foto: Unsplash.com

Jejaring sosial tak hanya berhasil menciptakan tren baru, tetapi juga memunculkan berbagai istilah tentang seseorang yang memanfaatkan platform tersebut, salah satunya VTuber. Secara singkat, VTuber adalah istilah yang merujuk pada virtual YouTuber.

Sedikit berbeda dengan YouTuber, VTuber menggunakan avatar yang dihasilkan komputer dalam video. Untuk mengetahui lebih lanjut seputar VTuber, simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Apa Itu VTuber?

Ilustrasi virtual YouTuber atau VTuber adalah pembuat konten online yang menggunakan avatar digital untuk menyamarkan penampilan mereka di dunia nyata. Foto: Unsplash.com

Perkembangan teknologi tak luput dari adanya inovasi dalam membuat konten secara online. Kondisi itulah yang membuat kehadiran VTuber kini makin mudah ditemui.

Mengutip laman Wired, virtual YouTuber atau VTuber adalah pembuat konten online yang menggunakan avatar digital untuk menyamarkan penampilan mereka di dunia nyata. Dalam artian, VTuber cenderung lebih menggunakan avatar dibanding menampakkan wajah aslinya.

Tak jarang, beberapa VTuber akan menggunakan grafik komputer dan penangkap gerak avatar virtual untuk berinteraksi dengan penonton. Selain itu, mereka menyediakan suara untuk avatar masing-masing.

Disadur dari Sensorium XR, tren VTuber bermula di Jepang pada pertengahan 2010. Saat itu, beberapa orang mulai menggunakan avatar digital untuk menampilkan diri kepada audiens.

Tren ini sempat memudar selama beberapa tahun. Namun, gejolak VTuber kembali muncul di awal 2020 dan kini berkembang menjadi fenomena global.

Tugas VTuber

Postingan twitter dari Virtual YouTuber Indonesia, Moona Hoshinova. Foto: Twitter.com/moonahoshinova

Layaknya YouTuber, VTuber juga memproduksi konten untuk para audiens setianya. VTuber bisa melakukan berbagai aktivitas, seperti bermain gim, mengadakan siaran langsung, berpartisipasi dalam sebuah tantangan, hingga berkolaborasi dengan orang lain.

Di satu sisi, VTuber akan mengembangkan persona untuk penjenamaan pribadi dan membuat konten orisinal berdasarkan persona tersebut. Ia juga akan memilih kepribadian dan gaya berbicara yang paling tepat untuk audiens yang menjadi sasaran.

Faktor di atas secara tak langsung memengaruhi konten yang diciptakan sekaligus hubungan VTuber dengan penonton setianya. VTuber sendiri bisa dari kalangan laki-laki atau perempuan nyata atau sepenuhnya fiksi.

Cara Menjadi VTuber

Ilustrasi menyusun aspek untuk menjadi VTuber. Foto: Unsplash.com

VTuber kini menjadi tren yang berkembang dan memiliki peluang tinggi. Hal itu mengingat bahwa jumlah YouTuber semakin meningkat sehingga angka persaingan menjadi lebih ketat.

Dengan menjadi VTuber, peluang kamu untuk menyebarkan pengaruh melalui konten yang dibuat bisa tetap tersalurkan. Menurut sumber yang sama, berikut cara menjadi VTuber yang bisa kamu coba.

Desain avatar pribadi

Sudah menjadi keharusan bagi seorang VTuber untuk memiliki desain avatar-nya sendiri. Pastikan desain avatar kamu mengunggulkan ciri khas dan persona yang ingin dibangun.

Animasikan avatar dengan Motion Capture

Setelah desain avatar diciptakan, kamu bisa menganimasikannya dengan Motion Capture. Ada banyak software yang bisa dimanfaatkan, seperti FaceRig, VTuber Studio, Luppet, dan Wakaru.

Atur studio

Seorang VTuber juga membutuhkan studio untuk menyiarkan konten. Saat memutuskan untuk menjadi VTuber, kamu harus bisa menangkap wajah dan me-render-nya secara real-time.

Kamu memerlukan kamera pelacak gerak untuk melakukan tahapan ini. Namun tak perlu cemas, webcam sederhana dengan feed yang layak sudah cukup untuk menunjang aktivitas perekaman.

Siapkan juga mikrofon untuk keperluan audio sehingga suara yang dihasilkan tetap jernih dan bebas noise. Agar tampilan video makin optimal, kamu juga dapat memanfaatkan green screen untuk mempermudah proses post-produksi.

Luncurkan channel pribadi

Selanjutnya, kamu bisa meluncurkan channel pribadi. Selain YouTube, ada berbagai opsi platform yang dapat dimanfaatkan, di antaranya TikTok, Instagram, hingga Twitch. Pilih salah satu platform tersebut sesuai target audiens yang dikehendaki.

Mulai produksi konten

Setelah aspek di atas sudah disiapkan, kamu bisa memproduksi konten sesuai kreativitas. Buat konten secara berkala dan beragam agar kamu bisa memiliki subscriber dan penonton yang lebih banyak.

Itulah uraian seputar VTuber yang patut kamu ketahui. Berdasarkan pemarapan di atas, apakah kamu semakin tertarik untuk menjadi seorang VTuber?

(ANM)

Frequently Asked Question Section

Kapan VTuber pertama kali muncul?
chevron-down

Tren VTuber bermula di Jepang pada pertengahan 2010. Tren ini sempat memudar selama beberapa tahun. Namun, gejolak VTuber kembali muncul di awal 2020 dan kini berkembang menjadi fenomena global.

Apa saja yang dilakukan VTuber?
chevron-down

Memproduksi konten, bermain gim, mengadakan siaran langsung, berpartisipasi dalam sebuah tantangan, hingga berkolaborasi dengan orang lain.

Apa saja platform yang bisa digunakan untuk menjadi VTuber?
chevron-down

Selain YouTube, platform yang dapat dimanfaatkan, di antaranya TikTok, Instagram, hingga Twitch. Pilih salah satu platform tersebut sesuai target audiens yang dikehendaki.