Vue JS adalah: Pengertian dan Fitur di Dalamnya

How to tekno
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari How To Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Vue JS adalah istilah yang sering kita temui dalam dunia pembuatan aplikasi. Bagi kamu seorang frontend developer yang berpengalaman tentu tidak asing dengannya.
Di era perkembangan digitalisasi saat ini, telah hadir berbagai framework yang bisa dimanfaatkan oleh programmer. Salah satunya adalah Vue JS ini.
Tentunya, seorang developer ingin membuat website dengan tampilan antarmuka yang interaktif. Hal ini bisa menjadi daya tarik pengunjung untuk melakukan aksi lebih lanjut.
Misalnya, tampilan antarmuka website penjual makanan yang interaktif akan lebih menarik para pengunjung. Untuk membuatnya, developer bisa memanfaatkan Vue JS.
Sebenarnya, apa itu Vue JS Indonesia? Untuk menjawab rasa penasaranmu, artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai Vue JS dalam dunia pemrograman.
V-Model Vue JS adalah
Vue JS adalah pustaka JavaScript yang digunakan untuk membuat tampilan interface pada sebuah website menjadi interaktif. Pada dasarnya, fitur utama dari Vue JS ini lebih fokus pada rendering dan komposisi elemen.
Fokus dari ini kerangka kerja ini terletak pada layer tampilan saja, sehingga akan sangat mudah jika nanti diintegrasikan dengan proyek lainnya. Di sisi lain, Vue juga mampu memberikan dan mendukung Single Page Application secara canggih saat dikombinasikan dengan perkakas modern dan dukungan pustaka.
Namun, jika berniat membuat aplikasi yang lebih kompleks, kamu akan membutuhkan routing, state manajemen, template, build-tool, dan lain-lain.
Fitur-fitur Vue JS
Perlu kamu tahu, Vue JS menyediakan banyak fitur yang dapat membantu developer untuk mengembangkan website agar lebih interaktif, di antaranya:
Computed Properties, membantu pengguna melihat perubahan yang terjadi pada elemen User Interface atau tampilan antarmuka, tanpa harus melakukan penambahan kode.
Event Handling, atribut yang ditambahkan ke elemen DOM untuk event Vue JS. Fungsinya adalah membuat website lebih interaktif.
Components, sering digunakan untuk membuat kustomisasi pada elemen yang ada di HTML dan dapat digunakan berulang kali.
Data Binding, digunakan untuk memanipulasi dan memberikan values pada atribut HTML, seperti mengubah style pada website.
Virtual DOM, berfungsi untuk memudahkan program saat mengakses dan menambahkan konten dalam dokumen.
Lightweight, berfungsi untuk membuat script dari Vue JS agar menjadi lebih sederhana, tetapi masih powerful dan sangat cepat.
Routing, digunakan sebagai penghubung antar halaman. Fitur ini dapat membuat website Single Page Application (SPA) hanya dengan menggunakan satu file HTML saja.
Watchers, fitur ini dapat diterapkan pada data yang telah berubah, seperti bentuk elemen input. Sehingga, tidak menambahkan event tambahan pada elemen input.
Directives, Vue JS memiliki perintah bawaan yang digunakan untuk melakukan berbagai aksi pada front-end website.
Templates, fitur ini berbasis HTML yang menghubungkan DOM dengan data instance Vue JS.
Kesimpulannya, Vue JS adalah pustaka JavaScript yang digunakan untuk membuat tampilan interface pada sebuah website menjadi interaktif.
(SAN)
