Konten dari Pengguna

Biaya Publikasi Jurnal Tidak Selalu Dibebankan ke Penulis

Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Istimewa

SEVIMA - Biaya publikasi jurnal tidak selalu menjadi kewajiban penulis karena setiap penerbit menerapkan model pendanaan dan akses yang berbeda. Para dosen yang menargetkan jurnal internasional perlu membedakan biaya pemrosesan artikel, kebijakan akses terbuka, serta kemungkinan jalur publikasi yang tidak memungut biaya langsung dari penulis.

Hal itu disampaikan Dosen Teknik Lingkungan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Muhammad Al Kholif dalam diskusi Smart Writing tentang penulisan artikel ilmiah dengan bantuan kecerdasan buatan yang berlangsung secara daring pada 2025. Ia membahas penyusunan naskah, penilaian jurnal, dan pengalaman menangani revisi artikel.

Pembahasan biaya muncul saat seorang peserta menanyakan cara mencari jurnal gratis dan memahami waktu keputusan editorial. Narasumber menilai peneliti sering terlalu cepat mengambil kesimpulan dari angka biaya yang tampil pada halaman awal sebuah jurnal tanpa membaca pilihan penerbitan secara lengkap.

Biaya Publikasi Jurnal Bergantung Jalur Terbit

"Saya tidak pernah bayar," kata Al Kholif ketika menjelaskan pengalaman publikasinya sendiri. Pernyataan itu merupakan pengalaman pribadi, bukan bukti bahwa semua jurnal bereputasi tidak memungut biaya. Sebagian jurnal menggunakan model langganan, sebagian mengenakan biaya akses terbuka, sedangkan kebijakan lain dapat menyediakan pengecualian atau pendanaan institusional.

Dalam ekosistem pendidikan, perbedaan tersebut menentukan siapa yang membayar biaya publikasi dan apakah pembaca bisa mengakses artikel tanpa langganan. Pada jalur tertentu, penulis tidak dikenai biaya pemrosesan langsung, tetapi artikel mungkin tersedia melalui akses berlangganan. Sebaliknya, artikel yang terbuka untuk semua pembaca dapat memiliki ketentuan biaya tersendiri.

Al Kholif meminta peneliti tidak berhenti pada halaman depan situs jurnal. "Kita harus benar-benar masuk ke dalam jurnalnya," ujarnya. Yang perlu dilihat adalah keterangan resmi untuk penulis, pilihan penerbitan, biaya yang benar-benar berlaku, serta syarat khusus yang mungkin berbeda menurut jenis manuskrip.

Bagi dosen yang mengandalkan anggaran penelitian terbatas, pemeriksaan itu bisa dilakukan sebelum naskah ditulis sepenuhnya. Dengan mengetahui ruang lingkup dan model penerbitan, penulis dapat memperkirakan pilihan yang sesuai tanpa mengasumsikan bahwa jurnal yang terlihat mahal pasti tidak menyediakan jalur lain.

Informasi Biaya Perlu Dibaca pada Situs Resmi

Biaya publikasi jurnal sebaiknya diverifikasi pada laman kebijakan penerbit, bukan hanya pada iklan atau informasi dari pihak ketiga. Halaman author guidelines dapat menjelaskan apakah terdapat biaya wajib, biaya opsional, potongan tertentu, atau skema pendanaan yang terkait lembaga. Ketentuan itu bisa berubah sehingga perlu dibaca kembali saat manuskrip siap dikirim.

"Kalau Bapak Ibu hanya cuma melihat dari segi cover seperti ini," papar Al Kholif saat mencontohkan kekeliruan membaca informasi jurnal. Ucapan tersebut disampaikan ketika ia menunjukkan situs jurnal dalam sesi tanya jawab. Ia mengaitkannya dengan pentingnya menelusuri ketentuan di halaman yang lebih rinci.

Keterangan biaya juga perlu dibaca bersama persyaratan mutu dan reputasi penerbit. Tidak dikenakannya biaya bukan jaminan bahwa sebuah jurnal cocok dengan bidang kajian. Sebaliknya, pemungutan biaya tidak dengan sendirinya menunjukkan penerbit tidak kredibel. Keputusan sebaiknya memperhitungkan proses telaah sejawat, transparansi kebijakan, dan kecocokan fokus naskah.

Panduan 'Manuscript preparation: Transform your research into compelling content' dari Elsevier menekankan perlunya memeriksa petunjuk penulis pada jurnal tujuan, termasuk struktur naskah, batas kata, dan ketentuan pengiriman. Panduan tersebut juga menempatkan kejelasan, susunan yang baik, dan integritas riset sebagai unsur penyiapan manuskrip.

Pencarian dapat dimulai dari jurnal yang benar-benar menerbitkan artikel dalam topik serupa. Setelah itu, penulis mencatat model akses, ketentuan biaya, dan persyaratan pengiriman. Informasi tersebut sebaiknya disimpan bersama tanggal pemeriksaan agar dapat dibandingkan jika ada perubahan kebijakan menjelang pengiriman.

Penulis juga perlu berhati-hati terhadap undangan penerbitan yang menawarkan keputusan terlalu pasti tanpa menjelaskan penelaahan. Namun, cepat atau lambatnya keputusan bukan satu-satunya indikator mutu. Penilaian perlu melihat proses editorial dan praktik penerbitan secara keseluruhan, bukan satu angka maupun satu janji.

Peneliti juga sebaiknya membedakan biaya pengajuan, biaya setelah penerimaan, dan biaya layanan tambahan yang mungkin ditawarkan penerbit. Tidak semua jurnal menggunakan istilah yang sama. Pada beberapa model, biaya baru muncul jika penulis memilih opsi tertentu. Jika ketentuan tidak jelas, informasi yang paling dapat diandalkan ialah penjelasan resmi dari pengelola jurnal, bukan perkiraan berdasarkan pengalaman orang lain.

Pengambilan keputusan dapat melibatkan pustakawan kampus atau pengelola penelitian yang memahami perjanjian langganan institusi. Dukungan tersebut berguna terutama ketika penulis belum pernah berurusan dengan mekanisme akses dan hak cipta. Perlu dibedakan pula apakah biaya ditanggung oleh penulis, penyandang dana, atau institusi. Transparansi mengenai pihak yang membayar membantu perencanaan dana penelitian sejak proposal disusun.

Perbedaan istilah ini juga membantu pembaca menilai laporan biaya publikasi jurnal secara lebih kritis. Angka yang disampaikan tanpa menjelaskan jenis biaya dapat membentuk kesimpulan keliru. Kebijakan setiap jurnal perlu dinilai pada waktu pengiriman yang relevan dan dikaitkan dengan jenis artikel yang hendak diterbitkan, bukan diperluas menjadi klaim umum tentang semua penerbit.

Biaya publikasi jurnal merupakan unsur yang perlu dihitung, tetapi bukan satu-satunya dasar pemilihan tempat terbit. Kesesuaian bidang, kualitas proses editorial, dan kejelasan biaya akan lebih membantu penulis memilih jurnal secara bertanggung jawab.