Konten dari Pengguna

Penilaian Keterampilan Mahasiswa Perlu Mengukur Proses Proyek

Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Istimewa

SEVIMA - Penilaian keterampilan mahasiswa dalam pembelajaran proyek perlu mencatat bagaimana pekerjaan dilakukan, bukan hanya memeriksa produk setelah selesai. Kolaborasi, komunikasi, kreativitas, serta kemampuan mencari informasi dalam pendidikan dapat menjadi bagian dari rubrik apabila indikatornya dirumuskan sejak awal. Cara ini memberi ruang bagi dosen untuk menilai proses yang sering luput dalam ujian tertulis.

Mantan Direktur Politeknik Negeri Ketapang periode 2018โ€“2022, Endang Kusmana, menjelaskan pendekatan tersebut ketika memaparkan pengalaman pembelajaran berbasis proyek di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Ia menyoroti kebiasaan kampus menilai mahasiswa dengan komponen ujian tengah semester, ujian akhir semester, tugas, dan kehadiran. Menurutnya, pekerjaan berbasis produk membutuhkan ukuran yang lebih luas.

"Jadi, critical thinking-nya kita nilai," kata Endang. Ia menyebut kemampuan berpikir kritis sebagai salah satu aspek yang bisa diamati saat mahasiswa merumuskan masalah dan menentukan jalan keluar. Kemampuan tersebut tidak cukup dibuktikan lewat jawaban yang terdengar benar. Dosen perlu menelusuri alasan di balik keputusan, sumber informasi yang dipakai, serta cara mahasiswa merespons bukti yang berbeda.

Penilaian Keterampilan Mahasiswa Dibagi Menurut Aspek

Dalam skema yang dicontohkannya, ada dua kelompok penilai. Tim manajemen proyek memberi porsi 40 persen, sedangkan dosen pengajar menyumbang 60 persen. Endang mengaitkan penilaian manajemen proyek dengan sejumlah keterampilan belajar dan keterampilan hidup. Porsi dari dosen kemudian dipakai untuk melihat kemampuan yang berhubungan dengan literasi dan penguasaan materi.

penilaian keterampilan mahasiswa dengan bobot seperti itu merupakan contoh praktik, bukan ketentuan nasional yang harus diikuti setiap kampus. Program studi tetap perlu menyesuaikannya dengan capaian pembelajaran, karakteristik disiplin ilmu, dan kesepakatan para pengajar. Angka pembobotan baru bermanfaat apabila setiap kategori memiliki indikator dan bukti yang bisa diperiksa.

"Kemudian kolaborasinya kita nilai," ujar Endang. Penilaian kerja sama dapat mempertimbangkan pembagian tugas, kehadiran pada pembahasan penting, kemampuan menyelesaikan perbedaan pendapat, serta kesediaan membantu anggota lain. Kehadiran yang tinggi saja tidak otomatis menunjukkan kontribusi. Demikian pula anggota yang berbicara paling banyak dalam presentasi tidak selalu menjadi orang yang mengerjakan porsi terbesar.

"Kreativitas dan inovasinya kita nilai," papar Endang. Aspek komunikasi juga dapat dinilai melalui kemampuan menguraikan pilihan teknis kepada pihak yang bukan ahli. Ketika proyek melibatkan pengguna dari luar kelas, mahasiswa perlu menyampaikan progres dan menerima koreksi. Bukti penilaian bisa berupa laporan perubahan, catatan presentasi, hasil demonstrasi, atau rangkuman umpan balik yang ditindaklanjuti.

Rubrik Memerlukan Bukti, Bukan Kesan

Merujuk artikel 'Politap dan Poliban Belajar Bareng PBL' dari Politeknik Negeri Ketapang tentang kegiatan pembelajaran proyek bersama Politeknik Negeri Banjarmasin pada Oktober 2022 menjelaskan pentingnya dukungan pimpinan, fasilitas, dan evaluasi berkelanjutan. Dokumentasi itu menegaskan bahwa keberhasilan metode tidak hanya bertumpu pada keaktifan mahasiswa, tetapi juga pada kesiapan institusi untuk menjalankan pengawasan.

"Dosen pengajar itu memiliki kontribusi 60%," kata Endang ketika menguraikan mekanisme pembobotan. Ia menyebut literasi informasi, media, dan teknologi sebagai unsur yang perlu diperiksa. Dalam praktiknya, dosen dapat menilai apakah mahasiswa memahami kualitas rujukan, dapat membedakan data dengan asumsi, serta menggunakan teknologi sesuai kebutuhan persoalan.

Rubrik terperinci juga membantu mencegah penilaian yang terlalu bergantung pada kesan terakhir. Presentasi yang lancar belum tentu berarti proses analisis dikerjakan secara tepat. Sebaliknya, mahasiswa yang kurang percaya diri berbicara di depan umum bisa menunjukkan kemampuan kuat dalam pengujian dan pencatatan. Keduanya perlu mendapat penilaian berdasarkan indikator yang diketahui sebelumnya.

Kendala lain muncul ketika lebih dari satu mata kuliah mendukung satu proyek. Dosen harus membedakan kontribusi proyek secara keseluruhan dengan capaian khusus mata kuliah masing-masing. Satu hasil kerja boleh menjadi bahan penilaian bersama, tetapi alasan pemberian nilai harus tetap dapat ditelusuri ke kompetensi yang memang diharapkan.

Pengajar bisa menyiapkan formulir observasi sederhana yang diisi beberapa kali dalam semester. Isinya dapat mencakup kemampuan menyusun argumen, mendokumentasikan sumber, dan menyelesaikan konflik kerja. Catatan berkala membantu mengurangi bias akibat satu presentasi yang berjalan buruk. Apabila ada dua penilai, keduanya juga perlu mendiskusikan standar pemberian skor sebelum menentukan nilai mahasiswa.

Hasil penilaian proyek sebaiknya disampaikan bersama penjelasan singkat tentang kekuatan dan kelemahan pekerjaan. Mahasiswa yang mendapat skor rendah pada komunikasi perlu mengetahui bukti yang mendasarinya. Demikian pula skor tinggi pada literasi perlu dikaitkan dengan cara mahasiswa memeriksa informasi. Umpan balik semacam itu dapat dipakai untuk menyusun target perbaikan pada proyek berikutnya.

penilaian keterampilan mahasiswa akan lebih dapat dipertanggungjawabkan jika rubrik disampaikan sebelum proyek dimulai dan bukti perkembangan dikumpulkan sepanjang semester. Penilaian akhir tetap diperlukan, tetapi tidak seharusnya menghapus informasi tentang cara mahasiswa belajar, bekerja sama, dan memperbaiki hasil pekerjaannya.

Penilaian juga membutuhkan kesepakatan tentang bukti yang bisa dipercaya. Laporan individu, komentar pengguna, dan arsip revisi dapat saling melengkapi, tetapi tidak selalu mempunyai bobot setara. Dosen sebaiknya menyampaikan sejak awal bagaimana perbedaan bukti itu diperlakukan. Transparansi rubrik membantu mahasiswa memahami perilaku kerja yang diharapkan dan alasan di balik setiap skor. Setiap pembimbing perlu menyimpan catatan penilaian tersebut.