Konten dari Pengguna

Ketertarikan Budaya Kesenian di Kota Surabaya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Huga Aldama Afryza tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Oleh : Huga Aldama Afryza, Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga

Ilustrasi Pameran Seni, Sumber : https://tinyurl.com/msrmx3tf (Freepik).
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pameran Seni, Sumber : https://tinyurl.com/msrmx3tf (Freepik).

Terkadang budaya kesenian masih dianggap hanya sebagai hiburan bagi beberapa orang terutama bagi generasi muda yang lebih tertarik pada budaya asing. Hal ini menunjukkan bahwa ketertarikan budaya kesenian bisa dibilang mengkhawatirkan untuk eksistensi nya saat ini.

Minat Budaya Kesenian Nasional

Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat melimpah ruah, sayangnya minat masyarakat terhadap kesenian semakin menurun. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Pada kurun 2018-2021, jumlah penduduk yang datang untuk menonton pertunjukkan atau pameran kesenian menurun 12,75 persen (Priambada, 2023).

Surabaya Sebagai Harapan Tinggi

Kesenian di Surabaya tidak hanya menjadi bagian dari identitas kota tetapi juga menjadi pilar pembangunan karakter masyarakat dan pendukung daya saing global kota. Mengacu pada pameran rutin yang diadakan di surabaya yaitu, ARTSUBS yang bertujuan melestarikan dan mengembangkan seni rupa kontemporer.

Optimisme Surabaya Menjadi Pusat Seni Rupa

Optimisme yang diharapkan bukan hanya untuk kota Surabaya, tetapi juga untuk seluruh kota-kota di Indonesia. Dengan adanya ARTSUBS 2025 diharapkan menjadi penggerak minat warga surabaya terhadap kesenian yang berasal dari berbagai daerah. ARTSUBS 2025 juga diperkirakan mencapai jumlah pengunjung hingga 100 ribu orang, yang sebelumnya pada ARTSUBS 2024 hanya mencapai 37 ribu pengunjung. “Di tahun 2024 ada 37 ribu orang mengunjungi ARTSUBS. Mudah-mudahan di tahun 2025 ini, saya yakin angkanya akan tiga kali lipat, sampai 100 ribu orang yang akan mengunjungi ARTSUBS, Menurut Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha (Tjahjono, 2025).

Faktor Pendukung Optimisme

Tidak hanya dukungan dari Wakil Menteri Kebudayaan RI, optimisme pengingkatan pengunjung atau peminat pada ARTSUBS 2025 juga karena menghadirkan seniman dan kolektor seni dari berbagai daerah yang lebih bervariasi pastinya (Febriari, 2025). Lalu lokasi yang lebih strategis yaitu berlokasi di Balai Pemuda Surabaya, yang mana lebih strategis dari lokasi ARTSUBS 2024 sebelumnya. ARTSUBS sebelumnya berlokasi di Pos Bloc Surabaya, Jl. Kebon Rojo. Yang mana Balai Pemuda itu sendiri tentunya lebih strategis mengingat lokasinya yang berada di pusat kota Surabaya (Wisata, 2025).

Kegiatan Pendukung seperti diskusi, workshop, pertunjukkan seni, dan program edukasi. Tentunya dari mata acara tersebut bisa menarik semakin banyak pengunjung bahkan tidak hanya dari kalangan penikmat seni saja (Olivia, 2025).

Ilustrasi Pameran Seni, Sumber : https://tinyurl.com/bddb6ufc (Freepik).

Memulai Dari Hal Kecil

Sebagai WNI, kita sepatutnya membantu melestarikan atau bahkan mempopulerkan kesenian-kesenian yang sangat melimpah ruah di Indonesia. Untuk bisa membantu melestarikan kebudayaan di Indonesia kita tidak harus langsung meciptakan atau membuat forum besar mengenai kesenian budaya, tetapi kita bisa memulai dengan mulai mempelajari seni kebudayaan Indonesia yang sangat beragam, menyebarkan nilai nilai dan keindahan budaya seni di Indonesia kepada orang-orang sekitar seperti keluarga, teman, atau bahkan sosial media dengan harapan bisa mempopulerkan kesenian budaya Indonesia lebih luas.