Konten dari Pengguna

Hampir Mudik di 2022 ala PUBG

Amungme Rugby

Amungme Rugby

Tim Rugby dari tanah Amungsa

·waktu baca 3 menit

comment
71
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Amungme Rugby tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejumlah calon penumpang pesawat antre di loket lapor diri Terminal 2 keberangkatan domestik Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (30/4/2022). Foto: Fauzan/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah calon penumpang pesawat antre di loket lapor diri Terminal 2 keberangkatan domestik Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (30/4/2022). Foto: Fauzan/ANTARA FOTO

Pada pertengahan bulan puasa, hati ini kembali risau. Pasalnya tiket mudik dari Timika menuju Jawa cukup membuat harapan menjadi lelah. Seorang teman memberikan selentingan cukup menarik, mudik naik Pesawat Hercules C-130 milik TNI-AU.

Saya tercekat, kalau tidak salah Pesawat Hercules sering saya temui di PUBG. Pesawat besar dengan empat baling-baling. Kalau di PUBG digunakan untuk mengangkut pasukan. Lantas saya pun berseloroh;

Nanti, waktu turun jangan-jangan kita pakai parasut."

Teman saya menjawab dengan terkekeh. Tentu saja tidak, proses pendaratan nantinya akan seperti pesawat biasa. Bedanya, kita tidak bisa menentukan mendarat di mana. Entah di Jakarta, Yogyakarta, Malang, atau Surabaya. Jadi nanti tinggal melanjutkan memakai jalur darat.

Pesawat dalam permainan PUBG. Dokumentasi pribadi.

Biasanya komunitas perantau dari Pati, Jawa Tengah yang berada di Timika memanfaatkan moda transportasi ini. Selain tarif yang lebih terjangkau daripada penerbangan komersil. Perjalanan mudik akan berisikan rombongan keluarga rantau. Jadi perjalanan akan terasa ramai.

Obrolan dengan teman saya tadi tentu membuat saya penasaran. Berselancarlah saya di internet dan jejaring sosial, mencari orang yang pernah punya pengalaman mudik naik Hercules.

Akun twitter @fiamadestie mengetweet tentang pengalamannya naik Hercules beberapa tahun silam;

Tiap inget tahun-tahun annual war buat dapetin tiket mudik ke Surabaya, trauma. Pernah mudik naik bus di puncak arus mudik, 33 jam di jalan. Pernah naik pesawat hercules, kayak pengungsi, duduknya di kursi jaring

Pada dasarnya Pesawat Hercules C-130 milik TNI AU memang digunakan untuk kepentingan mobilitas militer, baik pasukan maupun kargo. Jadi tidak mengherankan jika fasilitas yang ada di dalamnya juga terbatas.

Bagian tempat penumpang di dalam Pesawat Hercules. Foto: Yogi Noviantoro

Berbeda dengan pesawat komersil, Pesawat Hercules menempatkan kursi tempat duduk berhadap-hadapan. Teman saya juga cerita, "nanti kalau di dalam pesawat kita seperti naik angkot. Duduk baku hadap."

Akun @fiamadestie juga menuturkan penerbangan yang ditempuhnya waktu itu dari Jakarta menuju Surabaya. Dia merasakan penerbangannya sama saja seperti penerbangan pesawat yang lainnya. Bagian yang cukup mengkhawatirkan hanya pada saat mulai penerbangan dan juga pendaratan.

Jakarta-Surabaya. Horor waktu take off & landing aja sisanya sama aja. Banyak yang berdiri juga waktu take off & landing. Yang paling ngeri, kulit dinding dalam pesawat gak dilapis apa-apa jadi besi bare. Jadi panas banget kalo dipegang.

Menurut saya, mudik dengan menggunakan Pesawat Hercules pastinya akan menjadi pengalaman yang menarik. Tidak semua orang bisa mempunyai kesempatan yang sama. Tentu saja langsung saya terima tawaran teman saya tadi.

Sejujurnya apresiasi kepada TNI AU yang mau membantu memfasilitasi moda transportasi di tengah arus mudik. Akan tetapi nasib berkata lain.

Selang beberapa hari, tidak ada kabar dari teman saya tadi mengenai rencana mudik dengan menggunakan Pesawat Hercules. Alhasil mudik pun dibatalkan.

Apakah perjalanannya tidak ada? Atau ada syarat tertentu untuk naik? Saya kurang tahu pasti.

Selidik punya selidik, tawaran moda transportasi mudik menggunakan pesawat Hercules memang khusus untuk keluarga TNI atau masyarakat sipil dengan izin khusus berdasarkan pertimbangan tertentu. Sebal juga rasanya pada teman saya, jangan-jangan dia sudah mudik ke kampung tanpa berkabar.

Tepatlah hari nan fitri ini hadir. Saya iseng kirim pesan WA ke teman saya mengucapkan lebaran, sekaligus bertanya apakah jadi mudik?

Pesan singkatnya membuat saya tersenyum dalam hati;

Tidak he jon, di Timika saja. Gagal ke Jawa. Info gelap. Sini ke rumah saja, ada opor."

Tidak apalah, batin saya. Sebatal-batalnya rencana mudik, silaturahmi harus berjalan dengan asyik. Untung saja jaringan internet di Papua tidak mati. Jadi masih bisa bertemu kerabat dan handai tolan lewat jaringan internet.

Ayolah berbagi cerita mudik kalian di kolom komentar!