Ajak MGBK Purbalingga, Tim Promosi PMB UMS Gelar ESQ-Coaching “Mental Health”

Berita UMS
Akun resmi milik Universitas Muhammadiyah Surakarta yang dikelola oleh Bidang Humas dan Humed Unggul Mencerahkan Semesta UMS Tuan Rumah Muktamar 48 Muhammadiyah dan Aisyiyah 18-20 November 2022
Konten dari Pengguna
10 Januari 2024 14:38 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita UMS tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Dok Humas UMS
zoom-in-whitePerbesar
Dok Humas UMS
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
ums.ac.id, SURAKARTA - Guna meningkatkan pengetahuan dan pemahaman serta perhatian terhadap kesehatan mental siswa, Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) Kabupaten Purbalingga melaksanakan kegiatan Workshop ESQ-Coaching 2024 dengan tema “Mental Health: How to Deal With it”.
ADVERTISEMENT
Kegiatan tersebut juga merupakan salah satu bentuk kerja sama antara Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dengan MGBK Kabupaten Purbalingga. Workshop tersebut diisi oleh Alumni UMS yaitu Faruq, S.Psi., M.Si., yang ahli dalam bidang Psikologi. Sejumlah 51 peserta guru BK se-Kabupaten Purbalingga ikut serta dalam pelatihan yang diselenggarakan selama tiga hari yaitu 09-11 Januari 2024. Workshop ESQ-Coaching tahun 2024 dilaksanakan secara hybrid dengan bertempat di SMA Negeri 1 Bobotsari
Dalam acara tersebut, Ketua MGBK Kabupaten Purbalingga, Feni Martinawati, S.Psi., mengemukakan bahwa Workshop seperti ini memberikan banyak manfaat seperti bagaimana metode menganalisis psikis pada siswa, manajemen bimbingan konseling yang baik, dan lain sebagainya.
Kedepannya diharapkan bisa meningkatkan pelayanan guru BK bagi para siswa. Workshop seperti ini juga memberikan kemudahan untuk mendapatkan informasi tanpa harus mengeluarkan budget yang berlebih.
ADVERTISEMENT
“Dengan adanya workshop seperti ini akan menambah ilmu dan wawasan kepada guru BK sehingga mereka mendapatkan ilmu yang baru yang bisa diberikan ke sekolah masing-masing. Terlebih pada angket sebagai salah satu metode analisis sederhana yang dapat memberikan gambaran mengenai bagaimana mental health kita," ujarnya, Rabu (10/1).
Hal ini sangat membantu guru BK, karena anak-anak generasi muda saat ini cenderung mengalami masalah mental health. Menurut Ketua MGBK Purbalingga itu, topik ini dirasa sangat relevan dengan apa yang terjadi di sekitarnya. Apalagi di era trend ‘bunuh diri’ tentunya guru BK membutuhkan effort yang lebih untuk menganalisis dan menjaga mental health para siswa.
Dalam kesempatan tersebut, Tim Promosi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMS juga menyebarkan informasi terkait dengan kesempatan siswa-siswa untuk melanjutkan pendidikannya di UMS.
ADVERTISEMENT
“Terkait dengan PMB sosialisasi mengenai pendaftaran UMS guru BK juga mendapat informasi sehingga hasilnya nanti akan di informasikan kembali pada anak-anak. Harapannya dengan sosialisasi seperti ini anak-anak menjadi lebih luas wawasannya tentang sekolah di Perguruan Tinggi. Mereka juga mendapat informasi baru bahwa di luar sana ada Perguruan Tinggi Swasta seperti UMS dengan prestasi yang luar biasa yang bisa mengantarkan mereka menuju bidang karir yang akan mereka ambil,” tutur Feni.
Dengan demikian, siswa-siswa di Kabupaten Purbalingga akan dapat menentukan jurusan sesuai dengan bidang yang mereka pilih, melalui arahan yang diberikan oleh guru mereka.
Tidak lupa Feni Martinawati juga memberikan apresiasi terhadap panitia termasuk UMS, pasalnya dengan mengadakan Workshop ESQ-Coaching demikian bisa jadi salah satu gebrakan untuk memfasilitasi para guru BK di Kabupaten Purbalingga sehingga dapat meningkatkan pelayanannya pada siswa. (Pras&Maysali/Humas)
ADVERTISEMENT