Atasi Keterlambatan Tumbuh Kembang Anak, Tim UMS Sabet Medali Perak di Malaysia

Your Future Starts Here Mencerahkan Unggul Mendunia
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Universitas Muhammadiyah Surakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

SURAKARTA — Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengukir prestasi internasional dengan meraih Silver Medal dalam ajang 8th World Invention Competition and Exhibition (WICE) 2026 di Malaysia. Penghargaan tersebut diraih berkat inovasi KINDO.fun, sebuah platform digital interaktif yang dirancang untuk skrining risiko keterlambatan perkembangan anak usia 0 hingga 72 bulan.
Ajang tahunan yang mempertemukan inovator lintas negara ini diselenggarakan atas kerja sama Indonesian Young Scientist Association (IYSA) dan SEGi University & Colleges. Kompetisi berlangsung dalam dua tahap, yakni daring pada 10–14 September 2026 dan luring pada 20–24 September 2026 di SEGi University Kota Damansara, Malaysia.
Anggota tim KINDO, Asrofi Noor Masithoh, menjelaskan bahwa pengembangan platform KINDO.fun dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya instrumen pemantauan perkembangan anak di tingkat layanan kesehatan primer seperti posyandu. Selama ini, pemantauan tumbuh kembang di masyarakat dinilai masih berfokus pada pertumbuhan fisik atau antropometri.
"Sistem yang digunakan di posyandu sebagian besar masih manual menggunakan kertas. Padahal, pemantauan perkembangan anak membutuhkan instrumen khusus agar risiko keterlambatan dapat teridentifikasi sejak dini," ujar Asrofi pada Selasa (29/9/2026).
Pada tahap awal, KINDO.fun mengadopsi Kuesioner Pra-Skrining Perkembangan (KPSP) dari Kementerian Kesehatan RI. Platform ini membantu orang tua dan tenaga kesehatan memantau empat aspek utama perkembangan anak: motorik halus, motorik kasar, kemampuan bicara dan bahasa, serta sosialisasi dan kemandirian.
Situs web ini dilengkapi sejumlah fitur utama, seperti skoring dan interpretasi otomatis, rekomendasi stimulasi, longitudinal record, dashboard wilayah bagi tenaga kesehatan, grafik pertumbuhan, hingga sistem pengingat (reminder system) jadwal skrining secara berkala.
Dalam proses pengembangannya, tim menerapkan metode Research and Development (R&D) menggunakan kerangka kerja ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Inovasi ini diawasi langsung oleh Dosen Keperawatan Anak UMS, Siti Arifah, S.Kp., M.Kes., Ph.D., selaku supervisor.
Pengembangan KINDO.fun merupakan hasil kolaborasi interdisiplin yang melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi, yaitu Keperawatan, Teknik Informatika, Pendidikan Teknik Informatika, dan Profesi Ners. Anggota tim terdiri atas Asrofi Noor Masithoh, Putri Azzahra Namora, Reja Arrafi, Airlangga Pradana Prakusa, Shafwan Aulia Rahman, dan Tasya Annisa Yunita.
Tim inovator UMS berharap KINDO.fun dapat berkontribusi dalam mempercepat digitalisasi layanan kesehatan primer serta membangun budaya masyarakat yang lebih proaktif terhadap skrining perkembangan anak di Indonesia. Ke depan, platform ini juga berpeluang dikembangkan dengan mengintegrasikan instrumen pemantauan berstandar internasional.
