Inovasi Green Accounting UMS Raih Silver Medal WICE 2026 di Malaysia

Your Future Starts Here Mencerahkan Unggul Mendunia
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Universitas Muhammadiyah Surakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ums.ac.id, SURAKARTA — Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses meraih Silver Medal dalam ajang internasional 8th World Invention Competition and Exhibition (WICE) 2026 yang diselenggarakan di SEGi University, Malaysia. Penghargaan ini diraih berkat inovasi digital bertajuk EnviroChain, sebuah platform pelaporan lingkungan terdesentralisasi berbasis Internet of Things (IoT) dan blockchain untuk mendukung green accounting (akuntansi hijau).
Inovasi lengkap berjudul “EnviroChain: Optimizing Blockchain and IoT-Based Green Accounting Records in Sensitive Industrial Sectors in Indonesia” tersebut dirancang untuk mengatasi kesenjangan antara kebijakan keberlanjutan formal perusahaan dengan praktik operasional aktual di lapangan.
Melalui sistem EnviroChain, sensor IoT ditempatkan untuk memantau berbagai parameter lingkungan secara real-time, mulai dari emisi CO₂, NOx, SO₂, partikulat, pH air limbah, suhu, hingga kandungan logam berat. Data hasil pemantauan kemudian dikirim ke server untuk diproses dan dicatat secara akurat.
Untuk menjamin integritas data agar tidak mudah dimanipulasi, EnviroChain mengintegrasikan teknologi permissioned blockchain Hyperledger Fabric dengan mekanisme cryptographic hash. Seluruh data pemantauan harus melalui proses validasi sebelum dicatat ke dalam distributed ledger.
Platform ini juga dilengkapi dengan Real-Time Environmental Dashboard berbasis grafik interaktif serta fitur AI Consultant yang mampu menganalisis tren emisi dan konsumsi energi guna memberikan rekomendasi efisiensi operasional. Dari sisi pelaporan, EnviroChain menyediakan fitur Green Leaderboard dan ESG Reporter yang mengacu pada standar Global Reporting Initiative (GRI) serta Peraturan OJK (POJK) 51/2017.
Pengembangan teknologi ini digarap oleh tim lintas disiplin UMS yang diketuai oleh Heilin Alber Siva Haryoko bersama Fauzan Muhammad Ihsan dari Prodi Manajemen FEB, Alhimnie Rusydie dari Teknik Informatika FKI, serta Muhammad Yusuf Ridho dari Teknik Industri FT UMS, di bawah bimbingan dosen Candra Kusuma Wardana, S.E., MBA.
Ketua Tim EnviroChain, Heilin Alber Siva Haryoko, menyatakan bahwa kolaborasi lintas disiplin menjadi kunci utama dalam menyelaraskan kebutuhan akuntansi hijau, keandalan teknologi, dan proses industri.
“Ide pengembangan EnviroChain berawal dari persoalan adanya kesenjangan antara kebijakan formal perusahaan dengan praktik operasional di lapangan. Perusahaan tidak hanya membutuhkan laporan keberlanjutan, tetapi juga sistem yang dapat membantu memastikan data lingkungan berasal dari kondisi aktual dan dapat dipantau secara berkelanjutan,” ujar Heilin, Jumat (2/10/2026).
Sebelum meraih penghargaan pada sesi awarding, tim UMS terlebih dahulu lolos tahap seleksi berkas hingga memperoleh Letter of Acceptance (LoA), sebelum akhirnya mempresentasikan karyanya di hadapan dewan juri internasional. Ajang WICE 2026 sendiri berlangsung melalui rangkaian hibrida (daring dan luring), di mana tahap luring digelar pada 20–24 September 2026 di Malaysia.
Anggota tim, Fauzan Muhammad Ihsan, berharap inovasi EnviroChain dapat terus dikembangkan agar dapat diimplementasikan secara langsung di dunia industri.
“Kami berharap EnviroChain tidak berhenti sebagai sebuah inovasi dalam kompetisi, tetapi dapat terus dikembangkan agar memberikan manfaat yang lebih luas. Harapannya, teknologi ini dapat membantu perusahaan tidak hanya melaporkan kinerja lingkungan, tetapi juga menggunakan data tersebut untuk melakukan perbaikan nyata dalam operasional,” pungkas Fauzan.
