Inovasi RoboMind UMS Sabet Emas WICE 2026 di Malaysia

Your Future Starts Here Mencerahkan Unggul Mendunia
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Universitas Muhammadiyah Surakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ums.ac.id, SURAKARTA — Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil menyabet medali emas pada kategori Innovative Social Sciences dalam ajang 8th World Invention Competition and Exhibition (WICE) 2026 yang berlangsung di SEGi University, Kota Damansara, Malaysia. Prestasi internasional tersebut diraih melalui inovasi digital berbasis neuropsikologi bertajuk "RoboMind: A Neuropsychological Ecosystem to Empower Children's Prefrontal Cortex Development".
Inovasi RoboMind dikembangkan untuk mengatasi kekhawatiran masyarakat terhadap penggunaan gawai berlebihan pada anak usia sekolah dasar. Ekosistem digital terpadu ini menggabungkan instrumen asesmen dan permainan edukatif adaptif guna menstimulasi fungsi eksekutif otak, seperti fokus perhatian, kontrol diri, pengambilan keputusan, serta pemecahan masalah.
Ketua Tim RoboMind, Deko Bagus Wahyu Handoko, menjelaskan bahwa pengembangan aplikasi ini memanfaatkan prinsip Prefrontal Cortex (PFC) untuk mengarahkan interaksi anak dengan teknologi menjadi aktivitas yang produktif. Menurutnya, penggunaan gawai yang tidak terkontrol tidak bisa hanya dilihat sebagai gangguan perilaku, melainkan berdampak langsung pada masa kritis perkembangan fungsi eksekutif anak.
"Kami mencoba menghadirkan RoboMind sebagai media yang mengarahkan interaksi anak dengan teknologi menjadi aktivitas yang lebih produktif," ujar Deko, Kamis (1/10/2026).
Pengembangan RoboMind melibatkan kolaborasi lintas disiplin ilmu yang terdiri atas mahasiswa Psikologi, Pendidikan Teknik Informatika, dan Teknik Informatika UMS. Anggota tim tersebut meliputi Deko Bagus Wahyu Handoko, Taufik Imansyah, Muhammad Rayhan Fahlevi, Samantha Aulia Cahyadi, Yuanda Eka Saputra, Mifthahul Amri, dan Onic Agustino.
Dalam pembagian tugasnya, tim Psikologi merancang aspek neuropsikologi, asesmen, dan desain perilaku anak. Sementara itu, tim Informatika menerjemahkan konsep sistem ke dalam pengodean (coding) serta perancangan antarmuka dan pengalaman pengguna (UI/UX) yang ramah anak.
Sebelum berlaga di tingkat internasional, karya digital ini telah terdaftar dan memperoleh pencatatan Hak Cipta resmi dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham RI guna menjamin orisinalitas ide.
Ajang 8th WICE 2026 sendiri diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) yang bekerja sama dengan SEGi University & Colleges, Malaysia. Kompetisi melingkupi lima bidang utama, yakni Applied Life Sciences, Innovative Social Sciences, Applied Physics and Engineering, Environmental Sciences, serta IT and Robotics. Sesi penilaian berlangsung secara daring pada 10–14 September 2026, dilanjutkan pameran serta penganugerahan secara luring pada 20–24 September 2026 di Malaysia.
Setelah sukses mempresentasikan prototipe di hadapan dewan juri internasional, tim UMS menargetkan keberlanjutan proyek agar dapat diimplementasikan secara luas di masyarakat.
"Tujuan akhirnya adalah bagaimana inovasi ini bisa memberikan manfaat nyata bagi anak-anak, terutama dalam membantu mereka berinteraksi dengan teknologi secara lebih sehat dan produktif," kata Deko. (Adi/Humas)
