Kisah Miranda, Lulusan FKG UMS Peraih Prestasi Dunia dan Aktivis IMM

Your Future Starts Here Mencerahkan Unggul Mendunia
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Universitas Muhammadiyah Surakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ums.ac.id, SURAKARTA — Wisudawan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Miranda Aisyah Putri, membuktikan bahwa padatnya kurikulum akademik kedokteran dapat berjalan selaras dengan pencapaian prestasi internasional dan keaktifan berorganisasi.
Miranda resmi menyandang gelar sarjana pada Upacara Wisuda Program Sarjana, Magister, dan Doktor UMS Periode I Tahun Akademik 2026/2027 yang berlangsung di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS.
Di tengah kesibukan praktikum, ujian blok, dan skills lab, Miranda berhasil membawa harum nama kampus di kancah global. Ia meraih Silver Medal sekaligus Special Award dari Malaysian Association of Research Scientists dalam ajang Seoul International Invention Fair di Korea Selatan.
Selain itu, ia mencatatkan keikutsertaan dalam International Health Sciences Student Competition, Innovation and Exhibition, UMS International Innovation Day, serta kegiatan pengabdian kemitraan internasional di Busan, Korea Selatan.
"Sejak awal masuk, saya belajar beradaptasi dengan banyaknya materi dan praktikum. Dari situ saya belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, serta manajemen waktu dan diri," ujar Miranda, Kamis (1/10/2026).
Penyelarasan potensi diri Miranda juga terlihat dari rekam jejak kepemimpinannya di organisasi kemahasiswaan. Ia aktif di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) selama tiga periode berturut-turut, mulai dari Sekretaris Bidang Organisasi tingkat komisariat, Bendahara Umum Komisariat, hingga dipercaya menjadi Bendahara 1 Pimpinan Cabang IMM Surakarta.
Menurut Miranda, kunci keberhasilannya mengelola berbagai tanggung jawab terletak pada penetapan skala prioritas dan kemampuan kerja sama tim.
"Kuncinya adalah menentukan tingkatan prioritas. Jadwal kuliah di FKG cukup padat, jadi harus tahu kapan fokus akademik, organisasi, dan persiapan lomba. Mengikuti banyak kegiatan bukan berarti semua dilakukan sendiri, melainkan belajar tentang teamwork," jelasnya.
Dukungan dan apresiasi datang dari pihak keluarga. Ir. Ahmad Kholid Alghofari, S.T., M.T., orang tua Miranda yang bertugas di Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta-Inovasi (DKPTI) UMS, mengungkapkan rasa bangganya atas komitmen sang putri. Meski sempat khawatir dengan padatnya aktivitas belajar hingga larut malam, ia menilai proses tersebut berhasil membentuk karakter dan kemandirian Miranda.
Setelah secara resmi menerima ijazah sarjana pada Jumat (25/9/2026), Miranda kini melanjutkan tahapan pendidikan profesi (Coas) sekaligus menjalani program magang di salah satu klinik Muhammadiyah untuk memperdalam keterampilan klinis dan komunikasi pelayanan masyarakat.
