Konten dari Pengguna

Mahasiswa UMS Sabet Perak di JDIE 2026 Lewat Platform Safe TKI

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Universitas Muhammadiyah Surakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa PTI UMS Raih Perak di Jepang Lewat Inovasi Platform Digital "Safe TKI". Foto Humas UMS
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa PTI UMS Raih Perak di Jepang Lewat Inovasi Platform Digital "Safe TKI". Foto Humas UMS

ums.ac.id, SURAKARTA — Tim mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang dipimpin Yuanda Eka Saputra sukses menyabet medali perak pada ajang internasional Japan Design, Idea and Invention Expo (JDIE) 2026 di Osaka, Jepang. Capaian ini diraih berkat inovasi platform digital berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Blockchain bernama "Safe TKI" yang ditujukan untuk meningkatkan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Ajang pameran dan kompetisi inovasi bergengsi yang diselenggarakan oleh World Invention Intellectual Property Associations (WIIPA) tersebut berlangsung pada 3–4 Juli 2026 di Kansai Airport Conference Halls, Osaka. Kompetisi ini mempertemukan pelajar, mahasiswa, peneliti, dan inovator dari berbagai negara guna mempresentasikan gagasan yang memberikan solusi atas persoalan nyata.

Platform "Safe TKI" dirancang fokus pada penguatan keamanan, transparansi, serta kepercayaan dalam alur migrasi kerja. Inovasi ini menyediakan sistem verifikasi identitas, akses informasi pekerjaan terverifikasi, hingga modul edukasi pra-keberangkatan bagi calon pekerja.

"Platform Safe TKI dikembangkan untuk menciptakan proses migrasi kerja yang lebih aman dan terpercaya melalui integrasi teknologi terdepan. Sistem ini dilengkapi dengan verifikasi identitas, informasi kerja yang terverifikasi, hingga edukasi pra-keberangkatan bagi calon pekerja," ujar Yuanda, mahasiswa PTI UMS angkatan 2023, Kamis (1/10/2026).

Selain fitur verifikasi dan edukasi, Safe TKI turut dibekali Asisten AI untuk pendampingan informasi secara interaktif serta layanan darurat SAFE SOS. Fitur darurat ini memungkinkan PMI mengakses bantuan dengan cepat saat menghadapi situasi berbahaya di negara penempatan.

Perpaduan aspek kebaruan, kreativitas, fungsi, hingga potensi penerapan nyata platform ini menjadi poin utama penilaian dewan juri hingga mengantarkan tim UMS meraih posisi kedua.

Yuanda menuturkan, inovasi ini lahir dari kepedulian terhadap isu kemanusiaan dan keselamatan para pekerja migran, bukan sekadar untuk pemenuhan kompetisi semata.

"Kami sangat bersyukur dan bangga dapat membawa nama PTI UMS di kancah internasional. Platform pengembangan Safe TKI ini berangkat dari kepedulian kami terhadap isu kemanusiaan dan keselamatan pekerja migran. Semoga inovasi ini tidak hanya berhenti di panggung kompetisi, tetapi dapat terus berkembang hingga memberikan dampak langsung bagi perlindungan PMI," kata Yuanda.

Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh Ketua Program Studi Pendidikan Teknik Informatika UMS, Sukirman, S.T., M.T., Ph.D. Menurutnya, prestasi internasional ini membuktikan kapasitas mahasiswa PTI UMS dalam mengawinkan penguasaan teknologi tingkat tinggi dengan kepekaan sosial.

"Keberhasilan ini membuktikan bahwa mahasiswa PTI UMS memiliki kepekaan sosial yang tinggi serta kapabilitas teknologi yang mampu bersaing secara global," ujar Sukirman.

Pihak program studi berharap capaian ini dapat memicu semangat mahasiswa lainnya untuk berani menunjukkan karya inovatif di panggung dunia. Bagi tim pengembang, penghargaan dari JDIE 2026 menjadi modal awal untuk menyempurnakan platform Safe TKI agar siap diimplementasikan secara nyata demi keselamatan pekerja migran Indonesia.